Kaleidoskop Energi 2025: Kebangkitan Akuisisi Bumi, Medco, dan Arsari Group

by -52 Views

Aksi Akuisisi di Sektor Energi pada Tahun 2025

Pada tahun 2025, sektor energi di Indonesia mengalami peningkatan yang signifikan dalam hal aksi akuisisi. Banyak perusahaan energi melakukan ekspansi bisnis dengan memperluas portofolio aset mereka melalui berbagai transaksi akuisisi. Berikut adalah beberapa contoh aksi akuisisi yang terjadi sepanjang tahun ini:

1. PT Bumi Resources Tbk. (BUMI)

PT Bumi Resources Tbk. (BUMI) melakukan dua aksi akuisisi saham perusahaan Australia pada tahun ini. Pertama, BUMI merampungkan akuisisi 100% saham perusahaan tambang tembaga dan emas asal Australia, Wolfram Limited (WFL) pada 7 November 2025. Nilai transaksi mencapai 63,5 juta dolar Australia atau setara dengan Rp698,98 miliar.

Selain itu, BUMI juga menyelesaikan akuisisi Jubilee Metals Limited (JML) dengan nilai transaksi sebesar Rp346,93 miliar atau setara dengan 31,47 juta dolar Australia. Dengan demikian, BUMI memiliki 64,98% kepemilikan saham JML.

Di dalam negeri, BUMI menjalin kesepakatan dengan PT Supreme Global Investment untuk mengakuisisi saham perusahaan tambang bauksit. Kesepakatan tersebut mencakup pengambilan 45% saham PT Laman Mining dari PT Supreme Global Investment.

2. PT Medco Energi Internasional Tbk. (MEDC)

Pada Juli 2025, Medco menyelesaikan akuisisi Fortuna International (Barbados) Inc dari Repsol E&P, S.à.r.l. Setelah akuisisi ini, hak partisipasi Medco di Blok Corridor meningkat dari 46% menjadi 70%.

Tidak hanya itu, pada September 2025, Medco mengumumkan telah sepakat mengambil alih 45% hak partisipasi sekaligus operator pada PSC Sakakemang, serta 80% hak partisipasi dan operator pada PSC South Sakakemang.

Selain itu, MedcoEnergi juga menambah kepemilikan pada PT Transportasi Gas Indonesia (TGI) melalui serangkaian transaksi terpisah. Dengan tambahan kepemilikan ini, porsi efektif MedcoEnergi di TGI meningkat menjadi 40%.

3. PT Raharja Energi Cepu Tbk. (RATU)

Emiten Happy Hapsoro ini mengakuisisi 100% saham SMS Development Limited untuk memperkuat portofolio usahanya di segmen migas. Akuisisi ini dilakukan oleh anak usaha RATU, PT Raharja Energi Madura (PT REM) yang pada 25 Desember 2025 telah menandatangani perjanjian jual beli saham dengan SMS Offshore Overseas Limited.

RATU sedang bertransformasi menjadi operator hulu migas. Pada fase awal, RATU akan memprioritaskan ekspansi non-operating investment melalui akuisisi participating interest (PI) pada PSC berskala besar tanpa mengoperasikan aset.

4. Arsari Group

Perusahaan milik Hashim Djojohadikusumo gencar melakukan ekspansi bisnis, mulai dari sektor tambang hingga minyak dan gas bumi (migas). Terbaru, Arsari Group melalui anak usahanya PT Nations Natuna Barat akan mengakuisisi 75% hak partisipasi (participating interest/PI) non-operator di Blok Duyung.

Selain proyek migas, Arsari Group juga berencana mengakuisisi tambang di Kanada dengan nilai Rp7 triliun. Rencana ini diungkapkan oleh Presiden Direktur Arsari Tambang Aryo Djojohadikusumo.

5. PT Golden Eagle Energy Tbk. (SMMT)

Emiten batu bara ini telah menuntaskan akuisisi PT Bara Enim Sejahtera yang diumumkan pada Juli 2025. Tujuan dari jual beli saham ini adalah untuk memberikan perseroan kendali langsung maupun tidak langsung atas 100% kepemilikan saham di PT Triaryani (TRA).

6. PT ABM Investama Tbk. (ABMM)

ABMM melalui anak usahanya mengumumkan akan mengakuisisi saham PT Piranti Jaya Utama senilai US$57 juta atau setara dengan Rp939,36 miliar (kurs Rp16.480 per dolar AS). Transaksi ini dilakukan oleh anak perusahaan PT Reswara Minergi Hartama (RWA).

7. Pertamina

PT Pertamina Hulu Energi (PHE) resmi mengakuisisi 24,5% hak partisipasi di Blok Bobara dari Petroliam Nasional Berhad (Petronas). Subholding Pertamina lainnya, PT Kilang Pertamina Internasional (KPI), juga tercatat mengakuisisi saham PT Patra SK sebesar 14% dari SK Enmove Co., Ltd.

Selain itu, Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE) mengakuisisi 20% saham perusahaan energi hijau asal Filipina, Citicore Renewable Energy Corporation (CREC).

8. Sinar Mas Group

Frontier Resources, perusahaan terafiliasi Sinar Mas Group, diketahui berencana mengakuisisi Hyundai LNG Shipping. Hyundai LNG Shipping merupakan salah satu perusahaan pengangkut gas alam cair atau LNG terbesar di Korea Selatan.

Nilai transaksi dari penjualan Hyundai LNG Shipping kepada Frontier Resources diperkirakan mencapai sekitar 3,8 triliun won Korea Selatan (termasuk utang) atau sekitar Rp43,05 triliun (asumsi kurs Rp11,3 per won), dengan nilai ekuitas bersih sekitar 400 miliar won atau sekitar Rp4,53 triliun.

📲 Ikuti terus berita kami di Google News .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.