KPK Lanjutkan Penyelidikan Whoosh, Meski Prabowo Tanggung Utang KCIC

by -180 Views

Penyelidikan Korupsi Kereta Cepat Jakarta Bandung Tetap Berjalan

Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Johanis Tanak, menyatakan bahwa penyelidikan dugaan korupsi terkait proyek Kereta Cepat Jakarta Bandung (KCJB) tetap berlangsung. Hal ini dilakukan meskipun Presiden Prabowo Subianto menyatakan siap bertanggung jawab atas polemik utang Whoosh.

Tanak menegaskan bahwa pernyataan Presiden tidak mengganggu proses penyelidikan yang telah dimulai sejak awal tahun 2025. Menurutnya, Presiden justru mendukung upaya pemberantasan korupsi sebagai bagian dari program prioritas pemerintah.

“Jika nantinya terbukti ada indikasi korupsi dalam proyek Whoosh, KPK akan melaporkan kepada Presiden,” ujar Tanak saat diwawancarai oleh jurnalis di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Rabu (5/11/2025).

Sampai saat ini, tim penyelidik masih melakukan pengumpulan informasi dan data untuk memastikan adanya tindak pidana korupsi. Tanak menjelaskan bahwa proses ini dilakukan agar tidak terjadi kesalahan dalam menetapkan tindakan selanjutnya.

“Masih mengumpulkan data dan informasi. Begitu supaya tidak salah dalam menetapkan,” kata dia.

Setelah bukti yang cukup ditemukan, tim penyidik akan melakukan ekspos di hadapan para pimpinan KPK untuk tindak lanjut penelusuran informasi lainnya.

Dugaan Mark-Up dalam Proyek Kereta Cepat

Sebelumnya, kasus utang Whoosh kembali mencuat setelah Mahfud MD menyampaikan adanya dugaan mark-up dalam proyek kereta cepat tersebut. Mahfud MD menyebutkan bahwa Indonesia memperhitungkan biaya pembangunan kereta cepat sebesar USD52 juta per kilometer, sedangkan perhitungan China hanya sebesar USD17-18 juta per kilometer.

“Dugaan mark-up gini. Menurut pihak Indonesia, biaya per 1 KM kereta Whoosh itu US$52 juta, namun di China sendiri hitungannya hanya US$17 juta sampai US$18 juta. Naik tiga kali lipatkan?” ungkap Mahfud MD dalam akun YouTube Mahfud MD Official, Rabu (15/10/2025).

Proses Penyelidikan yang Masih Berlangsung

Penyelidikan terhadap dugaan korupsi dalam proyek KCJB masih berlangsung secara intensif. Tim penyelidik KPK terus mengumpulkan informasi dan data yang relevan untuk memastikan apakah ada indikasi tindak pidana korupsi dalam proyek tersebut.

Menurut Tanak, langkah-langkah ini dilakukan agar proses penyelidikan dapat dilakukan secara objektif dan transparan. Ia juga menekankan bahwa semua temuan akan diproses sesuai dengan mekanisme hukum yang berlaku.

  • Proses penyelidikan melibatkan koordinasi dengan berbagai pihak terkait.
  • Data dan informasi yang dikumpulkan akan menjadi dasar bagi keputusan selanjutnya.
  • Setiap temuan akan ditinjau ulang oleh pimpinan KPK sebelum diambil tindakan lebih lanjut.

Peran KPK dalam Pemberantasan Korupsi

KPK memiliki peran penting dalam memastikan bahwa proyek-proyek pemerintah berjalan secara benar dan transparan. Dalam kasus KCJB, KPK berkomitmen untuk memastikan bahwa tidak ada praktik korupsi yang terjadi.

  • KPK akan terus memantau perkembangan proyek ini.
  • Semua informasi yang diperoleh akan diproses secara profesional.
  • Jika ditemukan bukti kuat, KPK akan segera mengambil tindakan sesuai aturan hukum.

Kesimpulan

Meski Presiden Prabowo Subianto menyatakan siap bertanggung jawab atas polemik utang Whoosh, penyelidikan dugaan korupsi terhadap proyek Kereta Cepat Jakarta Bandung tetap berjalan. KPK berkomitmen untuk memastikan bahwa proses penyelidikan dilakukan secara objektif dan transparan.

  • Proses penyelidikan masih berlangsung.
  • Tim penyelidik terus mengumpulkan data dan informasi.
  • Semua temuan akan diproses sesuai mekanisme hukum yang berlaku.

Dengan demikian, masyarakat dapat yakin bahwa KPK akan menjalankan tugasnya dengan baik dalam memberantas korupsi di berbagai sektor, termasuk dalam proyek besar seperti KCJB.

📲 Ikuti terus berita kami di Google News .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.