Di Tengah Dominasi Mobil EV, Banyak Konsumen Pilih ICE dan Hybrid!

by -213 Views

Tren Pasar Mobil Bekas di Indonesia Masih Dominan

Di tengah semakin maraknya promosi kendaraan listrik (BEV), konsumen otomotif di Indonesia masih lebih memilih opsi yang terasa lebih rasional dalam membeli kendaraan. Data terbaru menunjukkan bahwa mobil bermesin konvensional (ICE) dan hybrid (HEV) tetap menjadi pilihan utama, karena nilai jual kembali yang lebih stabil dibandingkan mobil listrik.

Permintaan Terhadap Mobil Bekas Meningkat Pesat

Tren permintaan terhadap mobil bekas terus meningkat, terutama karena banyak pembeli mobil baru yang memanfaatkan program trade-in atau tukar tambah. OLXmobbi, sebuah layanan digital dari OLX Indonesia yang berfokus pada jual beli dan tukar tambah mobil bekas, mencatat lonjakan signifikan dalam aktivitas pengguna pada tahun ini.

Selama event otomotif berskala nasional, OLXmobbi mengalami pertumbuhan 53 persen dalam jumlah pelanggan yang melakukan trade-in dibandingkan tahun lalu. Jumlah pemilik mobil yang menjual kendaraannya melalui platform ini juga naik 47 persen. Angka ini menjadi indikator kuat bahwa minat masyarakat terhadap opsi beli mobil bekas semakin tinggi.

Depresiasi Harga Menjadi Faktor Utama

Alasan di balik kuatnya minat terhadap mobil ICE dan HEV terletak pada tingkat depresiasi yang jauh lebih rendah dibandingkan mobil listrik. Rata-rata depresiasi harga untuk mobil ICE dan HEV berada di kisaran 10 hingga 15 persen per tahun. Sementara itu, BEV mengalami penurunan nilai yang lebih tajam, yaitu sekitar 35 hingga 60 persen per tahun.

Fenomena ini menunjukkan bahwa meskipun kendaraan listrik menjanjikan efisiensi dan ramah lingkungan, dari sisi investasi dan likuiditas, pilihan yang lebih aman justru masih berada pada ICE dan HEV.

Kualitas Kendaraan Tetap Jadi Prioritas

Direktur OLXmobbi, Agung Iskandar, menyampaikan bahwa faktor kualitas kendaraan tetap menjadi pertimbangan utama pihaknya dalam menyerap mobil bekas:

“Di GIIAS 2025, mobil pelanggan yang dijual maupun di-trade-in lewat OLXmobbi rata-rata kondisinya masih sangat bagus. Kami menerapkan standar khusus, salah satunya memastikan mobil terbebas dari banjir, agar konsumen selalu mendapatkan mobil bekas berkualitas.”

Harga Mobil Hybrid Lebih Tinggi Dibanding Listrik

Dari sisi harga, mobil hybrid mencatatkan angka tertinggi hingga Rp 300 juta, jauh di atas mobil listrik yang reratanya hanya berkisar Rp 115 juta. Sementara itu, mobil ICE tetap mendominasi pasar di kisaran harga Rp 150 juta, yang menjadi zona nyaman bagi banyak konsumen menengah.

Model-model seperti Avanza bekas dan Toyota Kijang Innova masih jadi yang paling sering dijual kembali oleh konsumen, baik melalui trade-in maupun transaksi langsung. Kategori kendaraan yang paling banyak ditransaksikan mencakup MPV, SUV, dan hatchback, dengan kehadiran model hybrid seperti Toyota Yaris Cross yang mulai mendapat tempat. Di sisi lain, mobil listrik seperti Wuling Air EV memang mulai dijual kembali, namun masih menghadapi tantangan dari sisi pembiayaan karena minimnya dukungan dari lembaga keuangan untuk mobil BEV bekas.

Kesimpulan

Konsumen otomotif di Indonesia semakin cermat dalam mengambil keputusan, mempertimbangkan aspek depresiasi harga dan kemudahan pembiayaan. Meskipun mobil listrik menjadi simbol kemajuan teknologi, pasar masih menunjukkan bahwa kendaraan bermesin konvensional dan hybrid belum akan tergantikan dalam waktu dekat.

Bagi pembeli yang menginginkan kendaraan dengan nilai investasi lebih baik, mobil bekas dari kategori ICE dan HEV tetap menjadi pilihan paling masuk akal.

📲 Ikuti terus berita kami di Google News .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.