Guru Honorer Viral, Gaji Sebulan Hanya Rp66 Ribu

by -237 Views

Guru Honorer yang Mengunggah Slip Gaji Rp66 Ribu, Sebuah Cerita tentang Kekuatan dan Harapan

Guru honorer sering kali menjadi perhatian publik karena kondisi kerja mereka yang tidak selalu stabil. Salah satu kasus yang menarik perhatian adalah kisah seorang guru honorer yang mengunggah slip gajinya di media sosial. Dalam unggahan tersebut, terlihat bahwa guru tersebut hanya menerima honor sebesar Rp66 ribu setelah dipotong berbagai biaya.

Honor yang Hanya Cukup untuk Bensin Seminggu

Slip gaji itu dibagikan melalui akun Instagram @akangguru pada Senin (17/11/2025). Dalam rincian slip gaji tersebut, guru honorer itu mendapat honor sebesar Rp300.000 dari 15 jam mengajar dengan tarif Rp20.000 per jam. Selain itu, ia juga menerima biaya transportasi sebesar Rp216.000 untuk 27 kali hadir. Total honor yang seharusnya diterima adalah Rp516.000. Namun, karena memiliki pinjaman koperasi, setiap bulan gajinya dipotong sebesar Rp450.000. Akibatnya, hanya tersisa Rp66.000 yang bisa dibawa pulang.

Gaji tersebut dinilai sangat kecil, bahkan cukup untuk membeli bensin selama satu minggu saja. “Gaji bulan ini cuma cukup buat bensin seminggu,” tulis sang guru dalam unggahannya. Meski demikian, ia tetap semangat mengajar karena melihat senyum para muridnya.

Mencari Penghasilan Tambahan Tanpa Tinggalkan Kelas

Guru honorer tersebut juga menyampaikan pikirannya tentang kemungkinan memiliki penghasilan tambahan tanpa harus meninggalkan kelas. Ia mengaku sedang mencoba mengasah keahliannya di bidang digital marketing. Dalam bio Instagramnya, ia menuliskan pengalaman 10 tahun lebih di bidang tersebut serta sedang mengulik produk digital.

Ia menjelaskan bahwa slip gaji tersebut bukan hanya untuk mencari perhatian netizen, melainkan sebagai study kasus umum yang dialami oleh banyak orang. “Ini study kasus general real ya sodas sendiri yang mengalaminya,” tulisnya. Ia juga berharap bisa membantu sharing pengalaman tersebut.

Kekuatan dan Harapan yang Tersembunyi

Dalam curhatannya, ia mengungkapkan bahwa mengajar bukan hanya transfer ilmu, tapi juga transfer harapan. “Dulu saya pernah mengajar, gak lama tapi, cukup buat bikin saya ngerti satu hal: ngajar itu bukan cuma transfer ilmu tapi transfer harapan,” tulisnya.

Ia juga membagikan foto kenangannya saat mengajar sebagai guru honorer. Dalam unggahan tersebut, ia menulis bahwa seorang guru honorer terlihat kuat, padahal gaji tidak seberapa. “Makannya tiap lihat guru honorer, saya selalu mikir: mereka ini pahlawan tanpa panggung,” tulisnya.

Pesan untuk Para Guru Honorer

Ia menyampaikan pesan dan ucapan terima kasih kepada para guru honorer yang masing-masing berjuang. “Buat teman-teman guru honorer yang masing berjuang: kalian mungkin gak merasa spesial, tapi banyak banget orang yang hidupnya berubah karena kalian. Terima kasih sudah mengajar, bahkan ketika dunia sering lupa menghargai. Semoga pintu-pintu rezeki yang lebih baik kemuka satu per satu,” tutupnya.

Kisah Lain: Guru Honorer di SMAN 12 Kabupaten Kaur

Selain kisah di atas, ada juga kisah lain tentang guru honorer di SMAN 12 Kabupaten Kaur. Sebanyak 16 guru honorer di sekolah tersebut menerima bayaran Rp12.000 per jam. Uang tersebut berasal dari urunan wali murid.

Praktik ini diungkap oleh anggota DPRD Provinsi Bengkulu, Usin Abdisyah Putra Sembiring. Menurutnya, SMA Negeri 12 Kaur berada di wilayah terpencil dengan akses jalan rusak. Selama tiga tahun terakhir, kegiatan belajar mengajar dilakukan di gedung milik SMPN 22 Nasal.

DPRD Provinsi Bengkulu berjanji akan mengawal usulan pembangunan Unit Sekolah Baru (USB) bagi SMA Negeri 12 Kaur. Jika sekolah tersebut memiliki gedung baru, sekitar sembilan desa terdekat dapat menyekolahkan anak-anaknya tanpa harus jauh.

Selain itu, DPRD juga berkomitmen untuk membantu proses hibah tanah dan pematangan lahan. Dalam kunjungan tersebut, DPRD menyerahkan seperangkat komputer dan printer kepada pihak sekolah. “Selama ini para guru menggunakan monitor komputer lawas dan CPU rusak yang mereka rakit sendiri untuk memenuhi kebutuhan administrasi sekolah,” tutup Usin.

📲 Ikuti terus berita kami di Google News .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.