Nvidia Jalin Kemitraan Besar dengan Pesaing Terberat

by -273 Views

Kesepakatan Besar antara Nvidia dan Groq

Nvidia, salah satu perusahaan terkemuka dalam industri chip, sedang menjajaki kesepakatan besar dengan startup pesaingnya dalam industri chip AI, yaitu Groq. Kesepakatan ini mencapai angka sebesar 20 miliar dolar AS (sekitar Rp 334 triliun) yang menjadi pembelian aset terbesar dalam sejarah Nvidia.

Tujuan Kesepakatan

Dalam sebuah e-mail kepada karyawan, CEO Nvidia Jensen Huang menjelaskan bahwa kesepakatan ini bukanlah mengambil alih perusahaan atau akuisisi penuh, melainkan hanya membeli aset dan lisensi teknologi serta merekrut talenta dari Groq. Tujuannya adalah untuk mengintegrasikan prosesor berlatensi rendah buatan Groq ke dalam arsitektur pabrik AI Nvidia.

“Kami berencana untuk mengintegrasikan prosesor latensi rendah Groq ke dalam arsitektur pabrik AI Nvidia, memperluas platform untuk melayani berbagai macam beban kerja inference dan AI real-time,” kata Huang.

Keuntungan bagi Nvidia

Menurut Huang, dengan akuisisi ini, kemampuan Nvidia di ranah komputasi AI real-time akan semakin bertambah karena perusahaan tidak hanya memperoleh teknologinya, tetapi juga merekrut talenta yang mengembangkannya. Pernyataan ini juga dibenarkan oleh pihak Groq. Melalui sebuah unggahan di blog resmi Groq, perusahaan menyatakan bahwa mereka telah menandatangani perjanjian lisensi non-eksklusif dengan Nvidia untuk teknologi inferensi Groq.

Selain itu, sebagai bagian dari perjanjian ini, sejumlah talenta inti Groq akan bergabung ke Nvidia untuk membantu memperluas dan mengembangkan teknologi yang diakuisisi. Adapun para talenta yang ikut bergabung antara lain pendiri sekaligus CEO Groq Jonathan Ross, presiden Groq Sunny Madra, serta sejumlah pimpinan senior Groq lain.

Tidak Ada Akuisisi Penuh

Seperti disinggung sebelumnya, perjanjian lisensi antara Groq dan Nvidia tidak membuat perusahaan berpindah kepemilikan secara keseluruhan. Groq disebut akan tetap beroperasi sebagai perusahaan independen, tetapi aset teknologi dan lisensi kunci perusahaannya kini berada di bawah Nvidia.

Alex Davis, CEO Disruptive sekaligus salah satu investor utama Groq, mengatakan bahwa kesepakatan ini mencakup pembelian seluruh aset Groq oleh Nvidia, kecuali unit layanan GroqCloud yang akan tetap berjalan terpisah. “GroqCloud akan terus beroperasi tanpa gangguan,” ujar David.

Kesepakatan Terbesar Nvidia

Dengan nilai transaksi mencapai 20 miliar dolar AS, kesepakatan pembelian lisensi Groq menjadi akuisisi aset terbesar yang pernah dilakukan Nvidia selama ini. Nilai akuisisi tersebut bahkan tercatat melampaui pembelian perusahaan perancang chip asal Israel, Mellanox, pada 2019 lalu yang bernilai hampir 7 miliar dolar AS.

Pembelian aset Groq juga melanjutkan langkah agresif Nvidia dalam memperkuat ekosistem AI perusahaan mereka. Pasalnya, dalam beberapa tahun terakhir Nvidia banyak berinvestasi, merekrut, dan melisensikan teknologi dari sejumlah perusahaan berbasis AI, termasuk Enfabrica, CoreWeave, Cohere, dan Crusoe.

Masa Depan Teknologi AI

Kesepakatan ini menunjukkan komitmen Nvidia untuk terus mengembangkan teknologi AI dan memperluas ekosistemnya. Dengan integrasi teknologi Groq, Nvidia akan mampu memberikan solusi yang lebih baik untuk berbagai jenis beban kerja inference dan AI real-time. Hal ini juga menunjukkan bahwa Nvidia tidak hanya fokus pada pengembangan hardware, tetapi juga pada kolaborasi strategis dengan startup dan perusahaan lain dalam industri AI.

📲 Ikuti terus berita kami di Google News .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.