Prajurit TNI Gugur Saat Latihan Menyambut HUT ke-80 TNI

by -553 Views

Insiden Kecelakaan dalam Persiapan HUT ke-80 TNI

Prajurit TNI yang gugur dalam persiapan pelaksanaan HUT ke-80 TNI di Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat (Jakpus) semakin bertambah. Pada Sabtu malam (4/10), salah seorang prajurit Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad) bernama Pratu Johari Alfarizi tewas setelah jatuh dari atas Tank Marder yang sedang diangkut menggunakan transporter.

Saat dikonfirmasi oleh awak media pada Senin (6/10), Panglima Kostrad Letjen TNI M. Fadjar membenarkan peristiwa tersebut. Dia mengkonfirmasi bahwa Pratu Johari Alfarizi mengalami insiden saat pergeseran alat utama sistem persenjataan (alutsista) yang hendak ditunjukkan dalam peringatan HUT ke-80 TNI pada Minggu (5/10).

”Betul (ada insiden), Almarhum Pratu Johari Alfarizi saat bertugas terjatuh dari atas Tank Marder yang sedang diangkut (kendaraan) transporter (dengan) ketinggian sekitar 4 meter dan mengalami patah leher,” ungkap Fadjar.

Perwira tinggi (pati) bintang tiga TNI AD itu menyatakan bahwa jenazah Pratu Johari Alfarizi sudah diterbangkan ke kampung halamannya di Aceh Tenggara untuk dimakamkan secara militer. Selain itu, TNI juga sudah memberikan santunan kepada keluarga prajurit tersebut.

”Santunan sudah diberikan dari panglima TNI, pangkostrad, dan komandan satuannya,” kata dia.

Sebelumnya, kabar duka datang dari Angkatan Laut, salah seorang prajurit terbaiknya gugur saat terlibat dalam penerjunan di Perairan Teluk, Jakarta. Usai Upacara Peringatan HUT ke-80 TNI di Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat (Jakpus), Kepala Dinas TNI AL (Kadispenal) Laksamana Pertama TNI Tunggul menjelaskan insiden tersebut.

Perwira tinggi (pati) bintang satu TNI AL itu menyatakan bahwa pihaknya sangat berduka atas gugurnya prajurit tersebut. Tunggul menyampaikan, prajurit yang gugur berasal dari pasukan khusus, Korps Marinir. Prajurit tersebut bernama lengkap Praka (Mar) Zaenal Mutaqim. Dia berasal dari Detaseman Intai Para Amfibi 1 Korps Marinir.

”TNI Angkatan Laut menyampaikan bahwa salah satu prajurit terbaik kami yaitu Praka (Mar) Zaenal Mutaqim, personel Detasemen Intai Para Amfibi 1 (Den Ipam 1) Korps Marinir telah gugur dalam tugas saat melaksanakan penerjunan Rubber Duck Operations (RDO) dalam rangkaian HUT Ke-80 TNI, yaitu Presidential Inspection,” jelas Tunggul.

Presidential Inspection berlangsung di Perairan Teluk Jakarta pada Kamis (2/10). Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Presiden Prabowo Subianto, Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka, serta sejumlah pejabat negara lainnya. Tunggul menyampaikan bahwa Praka (Mar) Zaenal Mutaqim mengalami kecelakaan di udara. Persisnya saat Processing Opening Parachute.

Kecelakaan Saat Pelaksanaan Tugas

Insiden yang terjadi baik di darat maupun di laut menunjukkan betapa pentingnya keselamatan dalam pelaksanaan tugas. Prajurit-prajurit TNI yang terlibat dalam berbagai latihan dan upacara seremonial tentu memiliki tanggung jawab besar, namun risiko tetap menjadi bagian dari tugas mereka.

Dalam kasus Pratu Johari Alfarizi, kecelakaan terjadi saat proses pengangkutan alutsista. Meski prosedur keselamatan biasanya ketat, ada kemungkinan faktor eksternal atau kesalahan teknis yang bisa menyebabkan kejadian seperti ini. Sementara itu, Praka (Mar) Zaenal Mutaqim gugur saat melakukan penerjunan, yang merupakan bagian dari operasi khusus yang membutuhkan koordinasi tinggi dan kondisi fisik prima.

Tanggung Jawab dan Tindakan Lanjutan

TNI sebagai institusi yang bertanggung jawab atas pertahanan negara, tentu akan melakukan investigasi menyeluruh terhadap setiap insiden yang terjadi. Proses ini tidak hanya untuk mencari penyebab kecelakaan, tetapi juga untuk mencegah terulangnya kejadian serupa di masa depan.

Selain itu, TNI juga memberikan dukungan penuh kepada keluarga para prajurit yang gugur. Hal ini mencakup bantuan finansial, pemakaman dengan upacara militer, serta dukungan psikologis bagi anggota keluarga yang ditinggalkan.

Pentingnya Kesadaran Keselamatan dalam Operasi Militer

Meskipun tugas-tugas militer sering kali melibatkan risiko, keselamatan prajurit harus selalu menjadi prioritas utama. Pelatihan yang memadai, penggunaan peralatan yang baik, dan pengecekan berkala adalah langkah-langkah penting yang harus dilakukan agar kecelakaan dapat diminimalkan.

Ketika prajurit TNI bertugas, mereka bukan hanya melindungi negara, tetapi juga menjaga kehormatan dan martabat bangsa. Oleh karena itu, setiap insiden yang terjadi harus menjadi pelajaran berharga bagi semua pihak yang terlibat.

📲 Ikuti terus berita kami di Google News .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.