Kunjungi Tempat Penembakan Bondi Beach, PM Australia Dihina

by -169 Views



SYDNEY, 1News.id

Perdana Menteri Australia, Anthony Albanese, mendapat reaksi yang tidak terduga saat menghadiri acara doa bersama di Pantai Bondi, Sydney. Acara ini digelar satu pekan setelah penembakan massal yang menewaskan sedikitnya 15 orang.

Ketika nama Albanese diumumkan dari atas panggung, kerumunan hadirin memberikan ejekan dan teriakan “memalukan”. Beberapa bahkan menyampaikan bahwa dia “tidak diterima di sini”. Reaksi ini dianggap sebagai bentuk kekecewaan dari sebagian masyarakat yang merasa pemerintah pusat belum cukup tegas dalam menangani meningkatnya antisemitisme di Australia.

Kontras dengan respon terhadap Perdana Menteri New South Wales, Chris Minns, yang justru disambut dengan tepuk tangan meriah dan standing ovation. Minns dinilai memiliki kepemimpinan yang kuat selama masa krisis dan sering hadir bersama komunitas Yahudi. Ia juga rutin menghadiri pemakaman dan kegiatan keagamaan sejak insiden berdarah tersebut.

Acara doa bersama di Pantai Bondi diadakan dengan pengamanan ketat, termasuk kehadiran polisi bersenjata laras panjang. Selain itu, hening cipta selama satu menit dilakukan tepat pada pukul 18.47 waktu setempat sebagai simbol penghormatan kepada para korban.

Beberapa hari sebelumnya, sekitar 700 orang turun ke laut menggunakan papan selancar dan paddle board, membentuk lingkaran besar di perairan Bondi sebagai aksi solidaritas.

Serangan tersebut memicu sorotan terhadap celah dalam sistem penilaian izin senjata api serta lemahnya pertukaran data antarinstansi keamanan.

Tinjauan Nasional

Sebelum menghadiri acara doa bersama, Albanese mengumumkan pembentukan tinjauan nasional terhadap kepolisian dan badan intelijen Australia. Hal ini dilakukan tepat sepekan setelah penembakan di Pantai Bondi.

Albanese menyatakan bahwa tinjauan ini akan dipimpin oleh mantan kepala badan intelijen Australia dan bertujuan untuk menilai kesiapan aparat keamanan dalam menghadapi ancaman teror.

“Tinjauan ini akan menyelidiki apakah kepolisian federal dan badan intelijen memiliki kekuatan, struktur, proses, serta mekanisme berbagi informasi yang tepat untuk menjaga keselamatan warga Australia,” ujar Albanese dalam pernyataannya.

Selain itu, Albanese juga mengumumkan rencana program buyback atau pembelian kembali senjata api secara nasional. Meski demikian, para pakar menilai undang-undang senjata Australia masih memiliki celah meskipun tergolong paling ketat di dunia.

Pihak berwenang menyatakan bahwa para pelaku penyerangan Pantai Bondi terinspirasi oleh kelompok teror ISIS.

📲 Ikuti terus berita kami di Google News .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.