KKP Ekspor Udang Bebas Cesium ke AS

by -424 Views



Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) berhasil melepas ekspor produk udang Indonesia yang telah mendapatkan sertifikasi bebas Cesium-137 atau Cs-137 ke Amerika Serikat. Pelepasan ekspor ini dilakukan di terminal kontainer Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, pada Jumat (31/10).

Kepala Badan Pengendalian dan Pengawasan Mutu Hasil Kelautan dan Perikanan KKP, Ishartini, menjelaskan bahwa KKP melalui Badan Mutu telah menyiapkan skema dan tata laksana sertifikasi bebas Cs-137 sesuai dengan persyaratan yang ditetapkan oleh Food and Drug Administration (FDA) Amerika Serikat dan Import Alert #99-52.

“Tujuan dari hal ini adalah memberikan pelayanan prima kepada masyarakat dan juga mendorong kegiatan ekspor udang yang sehat, bermutu serta aman dikonsumsi untuk keberterimaan di negara tujuan,” ujar Ishartini dalam keterangan resminya di Jakarta, Sabtu (1/11).

Ishartini menyampaikan bahwa FDA AS telah menunjuk KKP sebagai Certifying Entity (CE) untuk udang Indonesia yang diekspor ke AS. Dalam pelaksanaannya, KKP bekerja sama dengan BAPETEN dan BRIN untuk memastikan bahwa udang Indonesia bebas dari kontaminasi Cs-137.



Proses sertifikasi tersebut dilakukan melalui kegiatan scanning dan testing di titik-titik kritis rantai produksi udang, terutama di wilayah Jawa dan Lampung.

“Hari ini 31 Oktober 2025 adalah tanggal entry into effect aturan Import Alert 99-52 di AS dan juga merupakan ekspor perdana udang Indonesia bebas Cs-137. Kita ingin tunjukkan bahwa Indonesia memiliki sistem jaminan mutu level internasional,” jelas Ishartini.

Ishartini menuturkan bahwa dalam ekspor perdana ini, terdapat dua shipment dengan tujuan Pelabuhan New York (NY) dan Los Angeles (LA). Setelah itu, ekspor berikutnya dijadwalkan pada 1 November 2025 dengan tujuan Miami dan Jacksonville, AS.

Beberapa langkah penting yang dilakukan KKP dalam proses sertifikasi ini antara lain:

Pemantauan ketat di seluruh tahapan produksi udang, mulai dari penangkapan hingga pengolahan dan penyimpanan.

Penggunaan alat scanning dan testing yang memenuhi standar internasional untuk memastikan tidak adanya kontaminasi Cs-137.

Kolaborasi dengan lembaga teknis seperti BAPETEN dan BRIN untuk memperkuat validasi hasil uji.

Penyusunan pedoman sertifikasi yang transparan dan mudah dipahami oleh pelaku usaha.

Selain itu, KKP juga berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas produk perikanan Indonesia agar dapat memenuhi standar pasar global. Hal ini mencakup:

Peningkatan kapasitas SDM di bidang mutu dan keselamatan pangan.

Pengembangan infrastruktur laboratorium yang memadai untuk melakukan pengujian mutu.

* Penguatan kerja sama dengan pihak asing untuk memperluas akses pasar.

Ekspor perdana ini menjadi bukti bahwa Indonesia mampu memenuhi standar internasional, terutama dalam hal keamanan dan kualitas produk perikanan. Dengan demikian, eksportir lokal akan lebih percaya diri untuk menembus pasar global, termasuk Amerika Serikat.

Tantangan tetap ada, namun KKP optimis bahwa dengan pendekatan yang tepat dan kolaborasi yang baik, ekspor udang Indonesia akan terus berkembang. Hal ini juga akan berdampak positif pada perekonomian nasional, khususnya bagi para petani dan nelayan yang mengandalkan sektor perikanan sebagai sumber penghidupan.

📲 Ikuti terus berita kami di Google News .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.