Longsor 20 Meter Isolasi Enam Desa, BPBD Akui Keterlambatan Tangani Batu

by -319 Views

Enam Desa di Mamasa Terisolasi Akibat Longsoran Besar

Enam desa di Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat, kini terisolasi total akibat longsoran besar yang menutup akses jalan utama sejak 21 November 2025. Salah satu desa yang terdampak adalah Periangan dan Gandang Dewata. Longsoran tersebut memiliki ketinggian mencapai 20 meter dan didominasi oleh material tanah serta batuan besar, sehingga menyebabkan jalur kendaraan menjadi tidak bisa dilalui.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Mamasa, Gusti Hermiawan, mengonfirmasi bahwa meskipun alat berat telah dikerahkan untuk membersihkan longsoran, proses penanganan berjalan lambat. Hal ini disebabkan oleh medan yang curam dan kondisi tanah yang masih labil. Kondisi ini sudah berlangsung selama lebih dari dua pekan, sehingga mengganggu aktivitas perekonomian warga di desa-desa terdampak.

Gusti Hermiawan menjelaskan bahwa jalan menuju enam desa, termasuk Periangan, Tabulahan, dan Gandang Dewata, tidak dapat dilalui kendaraan roda empat maupun roda dua. “Kondisi ini sudah berlangsung dua pekan, aktivitas perekonomian masyarakat sangat terganggu,” ujar Gusti dalam konfirmasi pada Selasa (9/12/2025).

Penanganan Alat Berat Tersendat Akibat Medan Curam

Bencana ini dipicu oleh tingginya curah hujan yang membuat tebing di sisi jalan menjadi labil. Kepala Desa Gandang Dewata, Pilemon, menyebut bahwa ketinggian longsoran yang menutup jalan mencapai sekitar 20 meter dan didominasi oleh bebatuan besar. Meskipun alat berat telah dikerahkan, proses pembersihan material berlangsung lambat.

Gusti Hermiawan menjelaskan bahwa sulitnya penanganan disebabkan oleh lokasi longsor yang memiliki medan curam dan kondisi tanah yang masih labil. Pilemon menambahkan bahwa lambannya penanganan juga dipengaruhi oleh jarak lokasi longsor yang cukup jauh dari ibu kota kabupaten.

Pihak berwenang kini fokus pada upaya pembukaan akses mengingat ini adalah jalur utama bagi ribuan warga yang terdampak. Proses ini membutuhkan waktu dan koordinasi yang baik antara berbagai pihak agar bisa segera menyelesaikan masalah isolasi yang terjadi.

Dampak Terhadap Masyarakat

Isolasi yang terjadi selama lebih dari dua pekan telah berdampak signifikan terhadap kehidupan masyarakat. Akses ke pasar, fasilitas kesehatan, dan layanan pendidikan terganggu. Warga terpaksa mencari alternatif transportasi seperti jalan kaki atau menggunakan kendaraan roda dua yang lebih ringan, namun hal ini tetap memberikan tantangan tersendiri.

Selain itu, aktivitas ekonomi di desa-desa tersebut juga mengalami penurunan. Produk lokal sulit dipasarkan karena tidak adanya akses yang memadai. Bahkan, kebutuhan pokok seperti beras dan obat-obatan harus diangkut dengan cara yang tidak efisien.

Dengan situasi ini, masyarakat berharap pihak berwenang dapat segera menyelesaikan masalah longsoran dan membuka kembali akses jalan utama. Diperlukan kerja sama yang lebih intensif antara pemerintah daerah, BPBD, dan masyarakat setempat untuk memastikan bahwa semua pihak mendapatkan akses yang layak.


📲 Ikuti terus berita kami di Google News .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.