Kominfo minta operator seluler dan Dukcapil selidiki kasus kebocoran data kartu SIM

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) mendesak operator seluler dan Direktorat Jenderal Kependudukan dan Kedudukan Sipil (Ditjen Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri mengusut kasus dugaan kebocoran data kartu SIM Indonesia baru-baru ini.

Kominfo minta operator seluler dan Dukcapil selidiki kasus kebocoran data kartu SIM

Kominfo telah bekerja sama dengan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) untuk menyelidiki dugaan kebocoran data kartu SIM Indonesia.
Baca juga

Kominfo-minta-operator-seluler-dan-Dukcapil-selidiki-kasus-kebocoran-data-kartu-SIM

Selidiki kebocoran data kartu SIM, Kominfo akhirnya mengakui ada data yang cocok
Menanggapi kasus kebocoran data kartu SIM, XL Axiata mengklaim telah menerapkan standar internasional
Indosat tidak mengatakan data mereka tentang kebocoran data pelanggan dari kartu SIM
Telkomsel mengklaim memiliki sistem aman yang tidak ada hubungannya dengan kebocoran data pada kartu SIM

“Sebelumnya kami sepakat untuk melakukan investigasi lebih mendalam, BSSN akan mendukung Dukcapil dan operator untuk melakukan investigasi yang lebih mendalam,” kata Dirjen Aplikasi dan Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika, Semuel Abrijani Pangerapan, di Senin (05/09). di Jakarta. 2022).

Selain itu, Semuel menambahkan, polisi cybercrime juga akan menindaklanjuti hasil investigasi yang diterima nantinya.

Menurut Semuel, pada Senin pagi pihaknya menggelar rapat koordinasi dengan operator seluler, Ditjen Kependudukan, BSSN, Polisi Cybercrime dan Ditjen Pos dan Informatika (PPI) Kementerian Komunikasi dan Informatika sebagai pengawas operator seluler.
Ilustrasi kartu SIM. (pixabay)

Dari hasil pertemuan tersebut, Semuel menyimpulkan bahwa sampel data registrasi kartu SIM ponsel

Indonesia yang diduga bocor tidak identik, namun rata-rata terdapat kemiripan 15 hingga 20 persen.

Melihat hal tersebut, Kementerian Komunikasi dan Informatika telah memberikan waktu kepada pihak terkait untuk mempertimbangkan kembali dan menyelidiki lebih lanjut, sehingga diharapkan sumber kebocoran data tersebut dapat terungkap.
Didukung oleh GliaStudio

“Kami di Kemenkominfo minta segera dilakukan dan diinformasikan agar bisa dimitigasi.

Dan kalau ada kebocoran akan langsung diberitahukan kepada masyarakat siapa yang terdampak,” kata Semuel. .

Sebelumnya, pada kesempatan yang sama, Semuel mengatakan bahwa data kartu SIM tidak disimpan oleh Kominfo. Ia menduga data tersebut berasal dari peretas di operator seluler atau Dukcapil.

Demikian laporan terbaru Kominfo yang mendesak operator seluler dan Dukcapil untuk mengusut kasus dugaan kebocoran data kartu SIM.

Baca Juga :

https://pdamlebak.co.id