Peran Penting Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dan Modul Ajar dalam Kurikulum Merdeka
Kurikulum Merdeka memberikan kebebasan yang lebih besar bagi guru dalam merancang proses pembelajaran yang kreatif, kontekstual, dan berfokus pada peserta didik. Salah satu komponen utama dalam penerapan kurikulum ini adalah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dan Modul Ajar. Kedua dokumen ini tidak hanya menjadi panduan bagi guru saat mengajar, tetapi juga menjadi bahan evaluasi oleh kepala sekolah, pengawas, atau tim kurikulum. Oleh karena itu, penting bagi guru untuk menyusun RPP dan Modul Ajar dengan benar agar proses verifikasi berjalan lancar.
Memahami Fungsi RPP dan Modul Ajar
Sebelum membuat dokumen pembelajaran, guru perlu memahami peran masing-masing komponen. RPP mencakup langkah-langkah pembelajaran, tujuan, serta penilaian. Sementara itu, Modul Ajar merupakan panduan lengkap yang lebih fleksibel dibandingkan RPP di Kurikulum 2013. Modul Ajar terdiri dari komponen esensial seperti profil pelajar Pancasila, tujuan pembelajaran, alur kegiatan, asesmen, dan lampiran. Dalam Kurikulum Merdeka, Modul Ajar dapat disusun secara ringkas namun harus memenuhi komponen minimal. Fokusnya bukan pada jumlah halaman, melainkan pada kejelasan tujuan dan kelengkapan komponen.
Menentukan Capaian Pembelajaran yang Tepat
Langkah awal dalam menyusun RPP dan Modul Ajar adalah menentukan Capaian Pembelajaran (CP). CP menjadi dasar penentuan tujuan pembelajaran, kegiatan, dan asesmen. Guru perlu memahami dokumen CP dari Kemendikbudristek sesuai fase dan mata pelajaran. Pastikan tujuan pembelajaran spesifik, terukur, dan relevan dengan CP. Kesalahan umum yang sering terjadi adalah menulis tujuan yang terlalu umum atau tidak selaras dengan CP, sehingga dokumen dianggap kurang kuat secara pedagogis.
Merancang Alur Kegiatan Pembelajaran yang Logis
Alur kegiatan pembelajaran dalam Modul Ajar harus jelas, mulai dari pendahuluan, inti hingga penutup. Pendahuluan mencakup apersepsi dan penyampaian tujuan. Kegiatan inti berisi aktivitas yang berpusat pada peserta didik, seperti diskusi, eksperimen, atau projek. Penutup mencakup refleksi dan tindak lanjut pembelajaran. Guru sebaiknya menggunakan bahasa aktif dan jelas dalam menyusun langkah-langkah kegiatan agar mudah dipahami oleh tim verifikasi. Hindari kalimat yang terlalu singkat atau ambigu.
Menyertakan Asesmen yang Relevan dan Terukur
Asesmen merupakan komponen penting dalam Modul Ajar. Tim verifikasi biasanya memperhatikan kesesuaian antara tujuan pembelajaran, kegiatan, dan asesmen. Guru dapat mencantumkan bentuk asesmen formatif (selama proses pembelajaran) dan sumatif (di akhir pembelajaran). Contohnya, kuis interaktif, penilaian proyek, jurnal refleksi siswa, atau tes tertulis. Pastikan instrumen penilaian jelas dan dapat diukur. Lampirkan rubrik atau kriteria penilaian sederhana agar lebih mudah diverifikasi.
Menyusun Komponen Profil Pelajar Pancasila
Salah satu ciri khas Kurikulum Merdeka adalah penekanan pada Profil Pelajar Pancasila. Modul Ajar harus mencantumkan elemen dan dimensi profil yang ingin dikembangkan dalam pembelajaran. Misalnya, pada mata pelajaran Bahasa Indonesia, guru dapat menekankan dimensi “Bernalar Kritis” dan “Kreatif” melalui kegiatan diskusi dan pembuatan karya tulis. Penulisan elemen profil ini tidak perlu panjang, cukup jelas dan relevan dengan kegiatan belajar. Komponen ini sering menjadi sorotan saat verifikasi dokumen pembelajaran.
📲 Ikuti terus berita kami di Google News .





