Malaysia Tahan Dua Kapal Nelayan Rohil, Pemkab Koordinasi

by -980 Views

Penangkapan Dua Kapal Nelayan Asal Bagansiapiapi oleh Otoritas Malaysia

Beberapa hari lalu, dua kapal nelayan asal Bagansiapiapi, Kabupaten Rokan Hilir (Rohil), dilaporkan ditangkap oleh otoritas Malaysia saat berada di perairan Rohil yang berbatasan dengan Selat Melaka. Kejadian ini kini sedang ditangani oleh pihak berwenang setempat dan provinsi.

Kepala Dinas Perikanan Rohil, M Amin SPi MSi, menjelaskan bahwa setelah menerima informasi awal mengenai penangkapan tersebut, pihaknya segera memerintahkan Kepala Bidang Perikanan Tangkap, Romi, untuk menelusuri kebenaran kabar tersebut dan berkoordinasi dengan para nelayan.

“Hasil penelusuran menunjukkan benar dua kapal nelayan asal Bagansiapiapi, dengan total 10 orang nelayan, telah diamankan oleh otoritas Malaysia. Masing-masing kapal berawak lima orang,” ujarnya, Ahad (9/11).

Amin menuturkan, kapal pertama dipimpin oleh tekong bernama Syamsudin, sementara kapal kedua dinakhodai Melis. Masing-masing membawa empat anak buah kapal (ABK).

Menindaklanjuti kejadian ini, Bupati Rohil H Bistamam langsung menginstruksikan Dinas Perikanan untuk berkoordinasi dengan Kepala Bidang Perikanan Tangkap Provinsi Riau, Umar Dani, serta Plt Kepala Dinas Perikanan Provinsi Riau.

“Laporan resmi telah kami sampaikan untuk meminta dukungan penanganan. Pihak provinsi memastikan akan menindaklanjuti kasus ini. UPT Bidang Pengawasan juga sudah diminta mengumpulkan informasi dan mengambil langkah terbaik,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa urusan kewenangan laut berada di tingkat provinsi, sehingga koordinasi intensif terus dilakukan agar persoalan ini dapat diselesaikan dengan cepat dan sesuai prosedur.

Amin juga meminta keluarga para nelayan untuk tetap tenang. “Kami terus berkoordinasi dengan pihak terkait agar persoalan ini segera terselesaikan,” tegasnya.

Tindakan dan Koordinasi yang Dilakukan

Pihak Dinas Perikanan Rohil terus melakukan koordinasi dengan berbagai instansi terkait, termasuk dengan pihak provinsi. Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa semua prosedur hukum dan diplomatik dilakukan secara tepat dan efektif.

Selain itu, pihak pengawasan laut juga diberdayakan untuk mengumpulkan data dan informasi tambahan mengenai kejadian tersebut. Hal ini penting untuk memperkuat posisi pihak yang terlibat dalam proses penyelesaian masalah.

Dalam waktu dekat, pihak berwenang juga akan memastikan adanya komunikasi yang intensif dengan otoritas Malaysia guna memastikan keselamatan dan kepentingan para nelayan yang ditangkap.

Harapan dari Komunitas Nelayan

Sementara itu, Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Rohil, Rivi, melalui sekretarisnya Amrial, menyampaikan keprihatinan atas insiden tersebut dan berharap langkah diplomatik segera dilakukan untuk memulangkan para nelayan.

Mereka berharap agar pihak berwenang bisa segera mengambil tindakan yang cepat dan efektif, sehingga para nelayan dapat segera kembali ke rumah mereka dan melanjutkan aktivitas sehari-hari.

Langkah-Langkah yang Diperlukan

Untuk memastikan keamanan dan kepentingan para nelayan, beberapa langkah penting harus segera diambil, antara lain:

  • Koordinasi lintas instansi: Memastikan bahwa semua pihak terkait bekerja sama untuk menyelesaikan masalah.
  • Pemantauan dan pelacakan: Menjaga komunikasi dengan pihak Malaysia untuk memastikan kondisi para nelayan.
  • Dukungan hukum dan diplomatik: Mengajukan permohonan bantuan hukum dan diplomasi dari pihak provinsi dan pusat.
  • Pengamanan dan perlindungan: Memberikan perlindungan bagi para nelayan dan keluarga mereka selama proses penyelesaian berlangsung.

Dengan tindakan yang cepat dan kolaboratif, diharapkan masalah ini dapat segera terselesaikan tanpa menimbulkan dampak negatif yang lebih besar.

📲 Ikuti terus berita kami di Google News .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.