Kolaborasi Lintas Sektor untuk Percepatan Transisi Energi
Indonesia dan kawasan ASEAN terus memperkuat upaya percepatan transisi energi melalui berbagai kolaborasi lintas sektor. Salah satu inisiatif yang menarik perhatian adalah penyelenggaraan Enlit Asia – Electricity Connect 2026. Acara ini akan diadakan pada tanggal 22–24 September 2026 di ICE BSD Tangerang, Banten.
Tujuan utama dari acara ini adalah untuk mendorong transisi energi di kawasan ASEAN. Beberapa fokus utamanya mencakup penyediaan listrik untuk pusat data (data center), digitalisasi serta pengembangan infrastruktur teknologi informasi dan komunikasi (TIK), dan peran energi nuklir dalam peta jalan energi masa depan.
Kebijakan Pemerintah yang Menjaga Komitmen
Sekretaris Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral RI, Wanhar Abdurrahim, menyatakan bahwa pemerintah Indonesia sedang mengakselerasi transisi energi dengan membuka peluang investasi hijau yang sangat besar. Fokus utama mereka adalah mencapai target pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) sebesar 100 GW sebagai pilar utama bauran energi nasional.
“Kami berkomitmen menciptakan iklim investasi yang kondusif melalui kebijakan yang konsisten guna memastikan ketersediaan energi bersih yang kompetitif bagi industri masa depan di tanah air. Melalui Enlit Asia – Electricity Connect 2026, kami mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk berkolaborasi menjawab kebutuhan listrik sektor data center yang tumbuh ekspansif melalui kebijakan yang konsisten dan inovatif,” ujarnya.
Peran PLN dalam Mewujudkan Visi Energi Bersih
Direktur Utama PT PLN (Persero), Darmawan Prasodjo, menegaskan peran strategis PLN dalam menerjemahkan peta jalan transisi energi menjadi hasil nyata. Dalam sesi Executive Briefing mendatang, PLN akan memaparkan arah kebijakan operasional yang fokus pada akselerasi proyek energi baru terbarukan (EBT) dan penguatan sistem.
“Melalui acara ini, kami akan memberikan Policy Direction PLN yang jelas, terutama dalam menerjemahkan kebijakan Pemerintah menjadi hasil nyata, mulai dari akselerasi proyek PLTS dan Battery Energy Storage System (BESS) hingga penguatan Program Listrik Desa (Lisdes),” ungkapnya.
Kolaborasi Strategis untuk Pengembangan Energi
Ketua Umum Masyarakat Ketenagalistrikan Indonesia (MKI) Suroso Isnandar menilai kolaborasi strategis antara MKI, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, PT PLN (Persero) dan Clarion Events dalam menghadirkan Enlit Asia – Electricity Connect 2026 ini mencerminkan komitmen kuat lintas pemangku kepentingan dalam mendorong pengembangan sektor energi.
“Kolaborasi antara MKI, Clarion Events, Kementerian ESDM, dan PT PLN (Persero) dalam penyelenggaraan Enlit Asia – Electricity Connect 2026 menjadi acara penting untuk mendukung dan mempercepat pengembangan sektor energi Indonesia dan ASEAN. Peran asosiasi industri, dalam hal ini MKI, sangat krusial dalam menjembatani kebijakan, kesiapan industri, dan inovasi teknologi dalam transisi energi Kawasan,” kata dia.
Enlit Asia: Pertemuan Global untuk Sebuah Tujuan Bersama
Enlit Asia merupakan acara tahunan yang mempertemukan pembuat kebijakan, utilitas, pelaku industri, penyedia teknologi, dan inovator sektor ketenagalistrikan ASEAN. Acara ini telah berhasil menghadirkan lebih dari 11.000 peserta dan 280 exhibitor dari berbagai negara.
Sementara itu, Electricity Connect yang merupakan acara tahunan MKI dan sebelum tahun 2024 lebih dikenal sebagai Hari Listrik Nasional, hadir untuk memperkuat infrastruktur ketenagalistrikan Indonesia sebagai tulang punggung pertumbuhan ekonomi dan tanggung jawab lingkungan.
Penyelenggaraan tahun ini didukung penuh oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Republik Indonesia serta PT PLN (Persero). Kolaborasi ini menjadi krusial di tengah kebutuhan investasi sektor ketenagalistrikan Indonesia yang diestimasi mencapai lebih dari USD 500 miliar demi mencapai target Net Zero Emission (NZE).
Energi Nuklir dan Target Ambisius PLTS
Sebagai tulang punggung dekarbonisasi nasional, Pemerintah Indonesia kini memacu pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dengan target ambisius sebesar 100 GW. Langkah ini tidak hanya bertujuan menurunkan emisi, tetapi juga merespons lonjakan kebutuhan listrik sektor digital, khususnya data center, yang diprediksi tumbuh hingga 20% per tahun di kawasan ASEAN.
📲 Ikuti terus berita kami di Google News .





