Persija Pilih Solo Lawan Persik, Takut Viral dan Malu di Media Sosial

by -546 Views

Persija Jakarta Tidak Gunakan JIS untuk Laga Kontra Persik Kediri

Persija Jakarta telah mengambil keputusan untuk tidak menggunakan Jakarta International Stadium (JIS) sebagai tempat laga kandang saat menjamu Persik Kediri dalam pekan ke-13 Super League 2025/2026, yang akan digelar pada Kamis (20/11/2025). Tim asuhan Mauricio Souza ini memilih Stadion Manahan di Solo, Jawa Tengah, sebagai alternatif untuk kembali menyelenggarakan pertandingan kandang.

Ini bukan kali pertama bagi Persija berkandang di Stadion Manahan. Sebelumnya, tim berjuluk Macan Kemayoran juga pernah bermain di kandang Persis Solo saat menghadapi PSBS Biak pada pekan ke-11 Super League 2025/2026, yang digelar pada Jumat (31/10/2025). Dalam laga tersebut, Persija berhasil meraih kemenangan dengan skor 3-1.

Alasan utama Persija tidak menggunakan JIS adalah karena kondisi rumput stadion masih dalam proses perawatan. Pada akhir September 2025, JIS sempat digunakan untuk konser band Korea Selatan, NCT. Hal ini membuat rumput tidak siap digunakan untuk pertandingan sepak bola.

Selain JIS, Persija juga tidak bisa menggunakan Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta Pusat, karena rumputnya sedang dalam tahap perawatan pasca-konser BlackPink awal November 2025. Akibatnya, Persija harus terus bermain di luar Jakarta, dan laga melawan Persik menjadi pertandingan ketujuh berturut-turut yang digelar di luar ibu kota.

Ketua Umum The Jakmania: Persija Harus Bermain di Jakarta

Ketua Umum The Jakmania, Diky Soemarno, menyampaikan bahwa dirinya dan anggotanya sangat ingin Persija dapat bermain lagi di Jakarta. Namun, situasi saat ini memaksa klub untuk mencari alternatif lain.

Diky mengatakan bahwa ia memahami tantangan yang dihadapi oleh Persija. Ia khawatir jika dipaksakan bermain di JIS atau SUGBK, bisa berdampak negatif, seperti cedera pemain, rumput rusak, atau bahkan viral di media sosial yang bisa merusak reputasi klub.

“Maunya juga hari ini konser musim, lalu besoknya sudah dipakai buat bermain sepak bola tanpa merusak rumput,” ujar Diky melalui media sosialnya. “Kenyataannya ternyata tidak semudah berwacana.”

Ia menegaskan bahwa JIS belum benar-benar siap digunakan untuk pertandingan. Setelah melakukan koordinasi dengan pelatih Persija, diputuskan untuk berkandang di Stadion Manahan.

“Makanya daripada dipaksakan bermain tapi malah tidak maksimal dan merusak rumput lagi, pemain bisa cedera, bola mantul, lapangan mengangkat viral di sosial media, bikin malu. Jadi lebih baik ditunggu sampai benar-benar rapi dahulu untuk bisa dipakai berkali-kali,” tambah Diky.

Minta JIS Tidak Digunakan untuk Konser Lagi

Diky juga meminta agar ke depannya JIS tidak lagi digunakan untuk konser musik. Menurutnya, JIS seharusnya diutamakan bagi Persija. Ia mengingatkan bahwa penggunaan JIS untuk konser NCT dilakukan sebelum adanya perjanjian antara JakPro dan Persija.

“Yang penting setelah ini jangan sampai ada penggunaan lain di JIS sesuai perjanjian antara JakPro sama Persija,” ujarnya.

Lebih lanjut, Diky berharap suatu saat nanti Persija memiliki stadion sendiri yang tidak bergantung pada pihak lain. Ia menyarankan agar klub bisa bermain di stadion kecil pada hari biasa dan di stadion besar pada akhir pekan.

“Jadi weekday bermain di stadion kecil dan weekend bermain di stadion besar. Aminin aja dulu,” tutup Diky.

📲 Ikuti terus berita kami di Google News .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.