Bobibos Bahan Bakar Jerami Karya Ikhlas Thamrin, Ahli: Jangan Seperti Banyu Geni atau Nikuba

by -217 Views

Inovasi Bobibos: Bahan Bakar Nabati dari Jerami yang Menarik Perhatian

Di tengah isu ketersediaan BBM di SPBU swasta, muncul inovasi baru bernama Bobibos. Produk ini dibuat dari berbagai tanaman yang mudah tumbuh di Indonesia, termasuk jerami dari lahan persawahan. Dengan RON mendekati 98, Bobibos diklaim mampu menempuh jarak lebih jauh dibandingkan bahan bakar solar konvensional saat ini. Selain itu, produk ini juga disebut ramah lingkungan karena tingkat Research Octane Number (RON) yang tinggi.

Bobibos adalah singkatan dari Bahan Bakar Original Buatan Indonesia Bos. Terdapat dua jenis Bobibos, yaitu bensin dan solar. Inovasi ini menarik perhatian banyak pihak, termasuk Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. Ia bahkan menyatakan siap menjadi pemodal untuk pengembangan Bobibos.

Proses Pembuatan dan Spesifikasi Bobibos

Meski Bobibos menarik minat, masih ada ketidakjelasan mengenai proses pembuatannya. Guru Besar Institut Teknologi Bandung (ITB), Tri Yuswidjajanto, mengungkapkan bahwa rincian pembuatan dan spesifikasi Bobibos belum diketahui secara pasti. “Masih gelap buat saya, dari tanaman diapakan prosesnya agar bisa menjadi bensin atau solar,” ujar Yuswidjajanto.

Ia juga memperingatkan agar jangan sampai terjadi seperti kasus Banyu Geni pada masa SBY atau Nikuba pada masa Jokowi yang ternyata hanya penipuan. Menurut Yuswidjajanto, Bobibos harus melewati berbagai “pintu” sebelum dapat dipasarkan. Perdagangan BBM di Indonesia diatur secara ketat oleh pemerintah karena terkait dengan energi strategis nasional.

Mengenal Banyu Geni dan Kontroversi Nikuba

Sebelum Bobibos muncul, ada beberapa inovasi serupa yang sempat viral namun menuai kontroversi. Salah satunya adalah Banyu Geni, sebuah temuan bahan bakar alternatif yang diklaim mampu mengubah air menjadi berbagai jenis bahan bakar. Namun, temuan ini dinyatakan sebagai penipuan setelah terbukti tidak efisien secara ilmiah dan ekonomis.

Kemudian ada Nikuba, alat yang diklaim mampu mengubah air menjadi bahan bakar hidrogen untuk kendaraan bermotor. Meskipun menarik minat, teknologi ini juga dikritik oleh para ahli karena proses elektrolisis membutuhkan energi besar dan tidak efisien untuk digunakan sebagai bahan bakar utama.

Profil Muhammad Ikhlas Thamrin, Penemu Bobibos

Muhammad Ikhlas Thamrin, penemu Bobibos, bukan dari latar belakang teknik. Ia kuliah di Fakultas Hukum Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo angkatan 2001. Selama kuliah, Ikhlas sering mengikuti demonstrasi untuk mengkritisi sumber energi di Indonesia. Setelah lulus, ia mulai mencari solusi untuk permasalahan energi.

Ikhlas berpendapat bahwa energi di Indonesia berpotensi langka dan mahal karena belum memanfaatkan energi terbarukan. Pada 2007, ia memulai riset tentang energi bersama timnya. Delapan tahun kemudian, Ikhlas mendirikan PT Baterai Freeneg Generasi. Hasil risetnya melahirkan solusi energi berbasis pulsa berupa kompor dan motor listrik.

Uji Coba Bobibos di Lembur Pakuan

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi melakukan uji coba Bobibos di Lembur Pakuan, Subang, Jawa Barat. Proses uji coba dilakukan bersama Founder Bobibos, M. Ikhlas Thamrin, dengan menggunakan mesin traktor. Bahan bakar hasil inovasi dari PT Inti Sinergi Formula itu dimasukkan ke dalam tangki traktor. Menggantikan solar, bahan bakar yang berasal dari pengolahan jerami itu berhasil menyalakan traktor.

Dedi Mulyadi menegaskan bahwa Bobibos nantinya bisa mengolah jerami sisa hasil panen di Lembur Pakuan maupun wilayah pertanian lainya di Jawa Barat. Jerami dari batang padi itu bisa diambil untuk mengembangkan Bobibos ke depannya.

Bobibos Mini dan Distribusi di Tingkat Desa

Rencana distribusi Bobibos ke depan mencakup pembangunan Bobibos Mini di tingkat desa, memungkinkan masyarakat, termasuk kelompok ibu-ibu PKK menjadi agen penjual. Langkah ini diharapkan tidak hanya menekan harga jual, tetapi juga mendukung upaya nasional untuk mengurangi ketergantungan pada subsidi energi.

Selain itu, Bobibos juga memiliki keunggulan lain. Proses pengolahannya menghasilkan produk turunan yang bernilai, termasuk pakan ternak (diperkirakan hingga 2.000 ton dari 500 hektar) dan pupuk. Hal ini menciptakan siklus ekonomi berkelanjutan di mana pertanian tidak hanya menghasilkan pangan, tetapi juga energi, pakan, dan pupuk.

Persiapan Mesin Produksi Bobibos

Founder Bobibos, M Ikhlas Thamrin, menyampaikan bahwa pihaknya kini tengah mempersiapkan mesin pengolahan bahan bakar tersebut. Mesin pengolah jerami menjadi Bobibos itu dibuat portabel yang ditempatkan di dalam truk berukuran besar. Sehingga, jerami sisa panen padi tersebut nantinya akan diolah langsung di Lembur Pakuan.

Dengan desain portable ini, unit produksi Bobibos dapat bergerak dari desa ke desa, dari lahan ke lahan, mengikuti titik-titik jerami yang siap diproses. Lebih cepat, lebih efisien, dan tentu lebih dekat dengan para petani.

📲 Ikuti terus berita kami di Google News .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.