Pemprov Jateng Kirim Alat Berat, Percepat Evakuasi Longsor Cibeunying Cilacap

by -641 Views

Tim Gabungan Terus Lakukan Pencarian Korban Pasca Longsor di Cilacap

Di hari ketiga setelah terjadinya longsor di Desa Cibeunying, Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap, tim gabungan terus berupaya melakukan pencarian terhadap korban yang masih hilang. Mereka bekerja dari pukul 07.00 hingga 16.00 WIB setiap harinya.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Tengah bersama instansi terkait lainnya memastikan bahwa proses pencarian dilakukan secara maksimal. Namun, kondisi di lokasi pemukiman warga yang tertimpa longsoran tanah sangat berisiko. Oleh karena itu, tim harus ekstra hati-hati dalam menjalankan tugas mereka.

Pada Sabtu, 15 November 2025, cuaca di lokasi tersebut cukup mendung dan sempat terjadi hujan. Hal ini memicu kekhawatiran terhadap keselamatan para petugas. Kepala Pelaksana Harian BPBD Jateng, Bergas Catursasi Penanggungan, mengatakan bahwa situasi di lapangan sangat rentan bahaya.

“Kondisi di lapangan, khususnya daerah yang terdampak, adalah tanah longsoran. Tentunya, kita harus sangat berhati-hati dalam penanganannya,” ujarnya pada sore hari.

Menurut Bergas, perubahan cuaca bisa memengaruhi proses pencarian. Jika hujan turun, maka aktivitas pencarian harus dihentikan sementara untuk mencegah risiko yang lebih besar. Pada hari kedua pencarian, hujan deras menyebabkan penghentian sementara aktivitas.

Selain itu, sejumlah alat berat juga telah dikerahkan di lokasi longsor. Awalnya hanya dua unit, kemudian ditambah dua lagi. Pada hari Sabtu, tiga unit alat berat tambahan juga tiba. Diperkirakan, jumlah alat berat akan terus ditambah sesuai kebutuhan.

Tim gabungan fokus pada pencarian korban yang belum ditemukan. Saat ini, klaster penanganan bencana darurat sudah tersedia dan mekanismenya berjalan dengan baik. Area menuju lokasi longsor juga sudah diamanahkan untuk umum, mengingat kondisi masih belum sepenuhnya aman.

Selain itu, kebutuhan dasar bagi korban bencana sudah terpenuhi. Logistik pangan seperti sembako maupun makanan instan melalui dapur umum telah disediakan.

Perencanaan Hunian Sementara untuk Warga Terdampak

Bergas menambahkan bahwa rencana pengusulan hunian sementara (huntara) untuk warga terdampak sudah direncanakan. “Terkait huntara, nanti akan digarap oleh BNPB. Pemda akan menyediakan lahannya. Artinya, kebutuhan dasar korban diperhatikan,” katanya.

Saat ini, sebanyak 17 kepala keluarga (KK) terdampak longsor. Rata-rata mereka tinggal di rumah saudaranya yang tidak jauh dari lokasi. Dusun Cibuyut dan Dusun Tarukan merupakan permukiman yang saling berhubungan. Mayoritas warga mengungsi di kerabatnya.

Peran Gubernur Jawa Tengah dalam Penanganan Bencana

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menyampaikan bahwa Pemprov Jateng terus melakukan penanganan bencana dengan prioritas utama pencarian korban hilang dan evakuasi warga yang selamat sejak hari pertama longsor terjadi.


📲 Ikuti terus berita kami di Google News .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.