Harga perak anjlok 2,5 persen setelah rekor tertinggi

by -268 Views

Harga Perak Melemah, Emas Menguat di Pasar Komoditas

Harga perak mengalami penurunan pada perdagangan Jumat (12/12/2025), setelah sebelumnya mencapai rekor tertinggi sepanjang masa. Pelemahan harga perak terjadi karena aksi ambil untung dari para pelaku pasar. Harga perak spot ditutup turun sebesar 2,5 persen menjadi 61,96 dollar AS per troy ons, setelah sempat menyentuh level tertinggi sepanjang sejarah di 64,64 dollar AS per troy ons.

Di sisi lain, harga emas justru mengalami penguatan. Harga emas spot ditutup naik sebesar 0,45 persen menjadi 4.299,63 dollar AS per troy ons, setelah mencapai level tertinggi sejak 21 Oktober. Sementara itu, harga emas berjangka kontrak pengiriman Januari 2026 juga menguat sebesar 0,4 persen menjadi 4.328,3 dollar AS per troy ons.

Nilai tukar dollar AS tercatat relatif stabil setelah sebelumnya melemah dalam beberapa sesi terakhir. Penguatan dollar AS membuat logam mulia yang diperdagangkan dalam mata uang tersebut menjadi kurang menarik bagi pembeli dari luar negeri. Bart Melek, Kepala Strategi Komoditas Global TD Securities, mengatakan bahwa ada sedikit tekanan yang muncul, termasuk kenaikan nilai dollar AS dan aksi ambil untung yang memengaruhi harga perak.

Meski demikian, secara mingguan, harga perak masih mencatat kenaikan hampir 5 persen. Selama tahun ini, harga perak telah melonjak sebesar 112 persen. Kenaikan tersebut didorong oleh pengetatan pasokan, permintaan industri yang tetap tinggi, serta masuknya perak ke dalam daftar mineral penting Amerika Serikat (AS).

CMZ dalam sebuah catatan menyebutkan bahwa kenaikan harga perak saat ini sudah terlalu tinggi, sehingga memerlukan kehati-hatian. Namun, dalam jangka panjang, prospek fundamental perak tetap positif mengingat prediksi peningkatan permintaan industri.

Perkembangan Ekonomi dan Suku Bunga

Bank Sentral AS (Federal Reserve) pada pekan ini mengumumkan pemangkasan suku bunga sebesar seperempat poin untuk ketiga kalinya dan menjadi yang terakhir pada tahun ini. The Fed juga memberi sinyal kehati-hatian terhadap pemotongan lanjutan hingga tersedia lebih banyak data ekonomi.

Investor saat ini memperkirakan dua kali pemangkasan suku bunga pada tahun depan dan menantikan laporan penggajian non-pertanian AS yang akan dirilis pekan depan. Dalam lingkungan suku bunga rendah, emas yang tidak memberikan imbal hasil cenderung berkinerja baik.

Melek memprediksi bahwa harga emas pada tahun 2026 akan berada pada level rata-rata 4.213 dollar AS per troy ons.

Tindakan AS terhadap Venezuela

Di tempat lain, Amerika Serikat (AS) bersiap mencegat lebih banyak kapal yang membawa minyak Venezuela setelah menyita sebuah kapal tanker pada pekan ini. Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari peningkatan tekanan Washington terhadap Presiden Venezuela Nicolas Maduro.

📲 Ikuti terus berita kami di Google News .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.