Gelombang Pasang Tinggi Ancam Karimun, BMKG Minta Warga Waspada

by -298 Views

Peringatan Banjir Rob di Wilayah Karimun

Wilayah pesisir Kabupaten Tanjung Balai Karimun memiliki potensi terkena dampak banjir rob dan air pasang maksimum hingga 26 Desember mendatang. Peringatan ini dikeluarkan oleh Stasiun Meteorologi Raja Ali Abdullah Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau (Kepri), melalui rilis yang diterbitkan pada Rabu (17/12/2025).

BMKG Stasiun Meteorologi Raja Ali Abdullah Kabupaten Karimun menyebutkan bahwa banjir rob dan pasang air laut akan terjadi antara tanggal 18 hingga 26 Desember 2025. Peristiwa ini disebabkan oleh gelombang pasang yang berpotensi muncul dalam rentang waktu tersebut. Wilayah-wilayah yang akan terdampak meliputi Kundur Barat, Karimun, Tebing, Meral, dan sekitarnya.

Perkiraan pasang air laut akan terjadi dua kali dalam sehari, yaitu pada pagi hingga siang hari antara pukul 09.10 – 13.50 WIB dan malam hingga dini hari antara pukul 22.40 – 02.20 WIB. Ketinggian air pasang mencapai rata-rata 2.8 meter dengan tinggi maksimum 3.45 meter pada tanggal 23 Desember 2025 pada pukul 11.50 WIB, yang diukur dari Lowest Astronomical Tide (LAT).

Banjir rob dapat memengaruhi berbagai aktivitas masyarakat di sekitar pelabuhan dan pesisir. Hal ini termasuk aktivitas bongkar muat di pelabuhan, kegiatan di pemukiman pesisir, serta aktivitas tambak garam dan perikanan darat. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan mempersiapkan langkah antisipasi terhadap kondisi cuaca yang tidak menentu.

Stasiun Meteorologi Raja Ali Abdullah Kabupaten Karimun Kepulauan Riau (Kepri) menghimbau masyarakat untuk selalu memantau informasi terkini dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Dengan informasi yang akurat dan up-to-date, masyarakat dapat lebih siap menghadapi potensi bahaya yang muncul akibat banjir rob.

Langkah Antisipasi yang Direkomendasikan

Berikut beberapa langkah yang direkomendasikan oleh BMKG untuk masyarakat di wilayah Karimun:

  • Meningkatkan kewaspadaan: Masyarakat di daerah pesisir harus tetap waspada terhadap perubahan kondisi cuaca dan tinggi air laut.
  • Memperkuat infrastruktur: Memastikan bangunan di sekitar pesisir cukup kuat untuk menghadapi kemungkinan banjir.
  • Menyediakan perlengkapan darurat: Menyimpan barang-barang penting dan alat-alat darurat seperti lampu senter, makanan, dan air minum.
  • Mengikuti informasi BMKG: Selalu memantau perkembangan cuaca melalui media resmi BMKG atau aplikasi yang tersedia.
  • Membuat rencana evakuasi: Jika diperlukan, masyarakat di daerah rawan banjir sebaiknya membuat rencana evakuasi yang jelas.

Dengan persiapan yang matang dan kesadaran akan risiko banjir rob, masyarakat di Karimun dapat lebih aman dan siap menghadapi situasi yang mungkin terjadi.


📲 Ikuti terus berita kami di Google News .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.