Kisah Ketua RT yang Bangun Kolam Ikan di Atas Selokan, Warga Bisa Ambil Gratis

by -273 Views

Inovasi Kolam Gizi Warga yang Menginspirasi

Taufiq Supriadi, seorang Ketua RT di Jakarta Timur, menciptakan inovasi yang menarik perhatian banyak pihak. Dengan nama program “Kolam Gizi Warga”, ia mengembangkan sistem budidaya ikan di atas selokan yang tidak hanya memberikan manfaat ekonomi, tetapi juga menjadi sumber pangan gratis bagi warga, khususnya balita dan lansia.

Inovasi ini terinspirasi dari sistem drainase dua lantai di Tokyo, Jepang. Taufiq mengungkapkan bahwa saat berkunjung ke Tokyo, ia melihat adanya ikan yang hidup di saluran air. Hal ini menjadi dasar bagi ide kolam gizi yang ia ciptakan.

Program ini merupakan pengembangan dari inovasi sebelumnya, yaitu budidaya ikan lele di atas selokan (U-Ditch) sepanjang 14 meter yang telah menjadi sumber ekonomi bagi lingkungan sekitar. Saat ini, kolam gizi warga menyediakan ikan nila dan bawal secara gratis untuk warga, khususnya lansia dan balita.

“Saya bikin kolam gizi buat warga, untuk lansia dan balita, isinya ikan nila dan bawal yang bisa ambil dan dikonsumsi secara gratis,” ujar Taufiq. Ia memastikan bahwa warga hanya boleh mengambil ikan pada masa panen dengan memperhatikan ukuran ikan yang layak konsumsi.

“Kolam gizi warga ini kalau sudah waktunya panen, warga kami izinkan ambil. Biasanya ini tiga bulan, ini sudah waktunya panen yang ini kan sudah gede-gede,” tambahnya.

Selain menyediakan sumber protein hewani, area sekitar kolam juga ditanami berbagai tanaman produktif yang dapat diolah untuk kebutuhan pangan harian. Salah satu contohnya adalah kangkung, yang bisa digunakan sebagai sayuran segar.

“Untuk ketahanan pangan dari sumber protein hewani, lalu ada juga tanaman produktif yang bisa diolah salah satunya kangkung,” jelas Taufiq.

Desain yang Efisien dan Berkelanjutan

Taufiq menjelaskan bahwa desain kolam gizi tidak menutup aliran air dan tidak berpotensi menyebabkan banjir. Struktur beton U-Ditch tetap berfungsi sebagai saluran utama, sehingga tidak mengganggu fungsi drainase.

“Iya saya bikin dua lantai, di atas untuk lele, di bawah tetap saluran air. Enggak ditutup. Saya juga sudah izin ke Kementerian PU dan Dinas SDA,” kata dia.

Dengan adanya kolam gizi dan kolam ikan di atas selokan, warga setempat kini memiliki sumber pangan mandiri yang berkelanjutan dan mudah diakses. Program ini membuktikan bahwa inovasi lokal bisa menjadi solusi untuk masalah-masalah masyarakat, seperti stunting dan ketahanan pangan.

Manfaat yang Dirasakan oleh Masyarakat

Program ini tidak hanya memberikan akses terhadap sumber protein, tetapi juga meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pangan bergizi. Warga kini lebih mudah mendapatkan ikan segar tanpa harus membeli, sehingga mengurangi beban ekonomi keluarga.

Selain itu, kolam gizi juga menjadi tempat edukasi bagi anak-anak dan remaja tentang pentingnya menjaga lingkungan dan mengelola sumber daya alam secara bertanggung jawab.

Dengan inovasi yang kreatif dan berkelanjutan, Taufiq Supriadi menunjukkan bahwa perubahan positif bisa dimulai dari hal-hal kecil. Program “Kolam Gizi Warga” menjadi contoh nyata bagaimana inovasi lokal bisa menjadi solusi untuk masalah global.

📲 Ikuti terus berita kami di Google News .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.