Tanda-Tanda Hubungan yang Tidak Sehat dan Berpotensi Toxic
Dalam kehidupan, kita seringkali berjumpa dengan seseorang yang secara tidak sadar memicu respons negatif dalam diri kita. Hubungan seperti ini bisa membuat kita menunjukkan perilaku yang tidak sepenuhnya mencerminkan kepribadian asli kita. Kita merasa tertekan untuk menjadi orang lain di dekat mereka.
Ada beberapa tanda-tanda yang bisa menjadi indikasi adanya dinamika hubungan yang tidak sehat. Mengenali tanda-tanda ini adalah langkah awal penting untuk melindungi diri dan kesehatan mental kita. Berikut delapan tanda yang perlu diperhatikan:
1. Suara Menjadi Lebih Tajam
Di sekitar orang tersebut, Anda mungkin merasa suara Anda menjadi lebih keras atau kurang ramah. Terkadang, Anda bahkan menyela percakapan tanpa sadar. Perubahan nada bicara ini sering kali merupakan reaksi terhadap energi negatif yang mereka bawa.
2. Mempersiapkan dan Mengulang Percakapan
Anda sering melatih percakapan di kepala, baik sebelum maupun setelah bertemu dengan mereka. Hal ini menunjukkan tingkat kecemasan yang tinggi terhadap interaksi yang akan terjadi. Energi mental Anda terkuras hanya untuk persiapan percakapan tersebut.
3. Mengucapkan “Maaf” Berlebihan
Anda mungkin sering mengucapkan kata “maaf” dalam berbagai situasi, bahkan ketika tidak sepenuhnya bersalah. Ini menunjukkan bahwa Anda merasa bertanggung jawab atas suasana hati atau reaksi mereka. Anda berusaha keras untuk meredakan ketegangan yang ada.
4. Menjadi Kurang Murah Hati
Di dekat orang tersebut, Anda cenderung menunjukkan sisi diri yang kurang murah hati. Perilaku ini berbeda dari apa yang biasanya Anda tunjukkan kepada orang lain. Rasa terancam atau terkuras energi membuat Anda enggan memberi.
5. Tubuh Merasa Tegang Pasca Interaksi
Setelah berinteraksi dengan mereka, Anda mungkin merasa tegang, lelah, atau bahkan keduanya sekaligus. Tubuh Anda mengirimkan sinyal bahaya seperti rahang mengatup dan bahu menegang. Bahkan, Anda mungkin sulit tidur pada malam hari.
6. Menghindari Kontak dan Tempat Pertemuan
Anda mulai menghindari tempat di mana kemungkinan besar akan bertemu dengan mereka. Ini menunjukkan naluri protektif yang kuat untuk mengurangi paparan negatif. Anda juga mungkin membuat alasan untuk menunda membalas pesan mereka.
7. Menjadi “Pencatat Skor” dalam Hubungan
Anda mulai menghitung siapa yang terakhir menelepon, membayar, atau memulai kontak. Perilaku ini muncul karena rasa ketidakseimbangan dalam hubungan tersebut. Anda berpegang pada penghitungan itu untuk merasa adil.
8. Mengelak dan Menyembunyikan Kebenaran
Anda mungkin mengatakan “Bukan masalah besar” padahal kebiasaan Anda menunjukkan sebaliknya. Anda berusaha keras membuat cerita yang membuat perilaku menghindar Anda terlihat mulia. Padahal, alasan sebenarnya adalah rasa takut menghadapi mereka.
Perilaku negatif ini sebenarnya bukan tentang kekurangan bawaan dari diri Anda. Perilaku ini adalah respons terhadap dinamika hubungan yang tidak sehat dan cenderung toxic. Hubungan ini secara konsisten mengharuskan Anda membatasi diri.
Mengenali dan memvalidasi tanda-tanda ini sangat penting untuk kesejahteraan mental Anda. Pilihlah untuk berinvestasi pada hubungan yang justru memunculkan sisi terbaik diri Anda. Dengan kesadaran akan tanda-tanda ini, Anda dapat menjaga kesehatan mental dan membangun hubungan yang lebih sehat serta saling mendukung.
📲 Ikuti terus berita kami di Google News .





