Penutupan Pencarian Bocah 8 Tahun yang Diduga Hanyut di Sungai Jaten Blitar

by -284 Views

Pencarian Bocah Perempuan yang Diduga Hanyut di Sungai Jaten Dihentikan

Tim gabungan yang terdiri dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Blitar dan SAR akhirnya menghentikan pencarian terhadap bocah perempuan yang diduga hanyut di Sungai Desa Jaten, Kecamatan Wonodadi, Kabupaten Blitar. Pencarian ini berlangsung selama tujuh hari, namun korban bernama APN (8 tahun) belum juga ditemukan.

Menurut Kepala BPBD Kabupaten Blitar, Wahyudhi, proses pencarian dihentikan sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP). “Hingga hari ketujuh pencarian, korban belum juga ditemukan. Sesuai SOP, proses pencarian ditutup dan tim kembali ke satuannya masing-masing,” ujarnya pada Jumat (28/11/2025).

Proses Pencarian yang Dilakukan

Selama tujuh hari, tim gabungan bekerja sama dengan TNI, Polri, dan relawan melakukan penyisiran aliran sungai yang diduga menjadi lokasi korban hilang. Pencarian dilakukan melalui dua metode, yaitu penyisiran darat dan menggunakan perahu karet.

Dalam penyisiran darat, tim mencari informasi ke penambang pasir maupun pekerja tambangan penyeberangan. Sementara itu, pencarian menggunakan perahu karet dilakukan hingga masuk wilayah Kabupaten Kediri dan Kabupaten Tulungagung. Meskipun telah melakukan upaya maksimal, tim gabungan tetap tidak berhasil menemukan korban hingga hari ketujuh pencarian.

Kejadian yang Membawa Korban Hilang

APN hilang sejak Rabu (19/11/2025) sore. Sebelum hilang, korban terlihat bermain air hujan di depan rumah. Berdasarkan keterangan saksi, korban berjalan menuju arah Sungai Proyek Jaten yang berjarak sekitar 100 meter dari rumahnya.

Keluarga dan warga setempat langsung melakukan pencarian mulai dari Rabu (19/11/2025) hingga pukul 21.00 WIB. Pencarian dilanjutkan pada Kamis (20/11/2025), tetapi korban masih belum ditemukan.

Pada Jumat (21/11/2025), keluarga melaporkan kejadian tersebut kepada polisi dan BPBD Kabupaten Blitar untuk mempercepat proses pencarian.

Upaya yang Dilakukan oleh Keluarga dan Warga

Setelah laporan diterima, keluarga dan warga setempat terus berupaya mencari korban. Mereka melakukan pencarian secara manual di sekitar area sungai dan berkoordinasi dengan aparat setempat. Namun, kondisi sungai yang cukup dalam dan aliran air yang deras membuat proses pencarian menjadi sangat sulit.

Selain itu, cuaca yang tidak menentu dan medan yang berbahaya turut memengaruhi efektivitas pencarian. Meski begitu, masyarakat tetap berkomitmen untuk terus mencari korban hingga ditemukan.

Kesimpulan

Meskipun pencarian telah dihentikan, keluarga dan warga setempat tetap berharap korban dapat ditemukan. Mereka berdoa agar korban dalam kondisi aman dan segera pulang ke rumah. Selain itu, mereka juga berharap agar kejadian ini menjadi pelajaran bagi masyarakat untuk lebih waspada terhadap bahaya di sekitar lingkungan mereka, terutama saat bermain di dekat aliran sungai atau daerah rawan banjir.

📲 Ikuti terus berita kami di Google News .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.