Banjir Menyebabkan Aceh Singkil Lumpuh Total
Banjir yang terjadi sejak tiga hari terakhir telah menyebabkan Aceh Singkil lumpuh total. Banyak rumah terendam, jalan-jalan utama putus, dan listrik padam. Keadaan ini memperparah penderitaan warga setempat, terutama karena jaringan komunikasi juga mengalami gangguan.
Korban Banjir Mengungsi di Jalan Raya
Korban banjir terpantau mengungsi di jalan raya serta tempat-tempat yang masih aman dari banjir. Jalan raya menjadi alternatif pengungsian karena dibangun cukup tinggi. Namun, keadaan ini tidak mudah bagi warga, terutama mereka yang baru datang dari luar daerah. Mereka harus bertanya kepada warga setempat untuk mencari keluarganya yang mengungsi.
Jalan Utama Terputus
Jalan provinsi di kawasan Anak Laut, Desa Gosong Telaga Barat, Kecamatan Singkil Utara, Kabupaten Aceh Singkil, putus setelah struktur penyangga di kedua ujung jembatan jebol akibat tergerus air banjir. Di lokasi tersebut, satu unit mobil yang hendak dievakuasi dari rendaman banjir masuk ke jalan putus. Tidak ada korban jiwa, namun dua orang warga yang coba melintas terbawa hanyut. Beruntung, mereka bisa diselamatkan oleh warga lain.
Selain jalan putus, satu unit rumah milik Fajar di kawasan Anak Laut, Desa Gosong Telaga Barat, hanyut terbawa banjir. Hal ini menunjukkan betapa parahnya dampak banjir di wilayah tersebut.
Stok Makanan Menipis
Stok makanan korban banjir semakin menipis. Warga kesulitan mendapatkan logistik karena jalan putus. Di desa Gosong Telaga Barat, warga terisolasi karena jalan putus di dua lokasi. Di sisi lain, jalan ke arah Rimo juga terendam banjir di depan Rutan Kelas IIB Singkil.
Di Gosong Telaga Barat, banyak warga dari Ujung Bawang, Kecamatan Singkil, yang mengungsi. Wilayah ini biasanya aman dari banjir, tetapi kali ini hampir seluruh desa terendam. Warga bertahan di pinggir jalan yang tidak tergenang. “Habis sudah 90 persen rumah tenggelam,” kata Jasidin, warga Gosong Telaga Barat.
Dapur Umum Dibuka Secara Swadaya
Untuk mengatasi kekurangan makanan, korban banjir membuka dapur umum secara swadaya. Warga saling membantu dengan membagi persediaan makan di rumahnya. Namun, stok makanan semakin menipis, terutama karena tidak ada logistik yang masuk. Selain itu, warga juga kesulitan memasak karena dapur terendam air.
Warga dari Ujung Bawang yang mengungsi di Anak Laut (Gosong Telaga Barat) merasa kasihan karena tidak ada makanan. Harapan mereka adalah adanya bantuan dapur umum secepatnya. “Kasian banyak warga dari Ujung Bawang nginap di Anak Laut (Gosong Telaga Barat) tidak ada makanan,” ujar Jasidin.
Kondisi yang Semakin Parah
Menurut warga, banjir kali ini cukup parah karena daerah yang sebelumnya aman turut terendam. “Tidak pernah separah ini,” kata Guntur, warga Ketapang Indah.
Keadaan ini menunjukkan bahwa banjir yang terjadi di Aceh Singkil merupakan bencana yang sangat besar. Warga menghadapi berbagai tantangan, mulai dari isolasi, kekurangan makanan, hingga kesulitan dalam berkomunikasi. Diperlukan bantuan darurat secepatnya agar kondisi tidak semakin memburuk.
📲 Ikuti terus berita kami di Google News .





