Masjid Jamik Al Mabrur Samalanga Tenggelam Akibat Banjir Bandang

by -50 Views

Masjid Jamik Al Mabrur Hancur Total Akibat Banjir Bandang

Masjid Jamik Al Mabrur yang terletak di Desa Cot Meurak Blang, Kecamatan Samalanga, Kabupaten Bireuen, mengalami kerusakan parah setelah diterjang banjir bandang pada akhir Desember 2025 lalu. Bangunan masjid yang sebelumnya berdiri kokoh kini hancur total, bahkan meunasah yang berada dalam satu kawasan juga lenyap tanpa sisa.

Amatan di lokasi menunjukkan kondisi masjid yang nyaris tidak menyisakan bentuk bangunan. Di sekitar area hanya terlihat patahan beton dan rangka bangunan yang berserakan. Area bekas masjid telah dipasang garis polisi untuk mencegah akses ke lokasi yang masih rawan. Pintu gerbang besi masjid berhasil diamankan warga dan kini diletakkan di pinggir jalan desa.

Kubah masjid (boh labu) ditemukan terseret arus hingga sekitar 200 meter di aliran Sungai Krueng Batee Iliek. Jarak antara pondasi masjid dan dasar sungai diperkirakan mencapai lebih dari tiga meter. Aliran sungai kini melebar dan arus air masih tampak deras.

Pengalaman Warga Setempat

Badruddin, salah seorang panitia masjid, mengatakan bahwa bangunan masjid yang berdiri sejak puluhan tahun lalu itu berkonstruksi permanen dan diterjang banjir besar pada Rabu hingga Kamis (26–27/12/2025). “Bangunan masjid hanya tersisa sedikit di bagian barat, selebihnya habis dibawa banjir. Meunasah juga tidak ada lagi. Peralatan desa seperti belanga, piring, dan perlengkapan lainnya ikut hanyut,” ujarnya.

Sejak masjid hancur, warga Desa Cot Meurak Blang terpaksa melaksanakan Salat Jumat di masjid yang berada di kompleks dayah terdekat. Menurut Badruddin, masyarakat telah bermusyawarah untuk membangun masjid baru di lokasi lain yang lebih aman, yakni di seberang jalan atau di sebelah barat dari lokasi masjid lama.

“Tanah wakaf seluas 50 x 50 meter sudah tersedia. Namun, tantangan utama kami adalah menggerakkan kembali pembangunan masjid. Kami sangat mengharapkan bantuan dari pemerintah maupun para dermawan,” katanya.

Ia menambahkan, sebelumnya jarak masjid dengan sungai mencapai sekitar 300 meter, namun kini lokasi masjid lama telah berubah menjadi alur sungai akibat tergerus banjir.

Dampak Banjir Bandang

Keuchik Mideun Jok, Faisal, mengatakan banjir bandang sebulan lalu menyebabkan banyak fasilitas umum dan rumah warga terendam lumpur dengan ketinggian rata-rata mencapai sekitar 80 sentimeter. Masjid dan meunasah Desa Cot Meurak Blang menjadi bangunan yang paling parah terdampak.

Faisal yang juga tokoh masyarakat setempat menyebut masjid tersebut memiliki nilai sejarah tinggi. Warga bahkan menyebutnya sebagai Masjid Tuha karena diyakini telah berdiri ratusan tahun dan menjadi pusat ibadah serta pendidikan masyarakat.

“Masjid ini bukan sekadar bangunan. Ini sejarah, martabat, dan kenangan dari generasi ke generasi. Banyak ulama pernah mengajar di sana,” ungkapnya.

Kerusakan Meunasah

Tak jauh dari lokasi masjid, sebuah meunasah yang selama ini digunakan sebagai tempat pengajian anak-anak dan musyawarah warga juga mengalami kerusakan serupa dan hilang terseret banjir. Keberadaannya yang dulu menjadi tempat berkumpul dan berdiskusi warga kini juga tak lagi bisa dirasakan.

Dengan kondisi yang begitu parah, masyarakat kini berharap adanya dukungan dari pihak-pihak terkait untuk dapat segera membangun kembali masjid dan meunasah yang menjadi bagian penting dari kehidupan mereka.

📲 Ikuti terus berita kami di Google News .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.