Pengakuan Megawati Soekarnoputri tentang Masa Kuliahnya
Di hadapan para akademisi dan peneliti, Megawati Soekarnoputri, Dewan Pengarah Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), berbicara tentang masa lalunya yang jarang ia bagikan. Ia mengungkapkan pengalaman masa kuliahnya di Fakultas Pertanian, Universitas Padjadjaran, Bandung. Ini bukan sekadar nostalgia, tetapi juga sebuah pengakuan jujur tentang perjalanan pendidikannya yang tidak selesai hingga lulus.
Pengakuan ini disampaikan saat Megawati hadir sebagai pembicara utama dalam acara workshop bertajuk “Pengelolaan Biodiversitas dan Penguatan HKI untuk Masa Depan Berkelanjutan: Sinergi UGM-BRIN” di Balai Senat Universitas Gadjah Mada (UGM). Dalam kesempatan tersebut, ia menceritakan kisah hidupnya yang tidak banyak diketahui publik.
Menurut Megawati, dirinya tidak berhasil menyelesaikan studinya di Fakultas Pertanian karena alasan politik. Ia menyatakan bahwa alasan itu membuatnya tidak bisa menyelesaikan pendidikan di sana.
“Saya tidak lulus dari Fakultas Pertanian karena politik,” ujarnya dengan tegas. “Saya memilih beralih ke Psikologi setelah itu.”
Alasan Tidak Kuliah di UGM
Ketika ditanya apakah ia ingin melanjutkan studi di Universitas Gadjah Mada (UGM), Megawati menjawab bahwa ia tidak tertarik. Ia mengingatkan bahwa saat itu ia masih menjadi mahasiswa dan ditanya apakah ingin kuliah di UGM.
“Saya bilang, ‘nggak mau, Pak.’ Lho, kenapa kok nggak mau? Saya lahir di Yogya, ngapain kuliah lagi di Yogya, nanti saya kuper,” katanya dengan nada santai.
Meski demikian, Megawati mengungkapkan rasa senangnya datang ke UGM. Ia menilai bahwa kampus ini memiliki peran penting dalam sejarah keluarganya. Ia menyebutkan bahwa Presiden RI pertama, Soekarno, yang merupakan ayahnya, berperan besar dalam membangun kampus UGM.
“Saya senang sekali ke UGM karena kan yang membuka atau membuat Universitas Gadjah Mada ini bapak saya,” ucapnya dengan penuh rasa bangga.
Kehadiran Megawati di UGM
Kehadiran Megawati Soekarnoputri di UGM tidak hanya menjadi momen penting bagi dirinya sendiri, tetapi juga menjadi simbol hubungan antara keluarga besar Soekarno dan universitas yang telah berkembang pesat selama bertahun-tahun. Ia menilai bahwa UGM adalah salah satu kampus yang memiliki peran strategis dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan inovasi di Indonesia.
Dalam sesi diskusi, Megawati juga menyampaikan beberapa pandangan tentang pentingnya riset dan inovasi dalam mendukung pembangunan nasional. Ia menekankan bahwa kolaborasi antara lembaga riset dan perguruan tinggi sangat diperlukan untuk menciptakan solusi-solusi yang berkelanjutan.
Selain itu, ia juga menyampaikan harapan bahwa generasi muda akan terus bersemangat dalam mengejar ilmu dan mengambil peran aktif dalam membangun negara. Menurutnya, pendidikan dan penelitian adalah fondasi utama untuk menciptakan masa depan yang lebih baik.
Kesimpulan
Pengakuan Megawati Soekarnoputri tentang masa kuliahnya memberikan wawasan baru tentang perjalanan hidupnya yang tidak banyak diketahui publik. Dari kisah ini, kita dapat belajar bahwa perjalanan hidup seseorang tidak selalu mulus, tetapi semangat dan keteguhan hati bisa menjadi kunci untuk meraih tujuan. Selain itu, kehadiran Megawati di UGM juga menunjukkan betapa pentingnya hubungan antara keluarga besar tokoh nasional dengan institusi pendidikan.
📲 Ikuti terus berita kami di Google News .






