Penangkapan Pelaku Pencurian Motor yang Menembak Hansip
Tim Resmob Polda Metro Jaya kembali menangkap pelaku pencurian motor yang menembak seorang hansip hingga tewas. Peristiwa penembakan tersebut terjadi di wilayah Cakung, Jakarta Timur, pada Sabtu (8/11/2025) dini hari sekitar pukul 03.30 WIB.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto mengatakan bahwa pelaku yang ditangkap adalah pria berinisial PS. “Pelaku atas nama PS ditangkap di Jalan SMA 64, Cipayung, Jakarta Timur, pada hari Minggu, 9 November 2024 sekitar pukul 06.00 WIB,” kata Budi, Senin (10/11/2025).
Sebelum menangkap PS, polisi lebih dahulu meringkus pelaku berinisial R di Pelabuhan Bakauheni ketika hendak kabur ke Lampung. “Pelaku diamankan saat akan kabur ke Lampung, diamankan saat menyeberang di Bakauheni,” ungkap Kabid Humas.
Dari tangan kedua pelaku, polisi menyita sejumlah barang bukti berupa kunci T, motor, dan senjata api yang digunakan untuk menembak korban. “Saat ini dua orang pelaku menjalani pemeriksaan intensif dari penyidik Ditreskrimum Polda Metro Jaya,” ujar Budi.
Peristiwa ini bermula ketika korban yang sedang bertugas memantau rekaman CCTV mendapati dua orang tak dikenal hendak mencuri sepeda motor warga. Mendapati kejadian, AS bersama dua warga lainnya bergegas memacu kendaraan menuju lokasi untuk berupaya menggagalkan dan meringkus kedua pelaku pencurian.
Setibanya di lokasi, AS menabrakkan sepeda motor yang dikemudikannya ke motor yang ditumpangi pelaku dengan maksud menggagalkan aksi pencurian tersebut. Sempat terjadi cekcok antara mereka hingga akhirnya seorang pelaku menembakkan senjata api ke arah korban. AS pun seketika jatuh terkapar di lokasi.
Kronologi Penembakan
AS sedang mengamankan lingkungan saat peristiwa itu terjadi. Korban ditembak menggunakan senjata api oleh kawanan pelaku curanmor. Kapolsek Cakung Kompol Widodo Saputro membenarkan adanya kejadian tersebut. Korban berinisial AS (42) yang saat itu sedang tugas jaga malam bersama dua rekannya, T (48) dan R (58).
Dari layar monitor CCTV tampak dua orang tak dikenal sedang membongkar sebuah motor matic. “Kemudian korban, T dan R 2 langsung menuju ke TKP dengan menggunakan sepeda motor yang dikendarai oleh korban sedangkan T dan R diboncengi,” kata Widodo dalam keterangannya, Sabtu (8/11/2025).
Ketika itu, AS langsung menabrak kendaraan para pelaku. Pelaku melawan dengan senjata api, terdengar dua kali suara tembakan hingga timah panas mengenai korban. Kompol Widodo menuturkan korban usai ditembak tersungkur dengan luka tembak di bagian perut kirinya. “Sempat ada duel antara korban dan pelaku saat itu terjadi suara ledakan sebanyak 2 kali kemudian korban langsung terjatuh,” ujar dia.
Melihat kondisi rekan mereka tak berdaya, kedua saksi mengamankan diri dan berteriak meminta pertolongan warga. “Hasil pengecekan Identifikasi awal korban mengalami luka tembak di bagian perut sebelah kiri,” ucap dia. Korban sempat dilarikan ke RS Polri Kramat Jati akan tetapi nyawanya tak tertolong.
Sosok Korban
AS dikenal sebagai seorang kakak yang bertanggung jawab kepada para adiknya. Pernyataan itu diungkap oleh Siti Sarah (41) dan Siti Komariah (32). Keduanya merupakan adik kandung almarhum Atim. Kata Sarah, semasa hidupnya, almarhum AS selalu berbagi kepada dirinya dan Komariah, padahal di satu sisi almarhum juga hidup dengan keterbatasan ekonomi.
Pekerjaan AS semasa hidupnya diungkap Sarah dan Komariah, hanyalah hansip dan buruh serabutan di lingkungannya. “Hansip. Kadang disuruh nyupir pribadi mau. Serabutan. Serabutan, apa aja. Dia besi, motongin besi, mau di belakang. Pinggir kali tuh. Di pinggir kali, Madura-Madura,” kata Sarah kepada awak media di kediaman almarhum Atim, Gang Pelajar, Kampung Baru, Cakung Barat, Jakarta Timur, Minggu (9/11/2025).
“Iya, kadang kalau abis gajian, ‘Nih, punya duit nggak?’ gitu, ‘Punya beras nggak?’. Nggak tahu dia punya duit apa enggak, pasti saya pada dikasih. Biar pun saya udah rumah tangga, saya dikirimin, kirimin duit,” timpal Komariah.
Kondisi tersebut yang menurut Komariah menjadikan sang kakak belum juga menuntaskan masa lajangnya. AS kata Komariah, selama ini enggan memikirkan urusan pribadinya termasuk menikah. Menurut Komariah, kebahagiaan para saudaranya itulah yang menjadi paling utama di kedepankan. “Dia hebatnya nggak mikir dia buat nikah, buat adik-adiknya aja gitu. Nggak pengen buru-buru nikah gitu,” ucap Komariah.
Bahkan, dalam kesaksian Sarah, AS pernah menyatakan, kalau dirinya menikah, tidak ada lagi yang bisa menjaga dan melindungi para adiknya tersebut. “Kalau nikah, adeknya siapa yang jagain? gitu. Karena kan emang orang tua udah nggak ada semua kan. Tinggal dia yang mikirin,” sambung Sarah.
Atas kejadian ini, Sarah dan Komariah menjadi orang yang paling terpukul. Pasalnya, seorang kakak yang merupakan sang penjaga kehidupannya harus tewas di tangan pelaku pencurian kala bertugas menjaga lingkungan rumah.
“Ya sedih lah, kaget kan. Pas dilihat kaget, Aku diketok-ketokin pintu, emang Bapak (orang tua sambung Atim) lagi ngejagain, lagi ngurusin orang sakit kan, di gang itu, terus Bapak ke sini ngetok-ngetok pintu. Aku nggak tahu kejadiannya kayak gimana,” kata Sarah.
“Cuman pas nyampe sono, Kakak udah ngegeletak, udah nggak bernyawa, nggak ada lah gitu, udah… udah dingin, ya. Udah aku sebisa mungkin, maksudnya ngecek nadinya udah nggak ada,” tandas dia.
📲 Ikuti terus berita kami di Google News .





