Elon Musk Ajak Boyot Netflix Karena Konten LGBT, Ini Tanggapan Komdigi

by -1106 Views

Peran Komdigi dalam Mengawasi Konten Anak di Platform Digital

Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) telah menanggapi isu yang muncul terkait konten animasi untuk anak-anak di platform Netflix. Isu ini muncul setelah Elon Musk, CEO Tesla, mengajak pengikutnya di media sosial untuk membatalkan langganan akun Netflix karena adanya unsur LGBT dalam acara animasi yang ditayangkan.

Direktur Jenderal Pengawasan Ruang Digital Komdigi, Alexander Sabar, menyatakan bahwa pihaknya secara aktif melakukan pengawasan terhadap semua penyelenggara sistem elektronik (PSE), termasuk Netflix. Ia menekankan bahwa perlindungan anak menjadi prioritas utama dalam pengawasan tersebut.

“Kami terus memantau seluruh konten tayangan di platform digital. Terlebih lagi untuk konten yang ditujukan kepada anak-anak,” ujar Alexander saat berbicara di Jakarta Selatan, Kamis (2/10).

Ia menjelaskan bahwa hingga saat ini belum ada laporan resmi yang masuk mengenai dugaan adanya konten yang mengandung unsur LGBT. Namun, ia memastikan bahwa Komdigi tetap menjalankan tugasnya dengan melihat setiap aduan yang masuk.

“Jika ada laporan, kami akan segera meninjau dan memanggil pihak terkait untuk konfirmasi. Meskipun OTT seperti Netflix memiliki perbedaan dibandingkan PSE UGC, kami tetap melakukan pengawasan terhadap semua konten yang tersedia.”

Perbedaan antara PSE UGC dan Platform seperti Netflix

PSE UGC merujuk pada platform yang memungkinkan pengguna membagikan konten sendiri, seperti TikTok, Instagram, YouTube, atau X (Twitter). Berbeda dengan Netflix, di mana konten yang ditampilkan berasal dari perusahaan itu sendiri.

Elon Musk sebelumnya menyampaikan pesan kepada para pengikutnya di media sosial untuk membatalkan langganan Netflix. Alasannya adalah karena acara animasi yang disajikan untuk anak-anak mengandung karakter transgender. Acara tersebut bernama Dead End: Paranormal Park, yang diproduksi oleh Hamish Steele.

Animasi ini menampilkan karakter remaja gay dan transgender bernama Barney serta sahabatnya, Norma Khan, yang merupakan gadis biseksual sekaligus autis. Cerita ini mengikuti kisah Barney yang melarikan diri ke rumah hantu untuk menghindari neneknya yang tidak menerima identitasnya.

Musk mengatakan, “Batalkan (akun langganan) Netflix demi kesehatan anak-anak Anda,” melalui akun X-nya, seperti dilansir oleh Business Insider, Rabu (1/10).

Netflix dan Penayangan Kembali Acara yang Dibatalkan

Sebenarnya, Netflix pernah membatalkan penayangan Dead End: Paranormal Park pada 2023 karena isu LGBT. Namun, acara ini kembali muncul di X dalam beberapa hari terakhir melalui akun-akun seperti Gays Against Groomers dan Libs of TikTok. Akun-akun ini menyatakan bahwa acara tersebut ditujukan untuk anak-anak.

Meskipun Netflix tidak berkomentar apa pun terkait hal tersebut, acara ini tetap tersedia untuk streaming di platform setelah pembatalan serial pada 2023. Tidak ada promosi aktif dari perusahaan, namun semua episodenya masih dapat diakses.

Respons dari Elong Musk dan Dampak pada Harga Saham Netflix

CEO Tesla ini mengkritik acara animasi Netflix yang menampilkan tokoh utama remaja transgender. Musk mengajak 226 juta pengikutnya untuk mengambil tindakan terkait isu ini.

Akibat dari komentar Musk ini, harga saham Netflix turun sekitar 2% pada perdagangan Rabu (1/10). Kecaman Musk muncul setelah beberapa akun di X, termasuk akun populer @LibsofTikTok, baru-baru ini menyerukan boikot Netflix sembari mengkritik Dead End: Paranormal Park dan kreatornya, Hamish Steele.

Musk juga telah mengunggah ulang dan mendukung akun-akun yang menuduh Netflix mempromosikan ideologi transgender kepada anak-anak di platform streaming. Hal ini menunjukkan bahwa isu tentang konten yang dianggap tidak sesuai dengan nilai-nilai tertentu terus menjadi perbincangan publik.

📲 Ikuti terus berita kami di Google News .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.