BBCA, BRMS Diburu Asing Saat IHSG Melonjak November

by -360 Views

Kinerja IHSG yang Mengagumkan di November 2025

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menunjukkan kinerja yang sangat mengesankan sepanjang bulan November 2025. Selama periode tersebut, indeks ini mencatatkan beberapa rekor tertinggi sepanjang sejarah atau all time high (ATH). Peningkatan ini terjadi akibat aliran dana asing yang cukup besar, dengan fokus utama pada saham-saham emiten besar seperti PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) dan PT Bumi Resources Minerals Tbk. (BRMS).

Berdasarkan data dari Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG naik sebesar 1,12% selama perdagangan pekan lalu (24–28 November 2025), dengan penutupan pada level 8.508,7. Ini merupakan kenaikan dari posisi sebelumnya yaitu 8.414,352. Selain itu, kapitalisasi pasar BEI juga meningkat sebesar 1,53%, mencapai Rp15.626 triliun dari sebelumnya Rp15.391 triliun.

Peningkatan lain yang tercatat adalah rata-rata nilai transaksi harian BEI, yang naik sebesar 41,87% menjadi Rp30,31 triliun dari sebelumnya Rp21,37 triliun. Hal ini disampaikan oleh Sekretaris Perusahaan BEI Kautsar Primadi Nurahmad dalam keterangan tertulisnya.

Dalam sebulan terakhir, IHSG juga melanjutkan kenaikannya sebesar 4,22%. Saat ini, IHSG berada di zona hijau, dengan kenaikan sebesar 20,18% sejak awal tahun (year to date/ytd). Beberapa rekor baru telah tercipta, termasuk ATH penutupan di level 8.602,13 pada perdagangan pekan lalu (26/11/2025), serta ATH intraday di level 8.622,27 pada hari berikutnya (27/11/2025).

Aliran Dana Asing yang Deras

Kenaikan IHSG sejalan dengan aliran dana asing yang masuk secara signifikan ke pasar modal Indonesia. Pada November 2025, nilai beli bersih atau net buy asing di pasar saham Indonesia mencapai Rp17,9 triliun. Berbagai saham mencatatkan net buy yang tinggi, antara lain:

  • PT Bank Mandiri Tbk. (BMRI): Net buy asing sebesar Rp3,55 triliun.
  • PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA): Net buy asing sebesar Rp2,52 triliun.
  • PT Bumi Resources Minerals Tbk. (BRMS): Net buy asing sebesar Rp2,79 triliun.
  • PT Barito Renewables Energy Tbk. (BREN): Net buy asing sebesar Rp1,79 triliun.
  • PT Astra International Tbk. (ASII): Net buy asing sebesar Rp1,05 triliun.

Equity Research Analyst OCBC Sekuritas Farell Nathanael menyatakan bahwa aliran dana asing akan terus deras hingga akhir tahun ini. Faktor-faktor seperti penurunan suku bunga oleh Bank Indonesia, stimulus pemerintah, dan fundamental perusahaan yang kuat menjadi penyebab utamanya.

Selain itu, ada ekspektasi terhadap fenomena window dressing dan santa claus rally. Fenomena window dressing merujuk pada strategi manajer investasi untuk mempercantik kinerja portofolio sebelum dilaporkan kepada investor. Sementara santa claus rally adalah tren kenaikan harga saham yang biasanya terjadi pada pekan terakhir Desember.

Prediksi dan Harapan Pasar

Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta memperkirakan bahwa tren aliran dana asing yang mulai terlihat sejak Oktober 2025 akan terus berlanjut hingga akhir tahun. Ia juga menyebut bahwa secara historis, bulan November dan Desember cenderung bullish, dan bisa berlanjut hingga Januari tahun depan.

Selain itu, adanya kebijakan stimulus fiskal dari pemerintah diharapkan dapat mendongkrak pertumbuhan ekonomi. Di samping itu, aksi korporasi seperti pembelian kembali saham (buyback) dan kinerja emiten pada kuartal III/2025 juga diapresiasi oleh pasar.

📲 Ikuti terus berita kami di Google News .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.