Anggota DPRD Padang Pariaman Kunker ke Jogja Saat Bencana, Alasan Membuat Geleng Kepala

by -244 Views

Perjalanan Dinas DPRD Padang Pariaman Di Tengah Bencana Banjir dan Longsor

Sejumlah anggota Komisi I dan IV DPRD Kabupaten Padang Pariaman mendapat kritik setelah tetap melakukan kunjungan kerja (kunker) ke Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), pada Selasa (2/12). Langkah ini dilakukan di tengah bencana banjir dan longsor yang sedang melanda wilayah Padang dan sekitarnya.

Kunjungan tersebut dinilai tidak sensitif terhadap situasi genting yang sedang dialami masyarakat. Alasan yang diberikan oleh rombongan DPRD juga menimbulkan berbagai pertanyaan dan ketidakpuasan dari banyak pihak.

Rombongan DPRD mengklaim bahwa tujuan kunker adalah untuk menyerap ilmu terkait penanganan Dinas Sosial, urusan P3K, serta sektor pariwisata. Namun, keputusan mereka untuk berangkat di saat ribuan warga Padang Pariaman sedang terdampak bencana dinilai sebagai ironi yang memicu tanda tanya publik.

Ketua Komisi IV DPRD Padang Pariaman, Afredison, menyatakan bahwa agenda kunker tidak bisa dibatalkan karena sudah terjadwal. Menurutnya, perjalanan tersebut sudah direncanakan jauh-jauh hari dan tidak mungkin dibatalkan.

“Kami bagi-bagi saja, karena sudah terjadwal. Tidak mungkin juga dibatalkan, karena ini sudah terjadwal dan tidak enak juga kami sudah masuk surat,” ujarnya setelah agenda kunker, seperti dikutip dari Radar Jogja (Jawa Pos Grup), Rabu (3/12).

Meski begitu, Afredison mengakui bahwa tiga hingga empat kecamatan di Padang Pariaman mengalami kerusakan cukup parah akibat banjir bandang. Jembatan putus dan ribuan warga terdampak menjadi bukti nyata dari dampak bencana yang terjadi.

Ia juga menegaskan bahwa penanganan bencana sudah berjalan dengan baik, dan bantuan dari BPBD serta pemerintah pusat telah turun. Meskipun demikian, kritik terhadap tindakan DPRD tetap saja muncul.

Di Sleman, rombongan DPRD Padang Pariaman diterima oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Sleman, Agung Armawanta. Meskipun menyambut secara formal, Agung memberi sentilan halus namun menohok.

Ia menegaskan bahwa jika berada dalam posisi serupa, ia akan membatalkan perjalanan dinas demi masyarakat.

“Mari bareng-bareng memahami ayat Tuhan ini. Artinya, pakai hati itu kadang-kadang diingatkan,” ucapnya.

Reaksi Publik Terhadap Kunker DPRD

Publik mulai mempertanyakan prioritas dan kesadaran politisi terhadap kondisi masyarakat yang sedang menghadapi bencana. Mereka merasa bahwa tindakan DPRD tidak sesuai dengan tanggung jawab yang seharusnya diemban oleh para anggota legislatif.

Beberapa netizen mengkritik tindakan tersebut dengan menyampaikan pendapat bahwa para anggota DPRD seharusnya lebih fokus pada penanganan bencana daripada melakukan kunjungan kerja.

Selain itu, ada juga yang menyarankan agar para anggota DPRD lebih proaktif dalam membantu masyarakat yang terkena dampak bencana, alih-alih melakukan perjalanan dinas yang dianggap tidak relevan.

Kesimpulan

Perjalanan dinas DPRD Padang Pariaman ke Sleman menimbulkan reaksi yang cukup besar dari masyarakat. Kritik terhadap tindakan mereka muncul karena dianggap tidak sensitif terhadap situasi genting yang sedang dialami masyarakat.

Meskipun ada penjelasan dari pihak DPRD, isu tentang prioritas dan tanggung jawab politisi tetap menjadi topik yang hangat dibahas. Masyarakat berharap agar para anggota legislatif lebih peduli terhadap kondisi rakyat dan tidak mengabaikan tugas utama mereka.

📲 Ikuti terus berita kami di Google News .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.