Penanganan Jembatan Ambruk Cimanggu Tertunda Anggaran, PUPR Pandeglang Minta Bantuan Pemprov

by -187 Views

Kesulitan Pemkab Pandeglang dalam Menangani Jembatan yang Ambruk

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pandeglang menghadapi tantangan signifikan dalam menangani jembatan yang ambruk di Kecamatan Cimanggu. Jembatan tersebut menghubungkan tiga desa, yaitu Desa Tugu, Cibadak, dan Rancapinang. Keadaan ini menyebabkan mobilitas warga terganggu dan memicu kekhawatiran akan keselamatan masyarakat.

Kabid Bina Marga pada Dinas PUPR Pandeglang, Andrian Wisudawan, mengungkapkan bahwa kendala utama adalah keterbatasan anggaran. “Kondisi keuangan di Pandeglang sedikit pendanaannya, sehingga kita terkendala,” ujarnya dalam sambungan telepon.

Andrian menjelaskan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas PUPR Provinsi Banten untuk mencari solusi. “Kita sudah koordinasi dengan PUPR Banten, InsyaAllah mudah-mudahan tidak lama pasang jembatan sementara. Dan mudah-mudahan mereka berkenan, karena memang jembatan itu akses utama,” katanya.

Jembatan yang ambruk tersebut dinilai sangat vital karena menjadi satu-satunya akses utama bagi warga. “Jembatan itu vital karena memang akses utama satu-satunya,” ujar Andrian.

Selain itu, DPUPR Pandeglang telah membuat dokumen perencanaan untuk perbaikan jembatan secara permanen. “Jadi kita sudah buat dokumen perencanaannya, mudah-mudahan akhir tahun ini dokumen perencanaan selesai disusun,” kata Andrian. Ia berharap dokumen tersebut dapat diajukan ke Kementerian atau Pemprov Banten agar mendapatkan bantuan dana.

Tim DPUPR Pandeglang juga telah diterjunkan ke lokasi untuk melihat kondisi jembatan yang ambruk. Meskipun begitu, penanganan jembatan ini tetap membutuhkan waktu dan anggaran yang cukup besar.

DPRD Pandeglang Dorong Pemkab Segera Lakukan Perbaikan

Anggota DPRD Kabupaten Pandeglang, Jojon Suhendar Andri, menanggapi peristiwa jembatan ambruk tersebut. Politisi Gerindra ini mendorong Pemkab Pandeglang untuk segera melakukan penanganan terhadap jembatan yang rusak. “Saya sudah koordinasi tadi sama PUPR Kabupaten, hari ini akan diturunkan tim survei. Saya mendorong untuk dibuatkan jembatan sementara, supaya akses warga tetap berjalan,” ujarnya.

Jojon juga meminta Pemkab Pandeglang untuk melakukan audit terhadap infrastruktur jalan dan jembatan yang ada. “Harus ada penanganan serius, kalau bisa audit insfratruktur perlu dilakukan, bukan di jembatan itu saja (Keramatjaya), tapi semua infrastruktur jembatan yang ada di Pandeglang,” katanya.

Ia menekankan pentingnya audit tersebut agar dapat diketahui kualitas bangunan infrastruktur. “Karena jembatan itu urat nadi ekonomi, lalu lintas masyarakat, anak sekolah dan layanan lainnya,” tambahnya.

Jojon menyampaikan rasa prihatin atas robohnya jembatan yang sudah lapuk dimakan usia. “Kalau saya prihatin atas robohnya jembatan, karena urat nadi bagi masyarakat tiga desa,” ucapnya.

Kondisi Jembatan yang Ambruk

Jembatan yang menjadi akses penghubung tiga desa di Kecamatan Cimanggu, Kabupaten Pandeglang, ambruk pada Minggu (7/12/2025). Kejadian ini memicu kekhawatiran terhadap keselamatan masyarakat dan gangguan pada aktivitas harian.

📲 Ikuti terus berita kami di Google News .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.