Pencapaian yang Menjadi Contoh
Di tengah kritik terhadap birokrasi yang sering kali dianggap lambat dan tidak efisien, Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Dabo Singkep menunjukkan bahwa perubahan positif bisa terjadi. Bukan melalui iklan besar atau slogan yang mencolok, tetapi melalui kerja nyata dan komitmen untuk memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakat.
Pada Selasa, 16 Desember 2025, Kantor Imigrasi tersebut resmi dianugerahi predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK). Penghargaan ini diserahkan dalam acara Penutupan Rapat Koordinasi Evaluasi dan Pengendalian Kinerja Tahun 2025 di Jakarta. Predikat ini menjadi bukti bahwa upaya peningkatan kualitas pelayanan dan pencegahan korupsi telah berhasil dilakukan.
Kepala Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Dabo Singkep, Patri La Zaiba, mengungkapkan kabar ini pada Jumat (19/12/2025) pagi. Ia menyampaikannya dengan nada syukur yang sederhana, tanpa adanya pesta atau perayaan berlebihan.
“Alhamdulillah, penyerahan dilakukan Selasa kemarin saat penutupan Rakor di Jakarta,” ujarnya melalui pesan singkat.
Di balik satu kalimat itu, ada proses panjang yang jarang diketahui oleh publik. WBK bukanlah hadiah undian, melainkan hasil dari evaluasi ketat terhadap kinerja satuan kerja. Proses ini mencakup pencegahan korupsi, tata kelola organisasi, serta kualitas pelayanan publik yang benar-benar dirasakan oleh masyarakat.
Patri menyebut capaian ini sebagai hasil dari komitmen dan konsistensi dalam membangun Zona Integritas dan menjalankan Reformasi Birokrasi secara berkelanjutan. Ini bukan hasil kerja instan, apalagi hanya karena keberuntungan semalam.

“Ini hasil kerja keras dan sinergi seluruh jajaran pegawai yang terus menjunjung nilai integritas, profesionalisme, dan akuntabilitas,” katanya.
Dalam dunia birokrasi yang sering kali dipenuhi kritik, predikat WBK ini menjadi pengingat bahwa perubahan bisa terjadi, meskipun lambat dan tanpa sorak-sorai. Namun, Patri menegaskan bahwa capaian ini bukan akhir dari perjalanan.
“Capaian ini justru menjadi tanggung jawab bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas kinerja dan pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya.
Ia memastikan bahwa predikat WBK akan dijaga bukan sekadar sebagai piagam di dinding kantor, melainkan sebagai standar kerja sehari-hari.
“Dengan diraihnya predikat Wilayah Bebas dari Korupsi, kami berkomitmen memberikan pelayanan keimigrasian yang profesional, cepat, dan berorientasi pada kepuasan masyarakat. Seluruh layanan diselenggarakan dengan prinsip transparansi, akuntabilitas, serta bebas dari pungutan liar dan praktik gratifikasi,” tegas Patri.
Di Dabo Singkep, mungkin perubahan itu tidak selalu terdengar keras. Tapi setidaknya, ada satu kabar baik, kerja sunyi masih bisa dihargai. Dengan predikat WBK, Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Dabo Singkep menunjukkan bahwa birokrasi yang bersih dan efisien adalah sesuatu yang bisa dicapai jika semua pihak bekerja sama dan menjunjung nilai-nilai integritas.
📲 Ikuti terus berita kami di Google News .





