Pasokan Bahan Baku MBG Kebayoran Lama Lancar, Siap Sajikan 4.000 Porsi Makanan

by -689 Views

Dapur Makan Bergizi Gratis di Kebayoran Lama

Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) yang berada di Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, menjadi salah satu contoh keberhasilan dalam penyediaan makanan yang konsisten. Setiap hari, dapur ini mampu menyediakan hingga 4.000 porsi makanan. Tidak hanya jumlahnya yang mencengangkan, tetapi juga bagaimana proses pengelolaannya terjaga dengan baik.

Manajemen yang Terstruktur

Pencapaian ini tidak terjadi secara kebetulan. Dapur MBG memiliki sistem manajemen yang teratur dan koordinasi yang ketat antar tim. Hal ini memastikan bahwa semua proses berjalan lancar tanpa ada gangguan. Bahan baku yang diperlukan selalu tersedia, sehingga tidak pernah terjadi kelangkaan.

Menurut Ibu Indy, seorang tukang masak di dapur tersebut, suplai bahan baku selalu lancar. “Alhamdulillah sih disini lancar terus (suplai bahan baku). Menunya dari ahli gizi, sudah ditentuin sama ahli gizi. Nggak pernah ada kekurangan,” ujarnya.

Proses Briefing dan Pembagian Peran

Sebelum proses memasak dimulai, setiap hari dilakukan briefing untuk memastikan kondisi suplai bahan baku dan menjelaskan tugas-tugas yang akan dilakukan. “Sebelum dimulai itu kita selalu briefing dulu. Doa dulu. Di briefing ini dijelasin nanti orang ini kerjanya apa aja, ada PJ-PJ-nya,” jelas Ibu Indy.

Pembagian peran juga menjadi kunci keberhasilan dapur ini. Ada delapan orang yang bertugas setiap hari, masing-masing memiliki tanggung jawab spesifik. Jika satu tugas selesai, anggota lain akan membantu bagian yang belum selesai. “Jadi 8 orang ini masing-masing punya tugasnya. Jadi biar ada tanggung jawabnya juga,” tambahnya.

Proses Masak Bertahap

Untuk mencapai total 4.000 porsi, dapur MBG tidak memasak sekaligus. Proses dilakukan secara bertahap mulai dari tengah malam hingga pagi hari. Hal ini dilakukan agar makanan yang dikirim tetap dalam kondisi segar.

“Masaknya itu step by step, masaknya itu sesuai ada jamnya, jadi makanannya kita sajikan tetap fresh. Jadi pengiriman pagi nih itu yang masak di jam 12 sampai ke jam 3. Abis itu kita masak lagi untuk buat pengiriman selanjutnya. Jadinya masakan itu gak ada yang sekaligus 4 ribu, nggak bertahap,” jelas Ibu Ziah, asisten dapur MBG.

Adaptasi dengan Alat Dapur Industri

Tidak semua anggota tim awalnya terbiasa dengan alat dapur industri berskala besar. Ibu Ziah menjelaskan bahwa proses adaptasi membutuhkan waktu. “Biasanya kita masak pakai panci, sekarang masak pakai steamer. Terus kompor kita semua high pressure, biasanya pakai kompor, itu penyesuaian dari alat,” ujarnya.

Penggunaan Tenaga Kerja Lokal

Salah satu hal menarik dari dapur MBG adalah penggunaan tenaga kerja warga sekitar. Kebijakan ini tidak hanya membantu operasional, tetapi juga memberdayakan masyarakat sekitar. Dengan bahan yang lancar, pembagian peran jelas, sistem pemasakan bertahap, dan koordinasi lintas divisi, dapur MBG mampu menjaga ritme kerja yang stabil.

Setiap hari, dapur ini bekerja tanpa jeda, memastikan ribuan penerima manfaat tetap mendapatkan makanan dalam kondisi terbaik. Dengan kombinasi manajemen yang baik dan komitmen tinggi dari seluruh tim, dapur MBG menjadi contoh nyata keberhasilan dalam penyediaan makanan bergizi secara gratis.

📲 Ikuti terus berita kami di Google News .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.