Mayoritas Koperasi Merah Putih Sumenep Tidak Bisa Ajukan Pinjaman ke Bank

by -254 Views

Koperasi Desa di Sumenep Masih Belum Siap Ajukan Pinjaman ke Bank

Di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, sebagian besar Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) masih belum siap untuk mengajukan pinjaman modal ke bank-bank milik negara atau Himbara. Hal ini disebabkan oleh kurangnya pemenuhan dokumen-dokumen penting seperti Nomor Induk Berusaha (NIB) dan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), yang menjadi syarat utama dalam pengajuan pinjaman ke perbankan.

Pendamping koperasi desa, Vanyta, menjelaskan bahwa saat ini proses pengurusan legalitas sedang dipercepat agar semua koperasi bisa memenuhi syarat administrasi. Targetnya adalah semua kelengkapan seperti NIB dan NPWP dapat rampung dalam bulan ini. Dengan demikian, koperasi bisa segera mengajukan pinjaman dan mulai menjalankan unit usaha di masing-masing desa.

“Masih proses itu, bulan ini targetnya bisa selesai,” kata Vanyta kepada 1News.id, Kamis (6/11/2025).

Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskop UKM dan Perindag) Sumenep, Moh Ramli, juga membenarkan bahwa hingga kini belum ada koperasi yang mengajukan pinjaman ke bank Himbara. Menurut Ramli, pengurus koperasi masih fokus melengkapi legalitas usaha.

“Sebenarnya pinjaman ke bank Himbara tidak wajib. Tapi dalam sebulan ini, akan diurai problem dan dinamika di lapangan agar ada progres,” ujar Ramli.

Untuk mempercepat proses tersebut, pemerintah daerah bersama provinsi menggelar bimbingan teknis (bimtek) bagi pengurus koperasi Merah Putih. Kegiatan ini diikuti oleh ketua dan bendahara koperasi dari 334 desa, dengan total sekitar 600 peserta.

“Setiap pengurus koperasi Merah Putih, kita latih selama tiga hari, termasuk di kepulauan,” ucap Ramli.

“Yang ikut serta dua orang dari internal pengurus, ketua dan bendahara,” tambah Ramli lagi.

Menurutnya, pelatihan ini juga dimanfaatkan untuk menuntaskan perizinan dan pembukaan rekening.

“Harapannya di momen pelatihan ini semuanya bisa selesai, baik perizinan, rekening, maupun rencana pinjaman modal,” jelas dia.

Selain itu, bimtek membahas dasar pengetahuan koperasi, penyusunan proposal, proses bisnis, dan finalisasi perizinan hingga akses perbankan. Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan koperasi-koperasi di Sumenep dapat lebih siap dalam mengajukan pinjaman dan menjalankan usaha secara mandiri.

Bimtek ini juga menjadi kesempatan bagi pengurus koperasi untuk meningkatkan kapasitas mereka dalam mengelola organisasi dan menjalankan bisnis. Dengan demikian, koperasi desa di Sumenep dapat berkontribusi lebih besar dalam perekonomian lokal.

📲 Ikuti terus berita kami di Google News .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.