Banjir Sumatera, Ulil: Kerusakan Alam Jadi Penyebab Bencana

by -135 Views

Pembalakan Liar dan Dampak Bencana di Pulau Sumatera

Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Ulil Abshar Abdalla, menyatakan bahwa banyak aktivitas pembalakan liar yang terjadi di Pulau Sumatera. Ia menyoroti bahwa praktik tersebut menjadi salah satu penyebab banjir bandang dan tanah longsor yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

“Menurut saya, salah satu sumber bencana alam ini adalah kerusakan lingkungan,” ujar Ulil saat ditemui di Kantor PBNU, Jakarta, pada Selasa, 2 Desember 2025. Ia menekankan pentingnya tindakan tegas terhadap perusahaan-perusahaan yang terlibat dalam aktivitas ilegal seperti penambangan dan pembalakan liar.

Ulil juga menyoroti bahwa penanganan bencana di Sumatera tidak boleh hanya sebatas evakuasi korban. “Pemerintah harus melakukan tindakan tegas terhadap aktivitas penambangan yang illegal dan pembalakan liar,” tambahnya.

Namun, ia menegaskan bahwa kerusakan lingkungan dan bencana di Sumatera tidak boleh dijadikan alasan untuk menghentikan sepenuhnya aktivitas tambang. Menurut Ulil, penambangan tetap perlu dilakukan sebagai bagian dari memanfaatkan anugerah Tuhan. “Jika menjadikan bencana ini sebagai alasan untuk mengatakan bahwa tambang itu haram, itu menurut saya jahat.”

Temuan Kayu Hasil Tebangan di Media Sosial

Video gelondongan kayu berukuran besar yang terbawa arus banjir di Sumatera Utara sempat viral di media sosial. Kulit kayu tersebut tampak terkelupas, sedangkan potongannya terlihat rapi, menunjukkan bahwa kayu tersebut hasil tebangan. Selain di Sumatera Utara, gelondongan kayu juga ditemukan berserakan pascabanjir di Sumatera Barat.

Evaluasi Kebijakan oleh Menteri Kehutanan

Atas temuan tersebut, Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni berjanji akan mengevaluasi pengelolaan hutan dan lingkungan hidup. Ia menyebut peristiwa ini sebagai momentum evaluasi kebijakan, khususnya dalam mengantisipasi bencana ekologis yang merugikan masyarakat.

“Semua mata melihat, semua telinga mendengar, semua kita merasakan apa yang terjadi di daerah tiga provinsi itu. Kami mengatakan duka yang mendalam, tapi ini juga momentum yang baik untuk kita mengevaluasi kebijakan,” kata Raja Juli dalam keterangan tertulisnya pada Ahad, 30 November 20.

Dampak Bencana yang Luas

Bencana yang terjadi secara bersamaan pada 25 November 2025 lalu sempat menyebabkan jutaan warga di kabupaten dan kota di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat terdampak. Per Rabu, 3 Desember 2025, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan korban meninggal akibat bencana ini mencapai 743 jiwa.

Selain itu, sebanyak 630 jiwa dinyatakan hilang dan 2.600 jiwa luka-luka. Jumlah penduduk yang terdampak mencapai 3,3 juta orang dari 50 kabupaten/kota. Rinciannya, sebanyak 1,5 juta penduduk Aceh, 1,7 juta penduduk Sumatera Utara, dan 141,8 ribu jiwa terdampak di Sumatera Barat.

Sementara itu, sebanyak 1,5 jiwa masih mengungsi di Aceh, 538,8 ribu jiwa mengungsi di Sumatera Utara, dan sebanyak 106,2 ribu mengungsi di Sumatera Barat.

Vedro Immanuel Girsang dan Hendrik Yaputra berkontribusi dalam penulisan artikel ini.

📲 Ikuti terus berita kami di Google News .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.