Harga Chip Naik, Harga HP Xiaomi Melonjak Tahun Depan

by -96 Views

Penyesuaian Harga Smartphone Xiaomi Tahun Depan

Konsumen merek Xiaomi perlu bersiap menghadapi kenaikan harga pada tahun depan. Presiden Xiaomi, Lu Weibing, menyampaikan bahwa harga berbagai model smartphone perusahaan akan naik karena lonjakan harga chip memori di pasar global. Hal ini terjadi akibat meningkatnya permintaan komponen tersebut, terutama dari perusahaan teknologi yang sedang membangun server kecerdasan buatan (AI). Akibatnya, produsen seperti Samsung mulai mengalihkan kapasitas produksi dari chip ponsel ke memori berbandwidth tinggi untuk AI.

Pergeseran dalam rantai pasok ini menjadi alasan utama Xiaomi memberi peringatan dini tentang kenaikan harga perangkat mereka. Tekanan harga chip membuat perusahaan sulit mempertahankan harga jual smartphone.

Peringatan Kenaikan Harga yang Menyentuh Konsumen

Presiden Xiaomi, Lu Weibing, menjelaskan bahwa konsumen kemungkinan akan merasakan kenaikan harga ritel yang cukup signifikan. Ia menegaskan bahwa sebagian beban produksi harus dialihkan ke harga perangkat. Namun, menurut Weibing, penyesuaian harga saja tidak cukup untuk menutupi seluruh tekanan biaya yang meningkat.

Peringatan ini bukanlah yang pertama kali. Bulan lalu, Weibing juga telah menyampaikan bahwa lonjakan harga memori membuat perusahaan kesulitan mempertahankan harga jual smartphone. Situasi ini semakin mencuat setelah banyak pengguna mengeluhkan harga awal Redmi K90. Ponsel tersebut dibanderol 2.599 yuan (sekitar Rp 6,1 juta) untuk varian RAM 12/256 GB—lebih tinggi dari pendahulunya, Redmi K80, yang dilepas di harga 2.499 yuan (sekitar Rp 5,8 juta). Kenaikan ini memperkuat dugaan bahwa lini ponsel kelas menengah Xiaomi akan mengalami penyesuaian harga lebih agresif.

Masih Belum Ada Detail Persentase Kenaikan Harga

Meskipun sudah memberikan peringatan, Weibing belum merinci seberapa besar kenaikan harga smartphone Xiaomi pada 2026. Tidak dijelaskan pula apakah penyesuaian itu akan bersifat global, termasuk untuk pasar Indonesia, atau hanya terbatas di beberapa region.

Pertumbuhan Pengiriman Xiaomi di Tengah Tekanan Biaya

Di tengah tantangan harga komponen, performa bisnis Xiaomi justru tetap menunjukkan tren positif. Laporan firma riset Omdia mencatat bahwa Xiaomi berhasil mengirimkan 43,4 juta unit ponsel pada kuartal III 2025, tumbuh 1 persen dibanding periode yang sama tahun lalu. Dengan pangsa pasar global 14 persen, Xiaomi menempati posisi ketiga produsen smartphone terbesar dunia. Posisi pertama masih ditempati Samsung dengan pengiriman 60,6 juta unit (19 persen), disusul Apple dengan 56,5 juta unit (18 persen).

Sementara Transsion dan Vivo menempati posisi keempat dan kelima dengan pangsa pasar masing-masing 9 persen.

📲 Ikuti terus berita kami di Google News .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.