Perjalanan Gary Iskak: Dari Bad Boy hingga Momen Hijrah

by -82 Views

Perjalanan Hidup Gary Iskak, Aktor Senior yang Selalu Berubah

Gary Iskak adalah sosok yang dikenal dengan wajah tegas dan sorot mata tajam. Karakter-karakter antagonis yang ia perankan sering kali melekat pada namanya, membuatnya menjadi ikon dalam dunia perfilman Indonesia. Namun di balik kesuksesannya sebagai aktor, Gary Iskak menjalani perjuangan berat melawan penyakit Hepatitis C kronis yang berkembang menjadi sirosis hati.

Gary Muhammad Iskak lahir pada 10 Juli 1973. Darah seni yang mengalir dalam dirinya berasal dari keluarga besar seniman. Ia merupakan cucu sutradara dan musisi R. Iskak, serta keponakan dari Indriati Iskak dan Boy Iskak. Karier Gary Iskak mulai mencuri perhatian pada awal 2000-an. Wajah tegas dan sorot mata tajam menjadikannya pilihan utama untuk peran-peran antagonis yang kemudian melekat pada namanya.

Film Ada Apa dengan Cinta? (2002) dan 30 Hari Mencari Cinta (2004) menjadi titik penting yang membuat publik semakin mengenalnya. Namun Gary Iskak tidak berhenti pada satu jenis karakter. Ia menunjukkan kemampuannya dalam peran drama, termasuk lewat film Ungu Violet (2005) dan berbagai sinetron populer seperti Buku Harian Nayla. Bahkan hingga menjelang akhir hayatnya, Gary Iskak masih aktif berkarya dan disebut baru menyelesaikan syuting film horor Rumah 78.

Ujian Penyakit

Di balik keberhasilannya sebagai aktor, Gary Iskak menjalani perjuangan berat melawan penyakit. Beberapa tahun lalu, publik dikejutkan oleh kondisinya yang terlihat sangat lemah akibat Hepatitis C kronis yang berkembang menjadi sirosis hati. Pada pertengahan 2021, ia sempat koma dan menjalani perawatan intensif. Hoaks tentang kematiannya sempat beredar luas, namun Gary Iskak kembali bangkit.

Ia mengubah hidupnya secara total, menjauhi alkohol, obat-obatan dan gaya hidup tak sehat yang mewarnai masa mudanya. Sakit keras itu menjadi momentum besar dalam hidupnya. Gary Iskak memutuskan untuk berhijrah, mendekatkan diri kepada Tuhan dan meninggalkan masa lalu kelam, termasuk keterlibatannya dengan narkoba.

Dalam sejumlah kesempatan, ia mengaku bersyukur diberi kesempatan kedua untuk memperbaiki diri. Sejak itu, penampilannya berubah menjadi lebih religius. Ia kerap hadir dalam berbagai kajian musawarah bersama rekan-rekan artis. Dalam perjalanan hijrahnya, peran sang istri, Richa Novisha begitu besar. Richa setia mendampinginya sejak masa suram, skandal, proses hukum, hingga perjuangan panjang melawan penyakit. Kesetiaan dan keteguhan Richa menjadi sandaran utama yang membantu Gary Iskak tetap kuat sampai akhir.

Selamat Jalan, Gary Iskak

Perjalanan panjang Gary Iskak di dunia ini telah berakhir pada Sabtu (29/11/2025). Ia pergi meninggalkan istri, anak-anak, serta jejak karya yang akan terus dikenang. Gary Iskak bukan hanya aktor berbakat, ia adalah simbol manusia yang tak pernah berhenti berproses memperbaiki diri. Kisah hidupnya mengingatkan bahwa selalu ada waktu untuk berubah dan kembali menapaki jalan menuju Tuhan.

📲 Ikuti terus berita kami di Google News .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.