
Gerakan Tutup Mulut (GTM) bisa menjadi tantangan besar bagi orang tua, terutama ketika anak balita sulit makan. Kondisi ini sering kali membuat kekhawatiran karena kurangnya asupan makanan yang masuk ke tubuh anak. Bagi para orang tua yang sedang berusaha meningkatkan berat badan anak, momen seperti ini bisa sangat melelahkan dan memicu stres.
Menurut informasi dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), penyebab GTM pada balita beragam. Beberapa di antaranya adalah rasa bosan, sedang sakit, tidak lapar, atau mengalami trauma terhadap makanan tertentu maupun proses makan itu sendiri. Penyebab utama yang sering ditemukan adalah inappropriate feeding practice, yaitu cara pemberian makan yang tidak sesuai dengan usia anak. Hal ini sering terjadi sejak fase penyapihan atau saat mulai memberikan makanan pendamping ASI (MPASI).
Pemberian makan yang benar harus memperhatikan beberapa aspek penting, seperti waktu yang tepat, jumlah dan kualitas makanan, kebersihan dalam menyiapkan makanan, serta sesuai dengan tahapan perkembangan anak. Dengan begitu, anak akan mendapatkan nutrisi yang cukup dan terbiasa dengan pola makan yang sehat.
Lantas, bagaimana cara mengatasi anak yang sedang dalam masa GTM? Salah satu solusi yang efektif adalah melatih perilaku makan yang benar, salah satunya dengan menetapkan durasi makan tidak lebih dari 30 menit. Berikut alasan mengapa durasi makan tersebut penting:

Dokter spesialis anak, dr. Aisya Fikritama, Sp.A, menjelaskan bahwa aturan durasi makan maksimal 30 menit bukan tanpa alasan. Menurutnya, setelah lewat dari batas waktu tersebut, anak mulai kehilangan fokus dan rasa laparnya. Mereka jadi bosan, mulai bermain, lari-lari, atau meminta untuk menonton TV, yang akhirnya membuat proses makan menjadi tidak selesai dan memperparah kelelahan orang tua.
Dokter yang praktik di RS UNS Solo ini menekankan bahwa dengan membatasi durasi makan, anak akan belajar untuk disiplin dalam mengatur waktu makan. Selain itu, hal ini juga membantu mereka mengenali rasa lapar dan kenyang secara alami.
Bagi orang tua yang sedang menghadapi anak dengan GTM, berikut beberapa tips yang bisa dicoba:
-
Hindari makan sambil menonton TV atau menggunakan gadget
Anak cenderung lebih mudah teralihkan perhatiannya jika ada tontonan atau permainan di dekatnya. Pastikan suasana makan tenang dan fokus. -
Orang tua ikut makan bersama
Dengan makan bersama, anak akan meniru kebiasaan makan orang tua. Ini bisa menjadi contoh positif untuk mereka. -
Jangan memaksa anak untuk makan
Memaksa anak bisa menyebabkan resistensi dan membuat mereka semakin tidak suka makan. Hindari pula proses menyuapi yang terlalu intensif. -
Hentikan makanan jika anak menolak
Jika anak menolak makan, hentikan sementara dan tunggu hingga jam makan berikutnya. Jangan memaksa atau mencoba memakannya dengan cara yang tidak menyenangkan. -
Batasi camilan di antara jam makan
Camilan berlebihan bisa mengurangi rasa lapar anak sehingga mereka tidak mau makan saat waktunya tiba. -
Sajikan porsi kecil tapi sering
Porsi kecil dapat mencegah anak merasa kewalahan. Dengan begitu, mereka akan lebih nyaman dalam menghabiskan makanan.
Makan adalah proses belajar, bukan waktunya untuk perang. Dengan membatasi durasi makan selama 30 menit, anak bisa belajar untuk makan dengan sabar dan tenang. Dan lambat laun, mereka akan terbiasa dengan pola makan yang sehat.
📲 Ikuti terus berita kami di Google News .





