Inisiatif Konservasi Terumbu Karang di Pangandaran
Pemerintah Daerah Kabupaten Pangandaran bersama berbagai pihak terkait, termasuk PT Permodalan Nasional Madani (PNM) dan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Permata Bank Syariah, melakukan inisiatif penting dalam pelestarian laut. Kegiatan konservasi terumbu karang yang dilaksanakan di perairan Batukaras menjadi salah satu contoh kolaborasi lintas sektor yang bertujuan untuk menjaga keberlanjutan ekosistem bawah laut.
Kolaborasi ini melibatkan komunitas penyelam lokal Duck Dive, yang turut serta dalam proses penanaman bibit terumbu karang. Dalam acara tersebut, hadir beberapa unsur pemerintah dan pemangku kepentingan, seperti Ridwan Mulyadi, S.Hut, MM selaku Kepala Bidang Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian Kabupaten Pangandaran, serta Hadi Somantri, S.IP selaku Kepala Desa Batukaras. Selain itu, perwakilan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan juga turut hadir dalam kegiatan ini.
Dari sisi PNM dan UPZ Permata Bank Syariah, hadir Agusmar Yamani dari UPZ Permata Bank Syariah, serta jajaran PNM Tasikmalaya seperti Ara Koswara dan Rini Purnamasari bersama tim pendamping. Ara Koswara, Pemimpin Cabang PNM Tasikmalaya, menyampaikan bahwa Batukaras merupakan destinasi wisata unggulan yang memiliki keindahan bawah laut yang menarik minat banyak pengunjung. Namun, kondisi ini menghadapi tekanan akibat perubahan iklim dan aktivitas manusia.
“Menyadari urgensi tersebut, PNM dan UPZ Permata Bank Syariah menginisiasi aksi konservasi sebagai bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL),” ujar Ara pada Rabu, 19 November 2025.
Dalam aksi konservasi di Batukaras, sebanyak 1.000 bibit terumbu karang ditanam menggunakan media ramah lingkungan seperti spider web dan rak beton. Proses transplantasi dilakukan oleh tim penyelam Duck Dive yang sudah berpengalaman, sementara pihak PNM dan UPZ Permata Bank Syariah ikut menyaksikan prosesnya. Langkah ini diharapkan menjadi awal dari pemulihan kawasan terumbu karang yang mengalami degradasi.
Kolaborasi lintas sektor ini diyakini akan memberikan dampak luas bagi ekosistem maupun masyarakat. Pemulihan terumbu karang diharapkan dapat menghidupkan kembali habitat biota laut sehingga populasi ikan meningkat, sekaligus membuka peluang ekonomi baru melalui potensi destinasi wisata selam yang berkembang. Hal ini tentu akan berdampak pada peningkatan pendapatan masyarakat pesisir, termasuk para pelaku usaha yang menjadi nasabah binaan PNM.
Lebih dari itu, kegiatan ini memperkuat semangat gotong royong antara korporasi, komunitas, dan pemerintah daerah dalam menjaga keberlanjutan lingkungan. PNM menegaskan komitmennya untuk terus mendorong pemberdayaan melalui pembiayaan, pendampingan, serta program-program sosial yang berdampak langsung.
Hingga pertengahan 2025, PNM tercatat telah menyalurkan pembiayaan kepada 15.791.598 nasabah dengan total akumulasi Rp343,82 triliun yang tersebar di seluruh Indonesia melalui 58 Kantor Cabang, 3.977 Kantor Unit Layanan Mekaar, serta dukungan 62.916 tenaga pendamping.
“Adapun di Cabang Tasikmalaya, penyaluran telah mencapai 431.426 nasabah dengan total pembiayaan Rp1,12 triliun melalui 106 Unit Layanan Mekaar dan 825 tenaga pendamping yang melayani wilayah Tasikmalaya, Ciamis, Banjar, dan Pangandaran,” jelas Ara.
Melalui aksi konservasi terumbu karang di Batukaras ini, PNM dan UPZ Permata Bank Syariah menunjukkan bahwa menjaga laut tidak hanya menjadi tanggung jawab para pegiat lingkungan, tetapi juga seluruh elemen yang memiliki komitmen terhadap keberlanjutan. Sebuah langkah kecil di dasar laut, namun membawa harapan besar bagi masa depan alam dan masyarakat pesisir Pangandaran.
📲 Ikuti terus berita kami di Google News .






