Peran Desa Intervensi 1000 HPK Atasi Masalah Stunting di Subang

by -298 Views

Peran Pemerintah Desa dalam Mengatasi Stunting di Subang

Wakil Bupati Subang, Agus Masykur Rosyadi (Kang Akur), yang juga menjabat sebagai Ketua TPPS Kabupaten Subang, menekankan pentingnya peran pemerintah desa dalam intervensi lapangan untuk mempercepat penanganan masalah stunting. Hal ini terutama berlaku selama periode krusial 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) anak.

Pernyataan tersebut disampaikan Kang Akur saat membuka kegiatan Review Stunting Kabupaten Subang Tahun 2025 di Aula Islamic Center pada hari Kamis, 20 November 2025. Acara dengan tema “Ngabret Wujudkan Anak Tumbuh Kuat” bertujuan untuk mengevaluasi capaian program dan penggunaan anggaran selama setahun terakhir, sekaligus memastikan integrasi program lintas sektor serta penyediaan data yang akurat.

Kang Akur menegaskan bahwa review ini menjadi wadah evaluasi menyeluruh yang sangat penting. Dalam acara ini, berbagai masalah di lapangan seperti hambatan koordinasi dan kondisi sanitasi akan diidentifikasi. Selain itu, hasil evaluasi ini akan menjadi dasar rekomendasi kebijakan untuk tahun 2026 serta mendorong kolaborasi lintas sektor, karena stunting tidak bisa ditangani oleh satu pihak saja.

Dalam arahannya, Wakil Bupati Subang Agus Masykur Rosyadi menyoroti beberapa hal penting yang perlu diperhatikan:

  • Mengoptimalkan intervensi pada 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK)

    Periode ini merupakan masa kritis bagi perkembangan anak. Oleh karena itu, perlunya tindakan cepat dan tepat dalam memastikan nutrisi dan kesehatan yang optimal.

  • Memperkuat peran desa dan kader dalam edukasi dan pendampingan

    Pemerintah desa dan kader masyarakat memiliki peran vital dalam memberikan edukasi kepada keluarga dan memastikan pelaksanaan program secara efektif.

  • Meningkatkan akurasi data keluarga berisiko

    Data yang akurat menjadi dasar dalam mengidentifikasi keluarga yang membutuhkan bantuan lebih lanjut dan memastikan alokasi sumber daya yang tepat.

  • Meningkatkan kualitas sanitasi dan akses air bersih

    Kondisi sanitasi dan ketersediaan air bersih yang layak sangat berdampak langsung pada kesehatan anak dan mencegah risiko stunting.

Kang Akur menekankan bahwa keberhasilan dalam menurunkan angka stunting adalah investasi masa depan bagi Kabupaten Subang. Ia berharap forum ini dapat menghasilkan rekomendasi yang kuat dan aplikatif, sehingga dapat diimplementasikan secara nyata di tingkat lapangan.

“Dengan penanganan percepatan penurunan stunting, saya mengajak untuk semangat Subang Ngabret, yaitu mengajak seluruh pihak untuk terus bekerja keras, bekerja cerdas, dan bekerja secara kolaboratif,” tutupnya.




📲 Ikuti terus berita kami di Google News .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.