Hujan Deras Sebabkan Banjir di 6 Desa Pasuruan

by -216 Views



PASURUAN, 1News.id

Banjir yang disebabkan oleh hujan deras dengan intensitas tinggi masih menggenangi enam desa di Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur. Ketinggian air bervariasi, mulai dari 30 sentimeter hingga mencapai 100 sentimeter di beberapa titik.

Genangan air ini terjadi akibat meluapnya air sungai yang tidak mampu menampung volume air hujan yang datang dari daerah selatan Kabupaten Pasuruan. Dari laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pasuruan, enam desa yang masih terendam banjir adalah Desa Tambakrejo Kecamatan Kraton, Desa Sukorejo Kecamatan Pohjentrek, Kelurahan Kalianyar Kecamatan Bangil, Desa Kedungringin dan Kedungboto Kecamatan Beji, serta Kelurahan Gempol Kecamatan Gempol.

Menurut Kepala BPBD Kabupaten Pasuruan, Sugeng Hariyadi, ketinggian air paling parah terjadi di Dusun Dungpasar, Desa Tambakrejo, yang mencapai 100 sentimeter. Sementara di desa lainnya, genangan air berkisar antara 30 hingga 50 sentimeter.

Sugeng menjelaskan bahwa banjir ini merupakan dampak dari meluapnya dua sungai, yaitu Sungai Welang dan Sungai Wrati, pada malam hari Senin (24/11/2025). Ia menyebutkan bahwa hujan deras terjadi di wilayah hulu, seperti Purwodadi, Purwosari, dan Pandaan, sehingga menyebabkan air sungai meluap ke permukiman.

“Kami memperkirakan kondisi genangan air akan surut jika tidak ada hujan lagi di daerah hulu,” ujarnya. Namun, untuk daerah yang sering terkena banjir, seperti Desa Kedungringin Kecamatan Beji, kondisi air tidak langsung surut karena letak geografisnya yang rendah.

“Di Kedungringin, genangan air cenderung menjadi kantung air saat musim hujan, sehingga proses penurunan air membutuhkan waktu lebih lama,” jelas Sugeng.

Selain itu, jalur Pantura di Desa Tambakrejo Kecamatan Kraton yang sebelumnya ditutup akibat banjir kini telah dibuka kembali. Kondisi air di area tersebut sudah surut, sehingga semua jenis kendaraan dapat melintas.

“Untuk jalur Pantura sudah aman, karena genangan air sudah surut dan arus lalu lintas kembali normal,” tambah Sugeng.

Dalam situasi ini, BPBD Kabupaten Pasuruan terus memantau perkembangan kondisi banjir dan memberikan informasi kepada masyarakat agar tetap waspada. Mereka juga mengimbau warga untuk menghindari area yang masih tergenang air dan mengikuti anjuran dari petugas penanggulangan bencana.

📲 Ikuti terus berita kami di Google News .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.