Menteri Airlangga Tekankan Kesiapan Indonesia Dukung Perdagangan Multilateral dan Digital

by -256 Views

Komitmen Indonesia dalam Membangun Arsitektur Perdagangan Global

Indonesia menunjukkan komitmennya untuk memperkuat arsitektur perdagangan global melalui kerja sama ekonomi, investasi, dan integrasi kawasan. Hal ini disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto saat menghadiri the 1st Future Investment and Trade Partnership Ministerial Meeting (FMM) di Singapura, pada Selasa (18/11). Forum ini menjadi wadah penting bagi negara-negara mitra untuk menghadapi tantangan perdagangan modern.

Airlangga menyatakan bahwa kemitraan FIT menawarkan respons kolektif dengan memperkuat sistem perdagangan multilateral berbasis aturan, memajukan perdagangan digital, serta mempromosikan investasi berkelanjutan. Forum tingkat menteri yang baru dideklarasikan dua bulan lalu bertujuan memperkuat kerja sama perdagangan dan investasi melalui prinsip keterbukaan, ketahanan, dan inovasi. Indonesia melihat FIT sebagai platform strategis untuk mendorong integrasi rantai pasok, transformasi digital, dan ketahanan ekonomi.

“FIT menyediakan platform bagi negara-negara, baik besar maupun kecil, untuk menjaga kesejahteraan dan ketahanan. Bagi Indonesia, ini penting mengingat kerentanan rantai pasok pangan, energi, dan industri,” ujar Airlangga.

Dalam pertemuan tersebut, Airlangga menyoroti Welcome Agenda FIT yang dinilai relevan dalam pemetaan risiko dan penguatan regulasi perdagangan. Indonesia menilai agenda ini mampu mendorong stabilitas ekonomi sekaligus membuka peluang bagi UMKM untuk terlibat dalam rantai nilai global.

Pentingnya Perdagangan Digital dan Paperless Trade

Airlangga juga menekankan urgensi perdagangan digital dan penerapan sistem paperless trade. Menurutnya, standardisasi dokumen elektronik, penguatan keamanan siber, serta interoperabilitas sistem digital antarnegara akan memangkas biaya logistik dan mempercepat pertumbuhan ekonomi digital. Proyeksi ekonomi digital Indonesia sendiri diperkirakan mencapai USD 360 miliar pada 2030.

Digitalisasi dipandang dapat mendukung transisi menuju ekonomi hijau, selaras dengan komitmen Indonesia menuju net-zero emission. Melalui FMM, Indonesia menegaskan kesiapan untuk bekerja sama dengan negara-negara mitra dalam memperkuat arsitektur perdagangan yang tangguh, inklusif, dan berorientasi masa depan. Airlangga juga menyatakan bahwa Indonesia tengah mempertimbangkan untuk menjadi anggota FIT.

“Paperless trade akan menjadi penggerak utama efisiensi, transparansi, dan inklusivitas. FIT adalah platform penting untuk menyelaraskan standar, memperkuat keamanan siber, dan memberdayakan UMKM mengakses pasar global,” tutur Menko Airlangga.

Dalam agenda tersebut, Airlangga didampingi oleh Sekretaris Kemenko Perekonomian Susiwijono Moegiarso, Juru Bicara Kemenko Perekonomian Haryo Limanseto, dan Asisten Deputi Kerja Sama Ekonomi Regional Bobby C. Siagian. Dengan partisipasi aktif dalam forum seperti FMM, Indonesia menunjukkan komitmennya untuk menjadi bagian dari solusi global dalam menghadapi tantangan ekonomi dan perdagangan modern.

📲 Ikuti terus berita kami di Google News .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.