Penurunan Keluhan Publik Terkait Layanan SKCK di Jakarta
Baintelkam Polri baru-baru ini merilis hasil Survei Kepuasan Masyarakat (SKM) terhadap layanan Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) di Jakarta. Hasil survei menunjukkan tren kenaikan signifikan dalam tingkat kepuasan masyarakat terhadap layanan tersebut pada tahun 2025.
Peluncuran hasil survei dilakukan pada Senin, 24 November 2025, di Hotel Grand Sahid, Jakarta. Acara ini diselenggarakan bersama Pripol dan menjadi momentum penting untuk menegaskan komitmen Baintelkam Polri dalam meningkatkan kualitas layanan publik. Dalam acara tersebut, berbagai pihak terkait hadir untuk membahas perkembangan dan peningkatan layanan SKCK.
Salah satu faktor utama yang menyebabkan peningkatan kepuasan masyarakat adalah digitalisasi proses pengajuan SKCK. Digitalisasi ini membuat proses lebih cepat, mudah, dan transparan. Masyarakat kini dapat mengakses layanan SKCK dari mana saja tanpa harus datang langsung ke kantor polisi.
Kabid Yanmas Baintelkam, Kombes Pol Yosef Sriyono, menjelaskan bahwa kerja sama antara Baintelkam Polri dengan Pripol telah berlangsung selama satu dekade. Kerja sama ini digunakan sebagai alat evaluasi tahunan terhadap layanan SKCK. Ia juga menekankan bahwa digitalisasi SKCK mempermudah akses masyarakat dari berbagai daerah, termasuk kemudahan pengambilan berkas di sejumlah polsek wilayah Metro Jaya.
“Tujuannya agar masyarakat lebih mudah mengakses SKCK dari mana saja. Untuk wilayah Metro Jaya, pengambilan juga sudah bisa dilakukan di sejumlah polsek,” ujarnya.
Survei ini menjadi pijakan strategis bagi Polri dalam meningkatkan layanan publik agar tetap relevan, cepat, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Menurut Kombes Yosef, digitalisasi SKCK merupakan komitmen Polri untuk memberikan layanan yang lebih baik.
Ketua Tim Peneliti Pripol, DR. M. Gausyah, menyampaikan bahwa capaian kepuasan publik naik dari 86 menjadi 88,03. Angka ini mencerminkan respons positif masyarakat terhadap transformasi layanan SKCK. Ia menjelaskan bahwa digitalisasi membuat proses SKCK lebih sederhana, terutama karena integrasi sidik jari dengan NIK Dukcapil yang mengurangi tahapan administrasi yang dulu menyulitkan.
“Digitalisasi SKCK membuat proses lebih sederhana. Masyarakat kini tak perlu lagi sidik jari karena sudah terintegrasi dengan NIK Dukcapil,” jelasnya.
Dalam kegiatan ini, Ombudsman RI turut serta memantau peningkatan layanan tersebut. Hasil pemantauan menunjukkan hampir tidak ada lagi keluhan publik terkait pelayanan SKCK yang sebelumnya sering menjadi sorotan.
Siti Uswatun Hasanah dari Ombudsman menyebut bahwa petugas kini bekerja lebih ramah dengan prosedur yang jelas. Hasil peninjauan lapangan menunjukkan bahwa tidak ditemukan pungutan liar.
“Di Ombudsman sudah lama tidak ada laporan soal SKCK. Kami juga lakukan mystery shopping, hasilnya petugas ramah, prosedur jelas, bahkan tidak ada pungli,” ujar Siti.
Perubahan Signifikan dalam Proses Pengajuan SKCK
Proses pengajuan SKCK telah mengalami perubahan besar sejak penerapan digitalisasi. Masyarakat kini tidak perlu repot-repot datang ke kantor polisi secara langsung. Selain itu, integrasi data seperti NIK Dukcapil dan sidik jari telah mempercepat proses administrasi.
Adanya sistem digitalisasi ini juga memastikan bahwa proses pengajuan SKCK lebih transparan dan akuntabel. Hal ini sangat penting dalam meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap layanan kepolisian.
Selain itu, penggunaan teknologi informasi dalam pengajuan SKCK juga memberikan kemudahan bagi masyarakat yang tinggal di daerah. Mereka dapat mengajukan SKCK secara online tanpa harus melakukan perjalanan jauh.
Keberhasilan Digitalisasi SKCK
Digitalisasi SKCK telah membuktikan manfaatnya dalam meningkatkan kualitas layanan. Tidak hanya mempercepat proses, tetapi juga memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat. Berbagai kebijakan yang diterapkan oleh Baintelkam Polri telah mendapatkan apresiasi dari masyarakat luas.
Tidak hanya itu, digitalisasi juga membantu mengurangi beban kerja petugas di lapangan. Dengan sistem yang terintegrasi, petugas dapat fokus pada pelayanan yang lebih baik dan efisien.
Hasil survei kepuasan masyarakat menunjukkan bahwa keberhasilan digitalisasi ini sangat terasa. Masyarakat merasa puas dengan proses yang lebih cepat dan transparan.
📲 Ikuti terus berita kami di Google News .







