MMS Serahkan 4 Agenda Strategis untuk Jabar, Dedi Mulyadi: Butuh Tindakan Nyata

by -79 Views

Puncak Musyawarah II MMS: Serahkan Dokumen Rekomendasi ke Gubernur dan Wakil Menteri

Puncak dari Musyawarah II Majelis Musyawarah Sunda (MMS) adalah penyerahan dokumen rekomendasi atau manifesto kepada Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dan Wakil Menteri Dalam Negeri Akhmad Wiyagus. Acara ini berlangsung di Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, pada Sabtu 22 November 2025. Dalam acara tersebut, Presidium Pini­se­puh MMS Dindin S Maolani membacakan empat agenda strategis yang menjadi fokus utama dalam manifesto tersebut.

Dindin menyampaikan bahwa masalah Sunda tidak lagi bisa dilihat secara parsial. Ia menekankan pentingnya pendekatan komprehensif karena permasalahan yang ada saling berkaitan dan kompleks. Beberapa isu seperti fiskal, kekayaan alam, tata ruang, pendidikan, kebudayaan, ekonomi, dan kepemimpinan dinilai memerlukan solusi strategis dan keputusan yang tepat.

“Masalah Sunda hari ini bukan hanya sekadar keluhan, tetapi merupakan tantangan sistemik yang rumit. Penyelesaiannya membutuhkan kepemimpinan kolektif dan keberanian mengambil keputusan strategis,” ujar Dindin. Ia menegaskan bahwa penyerahan dokumen ini sangat penting, karena selain menjadi peta jalan bagi pembangunan di tatar Sunda, juga menjadi solusi untuk berbagai masalah yang selama ini dihadapi oleh bangsa Sunda.

Empat Agenda Strategis dalam Manifesto MMS

Berikut empat rekomendasi manifesto yang diserahkan kepada Gubernur Dedi Mulyadi:

  • Penguatan jati diri strategi dan pemajuan kebudayaan Sunda

    Agenda ini diwujudkan melalui revolusi pendidikan karakter Sunda, kebijakan afirmatif bahasa dan toponimi, serta inisiasi dana abadi kebudayaan Sunda Raya.

  • Sunda jeung sa­rak­an, jeung Sunda jang negara melalui penataan ulang hubungan pusat dan daerah

    Agenda ini dilaksanakan melalui reforma keadilan fiskal nasional, integrasi Sunda Raya melalui konsep Benelux, pencabutan moratorium pemekaran CPDOB yang selektif untuk Sunda Raya, serta peninjauan kembali kebijakan strategis nasional di tatar Sunda.

  • Prioritas pemba­ngunan dan kesejahteraan

    Agenda ini dilakukan melalui audit sistemik proyek strategis nasional di wilayah Sunda, reforma agraria kultural dan ekonomi rakyat, serta pembangunan berbasis data presisi dan indeks kesejahteraan Sunda Raya.

  • Menciptakan sistem Sunda dan kepemimpinannya

    Hal ini dilakukan melalui pembentukan Sunda Leadership Institute, konso­lidasi fraksi Sunda Raya kepada wakil rakyat asal Jawa Barat, Banten, dan DKI Jakarta di DPR, DPD, dan DPRD, penyusunan buku putih perjuangan Sunda, serta pengakuan MMS sebagai mitra strategis negara dan daerah.

Dindin menegaskan bahwa MMS menyerukan kebangkitan Sunda Raya melalui empat agenda perubahan. Tujuan dari agenda-agenda ini adalah agar tanah Sunda kembali berdiri bermartabat dengan keadilan fiskal, budaya, kesejahteraan rakyat, dan kepemimpinan yang terhormat demi masa depan anak cucu.

Tanggapan Gubernur Jabar

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengapresiasi rekomendasi dan masukan yang diberikan oleh MMS. Ia menilai bahwa rekomendasi yang mencakup empat agenda strategis ini dapat memperkaya khaza­nah pembangunan di Jabar.

“Yang diperlukan dari seluruh rangkaian ini adalah tindakan nyata di lapangan. Soalnya, kita ini dari dulu problemnya cuma satu, ekse­kusinya enggak ada. Saya le­bih menyukai yang langsung eksekusi,” kata Dedi.

Dedi mencontohkan, misalnya membangun peradaban sungai di tatar Sunda. Menurutnya, hal tersebut tidak bisa langsung dilaksa­na­k­an begitu saja dengan gagasan yang besar, tetapi harus dimulai secara bertahap dan beriringan.

📲 Ikuti terus berita kami di Google News .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.