Diduga Kelalaian, Polisi Ungkap Penyebab Kebakaran Gedung Terra Drone Indonesia di Kemayoran

by -294 Views

Kebakaran Gedung PT Terra Drone Indonesia: 22 Korban Tewas Akibat Kelalaian Sistemik

Kebakaran yang terjadi di Gedung PT Terra Drone Indonesia di Kemayoran, Jakarta Pusat, pada Selasa (9/12/2025), menewaskan 22 orang. Peristiwa tragis ini mengungkap sederet kelalaian fatal dalam manajemen gedung dan penyimpanan baterai. Direktur Utama PT Terra Drone Indonesia, Michael Wishnu Wardana, ditetapkan sebagai tersangka setelah polisi menemukan enam kelalaian yang dinilai memicu kebakaran maut tersebut.

Penyebab Kebakaran

Polisi memastikan bahwa kebakaran dipicu oleh baterai lithium polymer (LiPo) berkapasitas 30.000 mAh yang jatuh dari tumpukan dan langsung menimbulkan percikan api. Dua saksi kunci melihat kejadian tersebut. Mereka menyatakan bahwa baterai ukuran 30.000 mAh itu ada dalam tumpukan sekitar empat tumpukan, lalu jatuh dan menyebabkan percikan api. Di tempat tersebut juga terdapat baterai-baterai lainnya.

Percikan api tersebut menyambar baterai lain di ruang inventori atau gudang mapping di lantai satu, tempat penyimpanan berbagai baterai drone, termasuk yang rusak atau sedang diservis. Polisi juga menemukan 6–7 baterai LiPo rusak yang ditumpuk bersama baterai lain. Kebakaran diperkirakan terjadi antara pukul 12.15–12.20 WIB. Petugas damkar menerima laporan pukul 12.43 WIB, tiba pukul 12.50 WIB, dan api dapat dipadamkan pukul 14.10 WIB.

Penyimpanan Baterai yang Tidak Sesuai Standar

Hasil penyidikan menunjukkan bahwa manajemen tidak memiliki SOP penyimpanan baterai lithium yang mudah terbakar. “Hasil penyidikan kami menemukan fakta bahwa tidak ada SOP terkait dengan penyimpanan baterai flammable (mudah terbakar),” ujar Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Susatyo. “Kemudian tidak ada pemisahan antara baterai rusak, baterai bekas, maupun baterai yang sehat, semua dijadikan satu,” lanjutnya.

Ruang penyimpanan baterai seluas 2×2 meter di lantai satu dinilai tidak layak karena tidak memiliki ventilasi dan tidak dilengkapi material tahan api. Tidak jauh dari ruangan tersebut terdapat mesin genset dengan potensi panas. Kondisi penyimpanan yang bercampur dan berada di ruang sempit tanpa perlindungan disebut menjadi faktor serius yang memperbesar risiko kebakaran.

Polisi juga mengungkap lima pelanggaran keselamatan gedung yang dilakukan manajemen PT Terra Drone. “Tidak ada pintu darurat, tidak ada sensor asap, tidak ada sistem proteksi kebakaran, tidak ada jalur evakuasi,” ujar Susatyo. Gedung enam lantai tersebut sebenarnya memiliki IMB dan sertifikat layak fungsi (SLF) sebagai kantor, tetapi digunakan juga sebagai gudang.

Kaca Tidak Pecah dan Kurangnya Sistem Alarm

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Roby Saputra menambahkan, sebagian besar area gedung tertutup kaca dan kaca yang digunakan tidak mudah pecah. “Dari lantai 2 sampai dengan lantai 6 yang tertutup kaca, itu juga yang menjadi perkiraan kami bahwa dari 22 korban juga ada banyak yang (ditemukan) di pinggiran kaca,” ujar Roby. Korban diduga berusaha memecahkan kaca untuk keluar, tetapi tidak berhasil karena kaca hanya bisa pecah dengan alat khusus.

Kantor tersebut juga tidak memiliki alarm kebakaran. “Alarm kebakaran juga berdasarkan keterangan saksi tidak ada, tidak ada alarm dari sistemnya sendiri,” jelas Roby. Susatyo mengonfirmasi, 22 orang meninggal dunia, terdiri dari tujuh laki-laki dan 15 perempuan. Satu korban merupakan ibu hamil dengan usia kandungan tujuh bulan. Mayoritas korban ditemukan di lantai 3, 4, dan 5 karena karyawan di lantai 6 dapat naik ke rooftop.

Bantahan Bos Terra Drone

Michael Wishnu, melalui kuasa hukumnya, Stella Masangi, membantah bahwa kantor kliennya tidak memiliki jalur evakuasi. Menurut Stella, sejumlah infrastruktur untuk keamanan karyawan sudah dimiliki oleh Kantor PT Terra Drone Indonesia yang berada di Kemayoran, Jakarta Pusat. “K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja) ada, APAR (alat pemadam api ringan) ada, jalur evakuasi ada,” ujar Stella di Mapolres Metro Jakarta Pusat, Jumat.

Stella juga mengungkapkan, PT Terra Drone Indonesia memiliki gudang sendiri untuk penyimpanan yang letaknya berada jauh dari lokasi kantor saat ini. Kantor PT Terra Drone yang ada di Kemayoran berfungsi sebagai kantor saja. Jika ada baterai yang berada di lantai 1, itu hanya sebatas bagian dari barang yang sedang ditaruh di tempat transit. “Tidak ada sebenarnya ruang penyimpanan khusus (di kantor Kemayoran), itu hanya untuk inventory transit sementara,” kata Stella.

Stella menyebut, penangkapan yang dilakukan polisi terhadap Michael Wishnu Wardana cacat prosedural. Sebelum ditangkap, polisi sempat mengirimkan surat pemanggilan untuk Michael Wishnu menghadiri pemeriksaan pada Kamis (11/12/2025). “Tetapi di tanggal 10 sudah didatangi dan dijemput secara paksa,” ucap Stella.

📲 Ikuti terus berita kami di Google News .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.