Banjarmasin, 8 November 2025 — Udara pagi di kawasan Sungai Andai, Banjarmasin, terasa sejuk ketika aroma kopi hitam menyeruak dari cangkir di hadapan John Rachmadi, Ketua Terpilih Dewan Pimpinan Provinsi (DPP) Elang Tiga Hambalang (ETH) Kalimantan Selatan. Sambil menyeruput kopi, pria berwajah tegas itu berbicara dengan nada penuh keyakinan tentang misinya memimpin organisasi yang kini mulai banyak mendapat sorotan publik.
“ETH Kalsel menyatakan perang terhadap narkoba. Kami akan bekerja sama penuh dengan BNN, POLRI, TNI, dan aparat penegak hukum lainnya,” ujarnya mantap di beranda rumahnya, Sabtu (8/11) pagi.
Menurut John, Kalimantan Selatan saat ini berada dalam kondisi yang memprihatinkan. Peredaran dan penyalahgunaan narkoba disebutnya sudah masuk tahap darurat. Karena itu, ia menilai perlu adanya langkah penanganan yang lebih serius dan profesional agar persoalan ini bisa ditekan hingga ke akar.
“Kami akan mengawal setiap kasus narkoba di Kalsel agar proses hukum berjalan sesuai relnya. Kami ingin memastikan putusan-putusan pengadilan benar-benar menegakkan keadilan,” tegasnya.
Selain itu, ETH Kalsel juga akan mendesak pemerintah pusat agar segera membangun rumah sakit rehabilitasi ketergantungan narkoba yang lebih representatif di Kalimantan Selatan. Menurutnya, keberadaan fasilitas tersebut sangat penting untuk proses pemulihan para korban penyalahgunaan narkoba agar bisa kembali berdaya.
Dalam misinya ini, John menegaskan bahwa ETH Kalsel tidak akan berjalan sendiri. “Kami juga akan berjalan bersama seluruh elemen masyarakat, termasuk tokoh-tokoh adat Banjar dan Dayak, untuk menjaga tanah Kalimantan dari perusakan moral dan lingkungan,” ujarnya.
Di tengah obrolan santai pagi itu, John juga menyinggung komitmen ETH Kalsel dalam mengawasi kasus-kasus korupsi, pertambangan ilegal, dan pembalakan liar di wilayahnya. Ia menegaskan bahwa organisasi yang dipimpinnya tak akan tinggal diam terhadap praktik-praktik yang merugikan masyarakat dan lingkungan.
“Hei para bandar narkoba, koruptor, dan cukong pembalak hutan, mulai hari ini kalian tidak akan bisa tidur nyenyak. Karena sisa hidup saya ini, saya dedikasikan untuk melawan kalian. Allahu Akbar!” serunya lantang, sembari mengepalkan tangan.
Meski sadar risikonya besar, John mengaku sudah menyiapkan langkah-langkah konkret. Baginya, perjuangan ini bukan sekadar slogan, melainkan panggilan hati untuk menjaga masa depan generasi muda dan keutuhan bumi Kalimantan Selatan.
Sebelum menutup perbincangan, ia tersenyum sambil menatap cangkir kopinya yang mulai dingin. “Perjuangan panjang ini baru dimulai,” ujarnya pelan, seolah berbicara pada dirinya sendiri.
📲 Ikuti terus berita kami di Google News .





