Guru Kecam Bullying Siswa SD hingga Patah Tangan di Karawang, Orang Tua Selalu Bela Meski Salah

by -168 Views

Kasus Bullying di SD Negeri Tirtajaya, Karawang: Perilaku Pelaku Terungkap

Kasus perundungan atau bullying yang menimpa seorang siswi SD Negeri di Kecamatan Tirtajaya, Kabupaten Karawang, masih menjadi perhatian masyarakat. Korban, seorang bocah perempuan berinisial NER, mengalami patah tulang akibat tindakan yang dilakukan oleh teman sekelasnya. Seorang guru kelas 6 di sekolah tersebut, Nurmala, memberikan penjelasan terkait perilaku pelaku.

Menurut Nurmala, terduga pelaku memiliki pola perilaku yang sudah lama terlihat. Ia dikenal sering mengganggu teman-temannya, terutama murid perempuan. Selain itu, pelaku juga dikenal sangat aktif dan tidak pernah diam.

“Dari sisi psikologis, dia memang senang mengganggu temannya. Ada kesenangan tersendiri,” ujar Nurmala. Menurutnya, kebiasaan jahil pelaku lebih sering ditujukan kepada murid perempuan. Hal ini disebabkan oleh lingkup interaksi yang lebih dekat antara pelaku dan korban.

Sementara itu, Nurmala menyampaikan bahwa pelaku sering bermain bersama siswa perempuan. Meskipun demikian, ia menegaskan bahwa anak tersebut tidak terlihat gagah seperti teman-temannya. “Anaknya nggak gagah. Jailnya itu ke perempuan aja. Soalnya ruang lingkupnya ama perempuan. Anak laki-laki kalau main bola, dia mah ya di dalam kelas aja,” tambahnya.

Selain itu, sikap orang tua pelaku juga menjadi sorotan. Nurmala menyebut bahwa orang tua pelaku sering membela anaknya meski telah melakukan kesalahan. Bahkan, mereka cenderung melaporkan hal-hal sepele.

Korban yang Berprestasi

Berbeda dengan pelaku, korban perundungan ini dikenal sebagai siswi berprestasi. Nurmala menjelaskan bahwa NER sering mendapatkan juara dalam berbagai lomba. Misalnya, ia pernah meraih juara kabupaten dalam lomba pidato dan OSN MIPA. Selain itu, NER juga sering mengikuti les tambahan.

Pihak sekolah mencoba melakukan mediasi antara keluarga pelaku dan korban. Namun, upaya ini tidak berhasil karena keluarga korban merasa tidak ada itikad baik dari pihak pelaku. “Mereka kecewa pihak terduga tidak ada itikad baik. Jadi kami sebagai sekolah ya gimana,” ujar Nurmala.

Pemindahan Siswa Pelaku

Akhirnya, siswa pelaku perundungan dipindahkan dari sekolah. Keputusan ini diambil oleh Tim Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (TPPK), pihak sekolah, keluarga, kecamatan, serta DP3A Karawang. Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Karawang, Wawan Setiawan, menjelaskan bahwa pemindahan ini merupakan hasil musyawarah bersama setelah kejadian pada 6 November.

“Ini hasil musyawarah bersama. Setelah kejadian tanggal 6 November, sekitar seminggu kemudian langsung diputuskan untuk memutasi siswa tersebut,” ujar Wawan.

Wawan menekankan bahwa langkah ini bukan hanya sanksi, tetapi juga upaya menciptakan ruang aman bagi korban serta memberikan pembinaan yang lebih tepat kepada pelaku. Namun, pihak sekolah mengakui bahwa upaya mediasi telah dilakukan, tetapi keluarga korban tetap memilih jalur hukum.

Apakah Pelaku Akan Masuk Barak Militer?

Ketika ditanya apakah siswa tersebut akan masuk barak militer, Wawan menegaskan bahwa hal ini tidak diterapkan untuk semua pelajar. Menurutnya, program pembinaan di barak lebih ditujukan kepada siswa yang sering terlibat tawuran.

“Untuk kasus ini, kami masih perlu mengkaji apakah masuk kriteria atau tidak. Dan itu juga masih siswa kelas VI,” katanya.


📲 Ikuti terus berita kami di Google News .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.