Jembatan Baru di Sichuan Tumbang Akibat Tanah Bergerak

by -690 Views

Jembatan Hongqi di Tiongkok Runtuh Akibat Bencana Tanah Bergerak

Pada hari Selasa, 11 November 2025, Jembatan Hongqi yang terletak di Provinsi Sinchua, Tiongkok, mengalami keruntuhan parah akibat bencana tanah bergerak. Jembatan ini memiliki panjang sekitar 758 meter dan merupakan jembatan beton besar yang menghubungkan wilayah Sinchua dengan pegunungan Tibet. Kejadian ini menarik perhatian dunia karena jembatan tersebut baru saja diresmikan dan dioperasikan pada awal tahun ini.

Dalam video-video yang viral, terlihat awan debu raksasa menyelimuti kaki lereng atau tebing pegunungan tempat ujung jembatan berada. Beberapa saat setelahnya, jembatan yang memiliki konstruksi setinggi lebih dari 172 meter di atas aliran sungai itu ambruk dan terlempar. Jembatan Hongqi rusak hingga hampir ke bagian tengahnya.

Banyak orang menduga bahwa runtuhnya jembatan ini disebabkan oleh kegagalan konstruksi. Insiden ini memicu kekhawatiran tentang standar konstruksi jangka panjang, terutama di provinsi-provinsi di kawasan barat Tiongkok. Wilayah ini dikenal memiliki medan yang tidak stabil secara seismik.

Meskipun belum ada bukti yang jelas tentang cacat konstruksi pada Jembatan Hongqi, kejadian ini terjadi hanya beberapa bulan setelah peristiwa serupa lainnya. Pada Agustus lalu, sebuah jembatan kereta api yang sedang dibangun di Provinsi Qinghai juga runtuh saat operasi pengencangan kabel, menewaskan sedikitnya 12 pekerja dan menyebabkan empat lainnya hilang.

Menurut laporan dari Newsweek, kejadian-kejadian seperti ini memperkuat persepsi bahwa kemampuan Tiongkok dalam investasi infrastruktur berskala besar mulai menurun. Beijing yang dulu dikenal menggelontorkan triliunan dolar untuk pembangunan jalan raya, rel kereta api, dan bandara demi mendorong pertumbuhan ekonomi, kini menghadapi kritik tajam terkait penurunan kendali mutu dan pembangunan proyek-proyek di wilayah-wilayah yang geologisnya tidak stabil atau rentan gempa bumi.

Para pejabat setempat membantah bahwa kejadian di Sinchua disebabkan oleh konstruksi yang buruk. Pemerintah Tiongkok menggambarkan kecelakaan semacam itu sebagai kejadian yang terisolasi atau akibat bencana alam seperti tanah longsor dan banjir bandang.

Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini karena polisi setempat telah menutup jembatan itu sejak malam Senin sebelumnya. Penutupan dilakukan setelah adanya retakan pada tebing dan jalan dekat jembatan pada siang harinya. Saat itu juga terlihat pergerakan tanah di lereng pegunungan.

Seluruh kendaraan yang sempat terdampak dan terjebak telah dievakuasi. China Daily melaporkan bahwa peringatan dan larangan melintasi jembatan dikeluarkan menjelang tengah malam.

Pada hari Selasa siang, kondisi di lereng semakin memburuk dan memicu longsoran yang akhirnya menyebabkan runtuhnya jembatan. Jembatan Hongqi terletak dekat proyek PLTA Shuangjiangkou, salah satu bendungan di aliran Sungai Daduhe.

South China Morning Post memberitakan sebelumnya bahwa proyek tersebut akan menjadi dam tertinggi di dunia nantinya, dengan tinggi 132 meter, setelah proses pengisian air yang dimulai pada 1 Mei lalu selesai.

📲 Ikuti terus berita kami di Google News .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.