Gerakan Kang Dedi Dorong Donasi Rp 1.000 Harian, Ini Tanggapan Wali Kota Bandung

by -669 Views

Penjelasan Wali Kota Bandung Mengenai Gerakan Sapoe Sarebu

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, mengungkapkan bahwa dirinya belum mengetahui secara pasti mengenai program gerakan sapoe sarebu (poe ibu) atau gerakan bersama satu hari seribu yang diinisiasi oleh Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. Ia menyatakan bahwa pihaknya masih menunggu surat edaran resmi dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

“Belum tahu. Saya menunggu surat edaran dari beliau dulu, secara tertulis beserta juknisnya,” ujar Farhan saat berada di Balai Kota Bandung, Senin (6/10/2025).

Farhan menjelaskan bahwa pihaknya ingin memastikan agar pengumpulan dana dari masyarakat dilakukan dengan pertanggungjawaban yang benar dan sesuai standar administrasi yang telah ditetapkan oleh Pemprov Jabar. Hal ini dilakukan untuk memastikan kepercayaan masyarakat terhadap proses pengumpulan dana tersebut.

“Kami ingin memastikan pengumpulan dana dari masyarakat ini bisa dilakukan dengan pertanggungjawaban yang benar, sesuai dengan standar administrasi yang akan dibuat oleh pemerintah provinsi,” tambah dia.

Latar Belakang Gerakan Sapoe Sarebu

Sebelumnya, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi meminta aparatur sipil negara (ASN) untuk memberikan donasi sebesar Rp 1.000 per hari kepada masyarakat. Surat edaran tersebut tidak hanya ditujukan kepada ASN di lingkungan Pemprov Jabar, tetapi juga kepada bupati dan wali kota se-Jawa Barat serta Kantor Kemenag Jabar.

Surat edaran bernomor 149/PMD.03.04/KESRA tentang gerakan rereongan sapoe sarebu (poe ibu) (gerakan bersama-sama sehari seribu) dikeluarkan pada 1 Oktober 2025 lalu. Dalam surat tersebut, disebutkan bahwa gerakan ini merujuk kepada Peraturan Pemerintah Nomor 39 Tahun 2012 tentang penyelenggaraan kesejahteraan sosial, yang menyatakan bahwa masyarakat memiliki peran dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui nilai-nilai luhur budaya bangsa, kesetiakawanan sosial, dan kearifan lokal.

Tujuan dan Perkembangan Gerakan

Gerakan ini lahir sebagai respons terhadap banyaknya masyarakat yang mengadu ke rumah Dedi Mulyadi di Lembur Pakuan, Subang. Menurut Kepala Bappeda Jabar, Dedi Mulyadi, gerakan sapoe sarebu (poe ibu) adalah gerakan masif yang digagas oleh gubernur untuk menangani situasi ekonomi masyarakat Jawa Barat yang terbatas dan tidak memiliki tempat untuk mencari bantuan.

“Ya yang pertama gerakan sapoe sarebu (poe ibu) gerakan masif yang digagas pak gubernur untuk menyikapi kejadian beberapa masyarakat Jawa Barat di luar Jawa Barat yang secara ekonomi keterbatasan dan tidak ada tempat untuk mencari bantuan makanya bergerak ke pak gubernur lalu mereka ke lembur Pakuan,” ucap Dedi Mulyadi, Sabtu (4/10/2025).

Ia menjelaskan bahwa ribuan warga, baik dari Jawa Barat maupun luar Jawa Barat, datang ke Lembur Pakuan Subang. Mereka banyak yang mengeluhkan kondisi hidup mereka dan memerlukan bantuan.

Harapan Gubernur Jawa Barat

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengajak masyarakat untuk berbagi dan berempati kepada masyarakat yang membutuhkan, khususnya di bidang kesehatan dan pendidikan. Langkah pertama yang diambil adalah dengan melibatkan PNS Provinsi Jawa Barat melalui dinas, badan, dan kantor. Diharapkan pemerintah kabupaten dan kota serta instansi terkait melakukan hal serupa.

“Kalau punya tabungan poe ibu bisa langsung dibantu (warga),” kata Dedi Mulyadi.

Ia menekankan bahwa pemerintah daerah harus mengikuti langkah serupa, karena warga yang datang ke Lembur Pakuan tidak hanya berasal dari Subang, tetapi juga dari berbagai daerah lainnya.

📲 Ikuti terus berita kami di Google News .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.