Hadapi Krisis, UPER dan ICONIC-RS 2025 Tegaskan Kolaborasi untuk Ketahanan Global

by -283 Views

Peran Pendekatan Multidisipliner dalam Membangun Ketahanan Global

Selama 30 tahun terakhir, yaitu dari tahun 1970 hingga 2021, tercatat sekitar 12.000 kejadian bahaya yang terkait cuaca, iklim, dan air di seluruh dunia. Sebagian besar dari peristiwa tersebut berupa badai, banjir, dan gelombang panas yang memiliki dampak luas terhadap kehidupan manusia dan perekonomian global. Sayangnya, jumlah populasi yang tinggal di wilayah rawan bencana semakin meningkat. Data dari World Bank menunjukkan bahwa sekitar 1,81 miliar orang, atau sekitar 23% dari total populasi dunia, tinggal di kawasan yang rentan terhadap banjir. Selain itu, jutaan orang lainnya juga terpapar risiko kekeringan, badai tropis, serta kenaikan permukaan laut.

Kondisi ini menegaskan bahwa tantangan ketahanan tidak hanya bersifat struktural, tetapi juga sosial dan perilaku. Hal ini bergantung pada kemampuan masyarakat untuk beradaptasi terhadap perubahan. Kesadaran akan kompleksitas ini mendorong Universitas Pertamina (UPER) menyelenggarakan The 4th International Conference on Contemporary Risk Studies (ICONIC-RS) 2025 dengan tema “Navigating Global Risk: Advancing Economic Resilience, Environmental Sustainability, and Energy Security.” Konferensi ini menjadi wadah kolaborasi lintas disiplin untuk merumuskan strategi adaptif menghadapi risiko global dan memperkuat ketahanan sosial, ekonomi, serta lingkungan.

Adaptasi Sosial sebagai Fondasi Ketahanan

Dalam sesi panel, Prof. Yuri Mansury dari Illinois Institute of Technology, Amerika Serikat, menekankan bahwa ketahanan terhadap bencana berawal dari kemampuan adaptasi masyarakat. Ia menjelaskan bahwa ketahanan risiko berawal dari kemampuan beradaptasi dengan kondisi yang dinamis. Hal ini dapat diwujudkan melalui diversifikasi mata pencaharian, penerapan metode ramah lingkungan, serta pencegahan pembakaran lahan untuk menjaga keberlanjutan dan keamanan energi.

Perencanaan Ruang dan Arsitektur Tangguh

Melanjutkan pandangan tentang adaptasi sosial, Prof. Kenta Kishi dari Akita University, Jepang, menyoroti pentingnya perencanaan tata ruang dan desain arsitektur yang tangguh terhadap bencana. Wilayah Asia, termasuk Jepang dan Indonesia, memiliki tingkat kerentanan tinggi terhadap gempa dan erupsi. Oleh karena itu, kekuatan bangunan tidak hanya memberi rasa aman, tetapi juga menjadi bagian penting dari mitigasi risiko. Penggunaan bahan ramah lingkungan dan teknologi responsif bencana menjadi langkah menuju arsitektur berkelanjutan.

Ketahanan Ekonomi melalui Sistem Keuangan yang Tangguh

Dari perspektif ekonomi, Muhammad Rifq, Spesialis Riset Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), menjelaskan bahwa ketahanan juga perlu dibangun melalui sistem keuangan yang tangguh. Setelah adaptasi manusia dan ruang fisik, ia menekankan bahwa risiko global tidak hanya bersumber dari bencana alam, tetapi juga dari konflik geopolitik dan gangguan rantai pasok energi yang dapat mengguncang stabilitas ekonomi. Krisis di satu wilayah dapat memengaruhi sistem keuangan global. Karena itu, penguatan sektor keuangan dan manajemen risiko menjadi fondasi penting menjaga ketahanan ekonomi nasional.

Transisi Energi sebagai Strategi Utama

Melanjutkan kaitan antara ketahanan ekonomi dan keberlanjutan lingkungan, Gigih Udi Atmo, Ph.D., Direktur Panas Bumi Kementerian ESDM, menegaskan bahwa pengembangan energi baru terbarukan (EBT) merupakan strategi utama menghadapi krisis iklim sekaligus menjaga stabilitas ekonomi nasional. Kolaborasi lintas sektor dalam transisi energi dapat mendorong investasi hijau, membuka lapangan kerja baru, dan meningkatkan produksi EBT hingga 3.600 GW guna mendukung target net zero emission 2060.

Pendekatan Multidisipliner untuk Ketahanan Global

Rangkaian pandangan tersebut menggambarkan satu kesimpulan penting: ketahanan global hanya dapat terwujud melalui pendekatan multidisipliner. Adaptasi sosial, inovasi arsitektur, stabilitas ekonomi, dan transformasi energi harus berjalan beriringan sebagai satu kesatuan sistem. Melalui ICONIC-RS 2025, Universitas Pertamina (UPER) memperkuat perannya sebagai penghubung antara riset akademik, kebijakan publik, dan tindakan nyata dalam menghadapi risiko lingkungan dan ekonomi dunia.


📲 Ikuti terus berita kami di Google News .

About Author: Adam NW

Gravatar Image
Adam Nugraha Wiradhana adalah seorang jurnalis dan mediapreneur yang berdedikasi mengembangkan media digital yang berintegritas. Menjabat sebagai Ketua Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kota Banjarmasin dan Anggota Majelis BPSK Banjarmasin, ia juga dikenal sebagai SEO Expert yang berpengalaman dalam strategi konten dan pengembangan portal berita berbasis teknologi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.