Ganti Warna Tiga Kali, Komet Antarbintang 3I/ATLAS Terkuak Perilaku Aneh

by -239 Views

Komet Antarbintang 3I/ATLAS Mengalami Perubahan Warna dan Percepatan Tak Terduga

Komet antarbintang 3I/ATLAS sedang menarik perhatian para ilmuwan karena mengalami perubahan warna yang tak biasa, yaitu menjadi lebih biru setelah melewati peristiwa pencerahan yang cepat dan tak terduga. Fenomena ini terjadi saat komet bersembunyi di balik Matahari, sehingga sulit untuk diamati dari Bumi. Namun, dengan bantuan wahana antariksa seperti STEREO, SOHO, dan satelit cuaca GOES-19, astronom berhasil mengamati perubahan tersebut.

Ini adalah ketiga kalinya para ahli mencatat perubahan warna pada komet, tetapi hingga kini belum ada bukti bahwa perubahan ini bersifat permanen. Komet 3I/ATLAS, yang merupakan objek antarbintang ketiga yang diketahui mengunjungi Tata Surya kita, awalnya ditemukan pada 1 Juli lalu oleh ATLAS (Asteroid Terrestrial-impact Last Alert System). Dengan kecepatan dan eksentrisitas yang ekstrem, komet ini dipastikan berasal dari luar Tata Surya, menyusul 1I/’Oumuamua dan 2I/Borisov.

Kecepatan dan Jalur Komet 3I/ATLAS

Komet 3I/ATLAS terlihat melesat menuju Matahari dengan kecepatan lebih dari 130.000 mph (210.000 km/jam) pada awal Juli. Menurut Live Science, komet ini berpotensi menjadi yang tertua dari jenisnya yang pernah dilihat dan kemungkinan terlontar dari sistem bintang asalnya, di suatu tempat di perbatasan Bima Sakti, lebih dari 7 miliar tahun lalu. Sejak saat itu, komet ini telah berlayar melalui ruang antarbintang sebelum membuat pertemuan dengan Tata Surya kita.

Pada 29 Oktober, saat komet mendekati titik terdekatnya dengan Matahari (perihelion), ia terhalang dari pandangan teleskop Bumi. Namun, observasi menggunakan wahana antariksa memberikan data penting. Hasilnya menunjukkan bahwa komet mencerah secara signifikan hingga sekitar magnitudo 9. Peneliti dari IFL Science menyatakan bahwa fotometri warna menunjukkan bahwa komet jauh lebih biru daripada Matahari.

Akselerasi Non-Gravitasi dan Spekulasi

Selain perubahan warna, tim peneliti lain juga mendeteksi adanya tanda-tanda akselerasi non-gravitasi pada komet saat mendekati perihelion. Avi Loeb, astronom Harvard, menjelaskan bahwa percepatan ini terukur pada jarak perihelion 3I/ATLAS sebesar 1,36 astronomical units (sekitar 203 juta kilometer).

Meskipun spekulasi tentang kemungkinan serangan alien sempat muncul, mayoritas astronom menolak ide tersebut. Percepatan non-gravitasi justru dianggap sebagai bukti dari perilaku komet yang tidak biasa. Hal ini terjadi karena komet mulai mengeluarkan gas secara signifikan saat mendekati Matahari, menyebabkan hilangnya massa. Dorongan dari gas yang dikeluarkan inilah yang menghasilkan percepatan tambahan.

Loeb menjelaskan bahwa jika kecepatan pancaran termal gas komet beberapa ratus meter per detik, komet akan kehilangan sekitar sepersepuluh massanya selama melintasi perihelion. Ia memprediksi bahwa hilangnya massa yang masif seperti itu harus dapat dideteksi dalam bentuk gumpalan gas besar di sekitar 3I/ATLAS selama bulan-bulan mendatang, November dan Desember 2025.

Misteri yang Masih Belum Terpecahkan

Wahana JUICE (European Space Agency) yang sedang menuju Jupiter mungkin dapat mendeteksi hilangnya massa ini selama awal November. Tim peneliti yang menggunakan observatorium Matahari menyimpulkan bahwa outgassing yang signifikan kemungkinan telah terjadi, memperkuat bukti perilaku komet yang menarik.

Namun, alasan untuk pencerahan cepat 3I yang jauh melebihi laju pencerahan sebagian besar komet Oort cloud pada jarak serupa masih belum jelas. Para ilmuwan berspekulasi bahwa percepatan ini mungkin terkait dengan sublimasi air (H2O) yang dihambat oleh pendinginan dari sublimasi karbon dioksida (CO2), yang tetap dominan pada jarak tertentu.

Karena ini baru objek antarbintang ketiga yang dikonfirmasi, banyak misteri yang masih harus dipecahkan. Kesimpulan dari tim peneliti menyatakan bahwa tanpa penjelasan fisik yang pasti, prospek perilaku 3I pasca-perihelion tetap tidak pasti. Observasi lanjutan dapat membantu memberikan penjelasan yang lebih definitif untuk perilaku komet ini.

📲 Ikuti terus berita kami di Google News .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.