Puncak Musyawarah II MMS: Serahkan Dokumen Rekomendasi ke Gubernur dan Wakil Menteri
Puncak dari Musyawarah II Majelis Musyawarah Sunda (MMS) adalah penyerahan dokumen rekomendasi atau manifesto kepada Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dan Wakil Menteri Dalam Negeri Akhmad Wiyagus. Acara ini berlangsung di Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, pada Sabtu 22 November 2025. Dalam acara tersebut, Presidium Pinisepuh MMS Dindin S Maolani membacakan empat agenda strategis yang menjadi fokus utama dalam manifesto tersebut.
Dindin menyampaikan bahwa masalah Sunda tidak lagi bisa dilihat secara parsial. Ia menekankan pentingnya pendekatan komprehensif karena permasalahan yang ada saling berkaitan dan kompleks. Beberapa isu seperti fiskal, kekayaan alam, tata ruang, pendidikan, kebudayaan, ekonomi, dan kepemimpinan dinilai memerlukan solusi strategis dan keputusan yang tepat.
“Masalah Sunda hari ini bukan hanya sekadar keluhan, tetapi merupakan tantangan sistemik yang rumit. Penyelesaiannya membutuhkan kepemimpinan kolektif dan keberanian mengambil keputusan strategis,” ujar Dindin. Ia menegaskan bahwa penyerahan dokumen ini sangat penting, karena selain menjadi peta jalan bagi pembangunan di tatar Sunda, juga menjadi solusi untuk berbagai masalah yang selama ini dihadapi oleh bangsa Sunda.
Empat Agenda Strategis dalam Manifesto MMS
Berikut empat rekomendasi manifesto yang diserahkan kepada Gubernur Dedi Mulyadi:
-
Penguatan jati diri strategi dan pemajuan kebudayaan Sunda
Agenda ini diwujudkan melalui revolusi pendidikan karakter Sunda, kebijakan afirmatif bahasa dan toponimi, serta inisiasi dana abadi kebudayaan Sunda Raya. -
Sunda jeung sarakan, jeung Sunda jang negara melalui penataan ulang hubungan pusat dan daerah
Agenda ini dilaksanakan melalui reforma keadilan fiskal nasional, integrasi Sunda Raya melalui konsep Benelux, pencabutan moratorium pemekaran CPDOB yang selektif untuk Sunda Raya, serta peninjauan kembali kebijakan strategis nasional di tatar Sunda. -
Prioritas pembangunan dan kesejahteraan
Agenda ini dilakukan melalui audit sistemik proyek strategis nasional di wilayah Sunda, reforma agraria kultural dan ekonomi rakyat, serta pembangunan berbasis data presisi dan indeks kesejahteraan Sunda Raya. -
Menciptakan sistem Sunda dan kepemimpinannya
Hal ini dilakukan melalui pembentukan Sunda Leadership Institute, konsolidasi fraksi Sunda Raya kepada wakil rakyat asal Jawa Barat, Banten, dan DKI Jakarta di DPR, DPD, dan DPRD, penyusunan buku putih perjuangan Sunda, serta pengakuan MMS sebagai mitra strategis negara dan daerah.
Dindin menegaskan bahwa MMS menyerukan kebangkitan Sunda Raya melalui empat agenda perubahan. Tujuan dari agenda-agenda ini adalah agar tanah Sunda kembali berdiri bermartabat dengan keadilan fiskal, budaya, kesejahteraan rakyat, dan kepemimpinan yang terhormat demi masa depan anak cucu.
Tanggapan Gubernur Jabar
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengapresiasi rekomendasi dan masukan yang diberikan oleh MMS. Ia menilai bahwa rekomendasi yang mencakup empat agenda strategis ini dapat memperkaya khazanah pembangunan di Jabar.
“Yang diperlukan dari seluruh rangkaian ini adalah tindakan nyata di lapangan. Soalnya, kita ini dari dulu problemnya cuma satu, eksekusinya enggak ada. Saya lebih menyukai yang langsung eksekusi,” kata Dedi.
Dedi mencontohkan, misalnya membangun peradaban sungai di tatar Sunda. Menurutnya, hal tersebut tidak bisa langsung dilaksanakan begitu saja dengan gagasan yang besar, tetapi harus dimulai secara bertahap dan beriringan.
📲 Ikuti terus berita kami di Google News .





