Menteri Bahlil Buka Suara Soal Listrik Aceh yang 93 Persen Mati Saat Kedatangan Prabowo

by -237 Views

Penjelasan Menteri ESDM Terkait Rasio Elektrifikasi Aceh

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memberikan penjelasan terkait isu rasio elektrifikasi Aceh yang disebut belum mencapai 93 persen saat kunjungan Presiden Terpilih Prabowo Subianto beberapa hari lalu. Ia menegaskan bahwa informasi tersebut bukanlah klaim sembarangan, melainkan laporan resmi dari PT PLN (Persero) yang disampaikan dalam rapat terbatas sebelum kunjungan Presiden.

Bahlil mengatakan bahwa ia memahami perasaan masyarakat Aceh yang masih dalam kondisi bencana. Dalam rapat terbatas tersebut, ia melakukan pertemuan dengan PT PLN dan Pertamina untuk mendapatkan informasi terkini tentang pemulihan energi di wilayah tersebut.

Laporan Resmi dari PT PLN

Dalam laporan yang diterima, PT PLN menyebutkan bahwa rasio elektrifikasi diperkirakan akan mencapai 93 persen pada malam Minggu (7/12) atau paling lambat pada Senin (8/12). Informasi ini kemudian dibahas dalam tim penanganan bencana sebelum akhirnya disampaikan kepada Presiden.

“PLN melaporkan bahwa rasio elektrifikasi itu nanti di tanggal 7 hari Minggu malam, hari Senin paling lambat itu sudah mencapai 93 persen,” jelas Bahlil.

Ia menambahkan bahwa laporan teknis tersebut kemudian dirapatkan dalam tim bencana dan dilaporkan kepada Presiden. PLN juga menyampaikan hal yang sama dalam forum resmi tersebut.

Kendala Teknis di Lapangan

Menurut Bahlil, keterlambatan pemulihan listrik bukan disebabkan oleh kesalahan personal, melainkan adanya kendala teknis di lapangan, terutama pada sistem penyaluran dari gardu induk. Meskipun demikian, ia meminta agar tidak menyalahkan siapa pun terkait persoalan ini.

“Tapi tidak usah kita menyalahkan siapa-siapa karena sesungguhnya kalau tidak ada kendala di bagian retifikasi di gardu induk yang dari Bireun ke Banda Aceh,” ujarnya.

Langkah Penanganan Bencana

Bahlil menjelaskan bahwa sebagai Menteri ESDM, ia meminta laporan langsung dari Pertamina dan PLN terkait perkembangan pemulihan energi. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa semua pihak terlibat dalam proses pemulihan dan pengambilan keputusan.

Beberapa langkah telah diambil untuk mempercepat pemulihan listrik di Aceh, termasuk koordinasi antara berbagai instansi terkait dan peningkatan kapasitas sumber daya untuk menangani kebutuhan masyarakat.

Tindakan Lanjutan

Selain itu, Bahlil juga menekankan pentingnya komunikasi yang transparan antara pemerintah dan masyarakat. Ia berharap masyarakat dapat memahami bahwa pemulihan energi memerlukan waktu dan upaya maksimal dari semua pihak.

Kemajuan yang dicapai hingga saat ini menunjukkan bahwa target 93 persen elektrifikasi Aceh akan segera tercapai. Namun, proses ini tetap membutuhkan kerja sama yang kuat antara pemerintah, lembaga swasta, dan masyarakat setempat.

Kesimpulan

Secara keseluruhan, Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa informasi mengenai rasio elektrifikasi Aceh adalah hasil dari laporan resmi yang didasarkan pada data teknis. Ia menekankan bahwa tidak ada niat untuk menyalahkan siapa pun, melainkan fokus pada penyelesaian masalah secara profesional dan cepat.

Dengan komitmen dan kerja sama yang baik, diharapkan pemulihan listrik di Aceh dapat segera terealisasi dan membantu masyarakat dalam menghadapi kondisi pasca-bencana.

📲 Ikuti terus berita kami di Google News .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.